- Home
-
- Entertainment
-
- Pangeran Harry dan Megha...
Pangeran Harry dan Meghan Markle Capek Hedon, Kewalahan Bayar Pengeluaran Gaya Hidup Mewah
Rabu, 02 Sep 2026, 15:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kehidupan mewah Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali menjadi sorotan. Di tengah kabar pasangan Sussex tersebut tengah mempertimbangkan untuk kembali menetap di Inggris, muncul laporan yang menyinggung tekanan finansial akibat besarnya biaya hidup mereka.
Harry dan Meghan dikabarkan sedang mencari rumah permanen di Inggris. Jika rencana tersebut benar-benar terealisasi, pasangan ini bukan hanya harus menyiapkan dana untuk membeli atau menyewa properti baru, tetapi juga tetap menanggung berbagai pengeluaran dari kehidupan mereka di Amerika Serikat dan Portugal.
Saat ini, Harry dan Meghan masih memiliki rumah di Montecito, California. Mereka juga diketahui memiliki properti di Portugal. Artinya, biaya pemeliharaan sejumlah aset, keamanan, staf, dan kebutuhan lainnya tetap harus dibayarkan meski mereka nantinya lebih sering berada di Inggris.
Laporan RadarOnline yang mengutip seorang sumber menyebut kondisi tersebut mulai memberikan tekanan terhadap keuangan pasangan Sussex. Meski tidak disebut mengalami kebangkrutan, pengeluaran mereka dianggap sangat besar jika dibandingkan dengan pemasukan dari sejumlah kesepakatan komersial yang pernah mereka dapatkan setelah meninggalkan tugas kerajaan.
âHarry dan Meghan memang tidak bangkrut. Tapi ada perbedaan besar antara kaya dan punya uang tanpa batas,â ujar sumber tersebut.
Besarnya biaya hidup Harry dan Meghan tidak hanya berasal dari rumah mewah. Keamanan menjadi salah satu pengeluaran penting bagi pasangan tersebut. Selain itu, mereka juga harus membiayai staf, properti, perjalanan, serta berbagai aktivitas bisnis dan produksi konten.
Situasinya menjadi semakin menarik karena sejumlah kontrak besar yang pernah menjadi sumber pemasukan mereka kini berakhir.
Pada 2020, Harry dan Meghan menandatangani kesepakatan dengan Netflix yang nilainya dilaporkan mencapai sekitar US$100 juta. Namun, kerja sama tersebut berakhir pada September 2025. RadarOnline mengklaim pasangan itu kemungkinan hanya menerima sekitar US$10 juta hingga US$15 juta dari kesepakatan tersebut.
Sebelumnya, kerja sama podcast mereka dengan Spotify senilai sekitar US$20 juta juga berakhir lebih cepat pada 2023. Saat itu, muncul laporan Harry dan Meghan tidak menghasilkan konten dalam jumlah yang cukup untuk memperoleh pembayaran penuh dari kesepakatan tersebut.
Meski demikian, bukan berarti kondisi finansial Harry dan Meghan berada dalam keadaan buruk. Keduanya masih memiliki sejumlah aset dan sumber kekayaan.
Memoar Harry berjudul Spare, yang dirilis pada 2023, dilaporkan memberikan pemasukan lebih dari US$22 juta. Harry juga menerima warisan dari mendiang ibunya, Putri Diana, yang menjadi salah satu sumber dana penting setelah ia dan Meghan memutuskan meninggalkan kehidupan kerajaan.
Dalam wawancara dengan Oprah Winfrey pada 2021, Harry bahkan pernah mengungkapkan warisan dari ibunya sangat membantunya ketika ia dan Meghan keluar dari Inggris. Saat itu, ia mengatakan keinginannya sederhana: memiliki cukup uang untuk membayar keamanan dan memastikan keluarganya tetap aman.
Namun, persoalan yang kini disorot bukan semata-mata mengenai seberapa besar kekayaan yang dimiliki pasangan tersebut. Masalah utamanya disebut berkaitan dengan arus kas atau cashflow.
Harry mungkin masih memiliki aset bernilai tinggi dan kekayaan warisan, tetapi aset tidak selalu berarti uang tunai yang siap digunakan untuk membayar kebutuhan rutin. Ketika biaya keamanan, rumah, staf, perjalanan, dan berbagai kebutuhan lainnya terus berjalan setiap tahun, jumlah pengeluaran dapat menjadi sangat besar.
âTekanannya sebenarnya ada pada arus kas. Mereka punya aset berharga dan Harry memiliki kekayaan warisan, tetapi uang yang keluar setiap tahun sangat besar,â kata sumber tersebut.
Jika Harry dan Meghan benar-benar membeli rumah mewah di Inggris, beban pengeluaran mereka tentu berpotensi semakin besar. Mereka harus mengelola kehidupan di beberapa lokasi sekaligus, sementara pemasukan dari kontrak komersial besar tidak lagi sama seperti beberapa tahun sebelumnya.
Dengan kata lain, sorotan terhadap keuangan Harry dan Meghan bukan berarti mereka kehilangan seluruh kekayaan. Justru, persoalannya adalah bagaimana mempertahankan gaya hidup dengan biaya sangat tinggi ketika pemasukan rutin dari berbagai kesepakatan mulai berubah.
Kini, jika rencana kembali ke Inggris benar-benar diwujudkan, publik pun akan melihat apakah pasangan Sussex mampu mempertahankan gaya hidup mereka sekaligus mengelola aset dan arus kas dalam jangka panjang.
- Pangeran Harry
- Meghan Markle
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.