Pati Garut Ampuh Redakan Asam Lambung, Ini Cara Konsumsinya

Selasa, 01 Sep 2026, 18:00 WIB

JAKARTAMasalah asam lambung sering kali bikin aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Sensasi panas di dada, nyeri ulu hati, hingga rasa asam yang naik ke tenggorokan bisa muncul kapan saja, terutama setelah makan atau saat berbaring.

Tak heran jika berbagai bahan makanan alami mulai dilirik sebagai bagian dari pola makan yang lebih ramah bagi pencernaan. Salah satunya adalah pati garut atau arrowroot powder.

Pati yang berasal dari tanaman garut (Maranta arundinacea) ini sudah lama digunakan sebagai bahan pengental makanan. Teksturnya yang halus membuat pati garut mudah diolah menjadi bubur, minuman, maupun berbagai makanan ringan.

Namun, benarkah pati garut bisa mengatasi asam lambung?

Apa Itu Pati Garut?

Pati garut merupakan hasil ekstraksi pati dari umbi tanaman garut. Berbeda dari tepung terigu, pati garut secara alami tidak mengandung gluten sehingga kerap digunakan sebagai alternatif bahan pangan bebas gluten.

Karakteristiknya yang lembut dan mudah larut membuat pati garut cukup populer untuk berbagai olahan makanan. Pati ini juga dapat menghasilkan tekstur yang lebih kental ketika dicampur dengan air dan dipanaskan.

Karena teksturnya yang relatif ringan, pati garut kerap dianggap cocok untuk orang yang sedang mencari pilihan makanan yang tidak terlalu berat bagi sistem pencernaan.

Meski demikian, anggapan pati garut secara langsung dapat menetralkan asam lambung atau menyembuhkan GERD masih membutuhkan bukti ilmiah yang lebih kuat.

Pati Garut dan Keluhan Asam Lambung

Ket. Foto: Pati Garut. — Sumber: Istimewa

Pati garut memang bisa menjadi pilihan makanan yang sederhana, tetapi jangan buru-buru menganggapnya sebagai pengganti obat asam lambung.

GERD merupakan kondisi ketika isi lambung berulang kali naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala seperti heartburn atau regurgitasi. Penanganannya dapat meliputi perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan, hingga obat-obatan sesuai kondisi pasien.

Karena itu, pati garut lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari pola makan, bukan sebagai terapi utama.

Bagi sebagian orang, makanan dengan tekstur lembut dan tidak terlalu berlemak dapat terasa lebih nyaman dikonsumsi ketika lambung sedang sensitif. Namun, respons setiap orang terhadap makanan juga bisa berbeda.

Cara Membuat Olahan Pati Garut

Jika ingin mencoba pati garut sebagai makanan pendamping, salah satu cara paling sederhana adalah mengolahnya menjadi bubur.

Campurkan pati garut dengan sedikit air hingga larut. Setelah itu, tambahkan air panas secara perlahan sambil terus diaduk sampai teksturnya mengental.

Untuk membuatnya lebih nikmat, kamu bisa menambahkan sedikit madu atau pemanis sesuai kebutuhan. Namun, hindari menambahkan gula secara berlebihan.

Yang perlu diperhatikan, jangan menjadikan bubur pati garut sebagai satu-satunya sumber nutrisi. Tubuh tetap membutuhkan protein, sayuran, buah, lemak sehat, dan sumber karbohidrat lainnya dalam pola makan seimbang.

Jangan Salah, Ini yang Lebih Penting untuk Penderita GERD

Selain memperhatikan makanan, kebiasaan sehari-hari juga berperan penting dalam mengendalikan gejala refluks.

Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah tidak langsung berbaring setelah makan. Bagi orang yang mengalami gejala GERD pada malam hari, NIDDK menyebut makan setidaknya tiga jam sebelum berbaring atau tidur dapat membantu mengurangi gejala.

Beberapa makanan dan minuman juga dapat menjadi pemicu pada sebagian orang, termasuk makanan tinggi lemak, makanan pedas, cokelat, kopi atau sumber kafein, alkohol, serta makanan tertentu yang bersifat asam. Namun, pemicu dapat berbeda pada setiap orang sehingga penting memperhatikan makanan apa yang membuat gejala semakin parah.

Kebiasaan makan dalam porsi lebih kecil juga bisa menjadi pilihan bagi orang yang mudah mengalami keluhan setelah makan dalam jumlah banyak.

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Pati Garut

Meski berasal dari bahan alami, pati garut tetap merupakan sumber karbohidrat. Mengonsumsinya terlalu banyak tentu dapat menambah asupan kalori harian.

Karena itu, gunakan pati garut sebagai salah satu variasi makanan, bukan sebagai konsumsi utama sepanjang hari.

Selain itu, perhatikan bahan tambahan dalam olahannya. Bubur pati garut yang diberi terlalu banyak gula, santan, atau bahan tinggi lemak justru bisa menjadi kurang sesuai bagi orang yang sedang berusaha menghindari pemicu GERD.

Pada akhirnya, makanan yang cocok untuk satu orang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluhan asam lambung hanya sesekali muncul, perubahan pola makan dan gaya hidup mungkin dapat membantu mengurangi gejalanya.

Namun, jika heartburn atau refluks terjadi berulang, semakin berat, atau tidak membaik meski sudah melakukan perubahan kebiasaan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. GERD yang menetap dapat membutuhkan evaluasi dan penanganan medis yang tepat.

Terlebih jika muncul tanda bahaya seperti muntah darah, sulit menelan, nyeri dada berat, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Jadi, pati garut boleh saja menjadi pilihan makanan yang lembut untuk melengkapi pola makan, tetapi jangan menganggapnya sebagai obat utama untuk asam lambung. Menjaga pola makan, mengenali makanan pemicu, mengatur waktu makan, dan mendapatkan penanganan medis ketika diperlukan tetap menjadi langkah yang jauh lebih penting.

  • GERD
  • Asam Lambung

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.