5 Dampak Mengerikan Sepelekan Sunscreen, Jangan Skip Pakai Setiap Hari

Kamis, 03 Sep 2026, 18:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Buat sebagian orang, sunscreen mungkin masih dianggap sebagai produk skincare tambahan yang hanya perlu digunakan ketika hendak pergi ke luar rumah. Padahal, anggapan tersebut bisa membuat kulit terpapar sinar ultraviolet (UV) tanpa perlindungan yang cukup.

Pemakaian sunscreen setiap hari menjadi salah satu langkah penting untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV. Bukan hanya ketika matahari sedang terik, perlindungan terhadap sinar UV juga tetap dibutuhkan saat cuaca mendung dan ketika melakukan aktivitas di dalam ruangan tertentu.

Pasalnya, dampak paparan sinar UV tidak selalu langsung terlihat. Kerusakan pada kulit dapat terakumulasi dari waktu ke waktu. Artinya, kebiasaan sering melewatkan sunscreen hari ini mungkin tidak langsung membuat kulit bermasalah, tetapi paparan berulang dapat memberikan efek dalam jangka panjang.

Melansir Health, ada sejumlah dampak yang dapat terjadi ketika kulit terlalu sering terpapar sinar UV tanpa perlindungan sunscreen. Mulai dari kemerahan hingga peningkatan risiko kanker kulit, berikut lima di antaranya.

1. Kulit Mudah Merah dan Mengalami Peradangan

Salah satu efek yang dapat muncul akibat paparan sinar UV adalah peradangan pada kulit. Kondisi ini dapat membuat kulit terlihat kemerahan sekaligus melemahkan lapisan pelindung atau skin barrier. Dokter kulit Jeannette Graf, MD, menjelaskan peradangan akibat paparan UV dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi, bahkan menjadi lebih sensitif terhadap berbagai produk skincare.

Risikonya juga perlu diperhatikan oleh orang dengan fotosensitivitas, yaitu kondisi ketika kulit memberikan reaksi berlebihan terhadap paparan sinar matahari. Reaksinya dapat berupa ruam, rasa gatal atau terbakar, bercak kemerahan, hingga lepuhan pada area kulit yang terkena matahari.

2. Bintik Hitam dan Hiperpigmentasi Makin Sulit Dihindari

Ket. Foto: Ilustrasi wajah yang kemerahan. — Sumber: Magnific

Sering lupa memakai sunscreen juga dapat membuat masalah pigmentasi semakin terlihat. Paparan sinar matahari berulang dapat merangsang produksi melanin secara berlebihan dan tidak merata. Akibatnya, warna kulit dapat terlihat tidak merata dan muncul bintik hitam yang sering dikaitkan dengan tanda penuaan akibat paparan matahari.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat memicu bercak gelap dan masalah hiperpigmentasi seperti melasma. Inilah alasan sunscreen kerap menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit, terutama bagi orang yang ingin mencegah masalah pigmentasi semakin parah.

3. Risiko Kanker Kulit Bisa Meningkat

Dampak paling serius dari paparan sinar UV tentu tidak boleh dianggap sepele. Paparan UV yang berulang dapat menyebabkan kerusakan pada DNA sel kulit. Jika kerusakan tersebut memicu mutasi dan sel tidak mampu memperbaikinya dengan baik, risiko berkembangnya kanker kulit dapat meningkat.

Menurut Jeannette Graf, sinar UV dapat menembus kulit hingga tingkat sel dan memengaruhi DNA yang mengatur fungsi sel. Salah satu jenis kanker kulit yang perlu diwaspadai adalah melanoma.

Melanoma dapat menjadi kondisi serius dan berpotensi fatal apabila tidak ditemukan serta ditangani sejak dini. Karena itu, melindungi kulit dari paparan UV bukan hanya soal menjaga penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit.

4. Kulit Bisa Menua Lebih Cepat

Ingin mempertahankan kulit tetap tampak sehat dan awet muda? Jangan hanya mengandalkan serum dan moisturizer.

Paparan sinar UV merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan kulit. Mulai dari garis halus, keriput, kulit kering, hingga munculnya bintik penuaan dapat berkaitan dengan paparan matahari dalam jangka panjang.

Graf menjelaskan sinar UV dapat menembus lapisan kulit yang lebih dalam dan merusak kolagen serta elastin. Padahal, kedua komponen tersebut berperan penting dalam menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Ketika kerusakannya terjadi terus-menerus, kulit dapat kehilangan elastisitas sehingga terlihat lebih kendur dan garis-garis halus maupun keriput dapat muncul lebih cepat.

5. Luka Bisa Lebih Mudah Meninggalkan Bekas

Paparan sinar matahari berulang juga dapat memengaruhi kemampuan kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri. Lapisan terluar kulit merupakan salah satu pertahanan tubuh terhadap lingkungan, termasuk paparan sinar UV. Ketika lapisan tersebut terus mengalami kerusakan, fungsi perlindungannya dapat ikut terganggu.

Kerusakan akibat sinar matahari bahkan dapat memengaruhi tekstur kulit dan meningkatkan kemungkinan munculnya bekas setelah kulit mengalami luka atau lepuhan akibat sunburn.

Dermatolog Hannah Kopelman, DO, menjelaskan luka bakar akibat sinar matahari yang terjadi berulang dapat memengaruhi proses perbaikan dan penyembuhan kulit. Akibatnya, luka berpotensi sembuh kurang optimal dan meninggalkan bekas.

Jadi, Masih Mau Skip Sunscreen?

Lima dampak tersebut menunjukkan penggunaan sunscreen bukan semata-mata untuk membuat kulit tetap terlihat cerah atau bebas noda. Perlindungan dari sinar UV juga berkaitan dengan kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Kebiasaan melewatkan sunscreen memang mungkin tidak langsung memberikan perubahan yang terlihat dalam hitungan hari. Namun, paparan UV yang terjadi berulang dapat menumpuk dan memberikan dampak seiring waktu.

Karena itu, sunscreen sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit sehari-hari, terutama ketika kulit akan terpapar sinar matahari. Jangan sampai kebiasaan “cuma sebentar di luar” justru membuat perlindungan kulit terabaikan.

  • Sunscreen

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.