Abu Anak Krakatau Nempel di Baju Jangan Dikibas! Dokter Ungkap Cara Bersihkan yang Benar

Ket. Letusan Anak Krakatau.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali terjadi secara terus-menerus pada 5 September 2026 hingga masih berlangsung pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 04.40 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut membuat debu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Bukan hanya soal jarak dari gunung api, masyarakat juga perlu memperhatikan debu vulkanik yang mungkin menempel pada pakaian, kendaraan, maupun benda-benda di sekitar rumah.

Pasalnya, partikel debu vulkanik memiliki ukuran yang sangat halus. Jika tidak dibersihkan dengan benar, debu tersebut berpotensi kembali beterbangan dan kemudian terhirup.

Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan benda yang terkena debu vulkanik.

Jangan Cuma Dikibaskan, Debu Vulkanik Harus Dicuci

Menurut Agus, pakaian atau benda yang terkena debu vulkanik sebaiknya dicuci menggunakan air.

Langkah tersebut diperlukan agar partikel debu yang menempel dapat dilarutkan dan tidak kembali beterbangan ke udara.

"Memang kalau sudah menempel di baju atau di bahan-bahan, misalnya di mobil, memang harus dicuci lagi, harus dikenai air," ujar Agus. 

Setelah dicuci, pakaian juga dianjurkan untuk dikeringkan di dalam ruangan atau indoor.

Hal ini menjadi perhatian penting terutama bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah ketika debu vulkanik sedang banyak bertebaran.

Sebab, debu yang terlihat menempel pada pakaian bukan berarti aman untuk langsung ditepuk atau dikibaskan.

Kenapa Debu Vulkanik Berbahaya Jika Terhirup?

Debu vulkanik terdiri dari partikel yang sangat halus. Ketika pakaian yang telah terpapar debu dikibaskan, partikel tersebut justru dapat kembali masuk ke udara.

Dalam kondisi tertentu, partikel yang beterbangan tersebut kemudian bisa terhirup ketika seseorang bernapas.

Karena itu, Agus menegaskan debu vulkanik yang menempel perlu dilarutkan menggunakan air.

"Jadi, dia harus dilarutkan dengan air," jelasnya.

Artinya, kebiasaan sederhana seperti mengibaskan pakaian setelah berada di luar rumah bukan cara yang tepat untuk menghilangkan debu vulkanik.

Justru, tindakan tersebut berisiko membuat partikel debu kembali beterbangan di sekitar kita.

Mobil dan Benda Lain Juga Jangan Lupa Dibersihkan

Paparan debu vulkanik bukan hanya terjadi pada pakaian.

Kendaraan, permukaan rumah, serta berbagai benda yang berada di luar ruangan juga berpotensi menjadi tempat menempelnya partikel vulkanik.

Jika benda-benda tersebut terkena debu, pembersihan menggunakan air menjadi langkah yang disarankan agar partikel tidak mudah kembali beterbangan.

Masyarakat yang baru saja melakukan aktivitas di luar rumah juga perlu memperhatikan pakaian yang digunakan.

Jangan langsung mengibaskan pakaian di dalam rumah karena debu yang menempel dapat terlepas dan bercampur dengan udara di ruangan.

Mata Terkena Debu Vulkanik? Jangan Dikucek!

Selain saluran pernapasan, mata juga menjadi bagian tubuh yang perlu diperhatikan ketika terjadi paparan debu vulkanik.

Jika partikel debu masuk atau menempel pada mata, masyarakat tidak disarankan langsung menguceknya.

Partikel yang sangat halus dapat menempel pada permukaan mata dan berpotensi menyebabkan iritasi. Mengucek mata justru dapat membuat permukaan mata semakin teriritasi.

Menurut Agus, debu yang mengenai mata juga perlu dilarutkan menggunakan air.

"Dia harus dilarutkan dengan air," pungkasnya.

Anak Krakatau Masih Erupsi, Warga Perlu Waspada

Erupsi Anak Krakatau yang berlangsung sejak 5 September 2026 menjadi pengingat bahwa masyarakat di wilayah yang terdampak debu vulkanik perlu memperhatikan bukan hanya aktivitas gunung, tetapi juga cara melindungi diri dari material erupsi.

Jika debu vulkanik mulai menyebar, penggunaan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan tinggi, serta menjaga kebersihan pakaian dan benda yang terkena debu menjadi langkah penting.

Yang tidak kalah penting, jangan menganggap debu yang hanya terlihat tipis sebagai sesuatu yang bisa diabaikan.

Partikelnya memang kecil, tetapi justru karena ukurannya sangat halus, debu dapat dengan mudah beterbangan dan masuk ke udara yang kita hirup.

Jadi, kalau pakaian atau benda di sekitar rumah sudah terkena debu vulkanik Anak Krakatau, jangan dikibaskan sembarangan. Gunakan air untuk membersihkannya, lalu keringkan di dalam ruangan.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN