Sejarah Terbentuknya Gunung Anak Krakatau, Berawal dari Letusan Dahsyat 1883
Senin, 07 Sep 2026, 17:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di kawasan Selat Sunda. Keberadaannya memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883.
Setelah sebagian besar tubuh Krakatau hancur, aktivitas vulkanik kembali muncul puluhan tahun kemudian hingga melahirkan gunung baru yang kini dikenal sebagai Anak Krakatau.
Letusan Krakatau 1883 dan Terbentuknya Kaldera
Sejarah terbentuknya Gunung Anak Krakatau bermula dari letusan besar Krakatau pada 1883. Rangkaian erupsi tersebut menghancurkan sebagian besar tubuh gunung dan menyebabkan terbentuknya sebuah kaldera raksasa di kawasan Selat Sunda.
Material vulkanik dalam jumlah besar terlontar dan sebagian tubuh gunung mengalami keruntuhan. Setelah aktivitas erupsi mereda, kawasan bekas Krakatau menyisakan cekungan besar yang kemudian menjadi lokasi munculnya aktivitas vulkanik baru.
Peristiwa tersebut menjadi titik awal dari proses geologi yang pada akhirnya melahirkan Anak Krakatau.
Aktivitas Vulkanik Mulai Terlihat pada 1927
Puluhan tahun setelah letusan besar Krakatau, aktivitas vulkanik kembali terdeteksi. Pada 29 Desember 1927, muncul aktivitas bawah laut berupa semburan abu, gas, dan material batu di kawasan bekas kaldera.
Aktivitas tersebut menandai dimulainya proses pembentukan gunung baru. Material vulkanik yang keluar dari dasar laut terus menumpuk dari waktu ke waktu. Penumpukan ini secara perlahan membangun tubuh gunung di bawah permukaan air.
Anak Krakatau Muncul ke Permukaan
Proses pembentukan Gunung Anak Krakatau berlangsung secara bertahap. Material hasil erupsi yang terus menumpuk membuat dasar gunung semakin tinggi hingga akhirnya muncul ke permukaan laut.
Pada periode 1928 hingga 1930, daratan baru mulai terbentuk dengan lebih jelas. Pemerintah kemudian menetapkan Juni 1929 sebagai salah satu tonggak kelahiran fisik Anak Krakatau. Aktivitas vulkaniknya selanjutnya berlangsung secara permanen dan semakin berkembang pada Januari 1930.
Sejak saat itu, Anak Krakatau terus mengalami pertumbuhan melalui berbagai aktivitas erupsi.
Tubuh Gunung Terus Bertambah dan Berubah
Gunung Anak Krakatau pada dasarnya masih berada dalam proses pembangunan. Setiap erupsi dapat menghasilkan lava, abu, batu, dan material vulkanik lain yang kemudian menumpuk dan membentuk tubuh gunung.
Namun, pertumbuhan gunung api tidak selalu berlangsung dengan cara bertambah besar. Aktivitas vulkanik juga dapat menyebabkan sebagian tubuh gunung longsor atau runtuh.
Salah satu peristiwa penting terjadi pada Desember 2018, ketika sebagian tubuh Anak Krakatau mengalami keruntuhan setelah aktivitas erupsi. Peristiwa tersebut memicu tsunami di kawasan Selat Sunda dan kembali menunjukkan besarnya dinamika gunung api ini.
Anak Krakatau, Gunung yang Terus Tumbuh
Sejarah terbentuknya Gunung Anak Krakatau menunjukkan bahwa sebuah gunung api dapat lahir dari proses geologi yang berlangsung selama puluhan tahun.
Berawal dari kehancuran Krakatau pada 1883, aktivitas vulkanik bawah laut pada 1927 kemudian berkembang menjadi daratan baru yang muncul ke permukaan.
Hingga kini, Anak Krakatau masih menjadi gunung api aktif yang terus mengalami perubahan bentuk akibat aktivitas vulkanik. Keberadaannya menjadi salah satu contoh nyata bagaimana letusan, penumpukan material, dan keruntuhan dapat membentuk kembali bentang alam di Indonesia.*
- Sejarah Terbentuknya Gunung Anak Krakatau
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.