Temukan Passion di Dunia Consulting, Mahasiswi UI ini Raih Pengerhargaan Weekend Career Expo National Business Case Competition 2026 

Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - MahasiswI Program Studi Bisnis Kreatif, Sekolah Vokasi, Universitas Indonesia (UI), Nayla Shahnaz Az Zahra, berhasil meraih posisi 3rd Winner dalam ajang Weekend Career Expo National Business Case Competition 2026 yang diselenggarakan oleh UI Women in Business (UIWB) bersama CIMB Niaga.

Mengusung tema #ThriveForImpact, kompetisi ini menantang peserta untuk merumuskan strategi agar CIMB Niaga dapat menjadi mitra keuangan utama bagi mahasiswa, sekaligus membantu generasi muda membangun perilaku keuangan yang bertanggung jawab dan kesiapan finansial dalam jangka panjang. Ketertarikan Nayla untuk mengikuti kompetisi tersebut bermula dari rasa penasaran setelah menemukan informasi perlombaan melalui media sosial.

“Awalnya benar-benar tidak ada ekspektasi untuk menang. Saya mengikuti kompetisi ini karena penasaran dan ingin tahu bagaimana rasanya menyelesaikan masalah secara riil di perusahaan besar,” ujar Nayla.

Dalam menyelesaikan studi kasus tersebut, Nayla terlebih dahulu mempelajari industri perbankan, melakukan riset mengenai mahasiswa sebagai target pengguna, serta menganalisis perilaku keuangan mereka untuk menemukan akar permasalahan. Dari proses tersebut, ia melihat bahwa kebutuhan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan aktivitas transaksi sehari-hari, tetapi juga bagaimana mereka dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat dan mempersiapkan kondisi keuangan untuk masa depan.

Berdasarkan temuan tersebut, Nayla merumuskan S.A.F.E. Strategy yang terdiri atas Start Smartly, Allocate Smartly, Finance Responsibly, dan Empower the Future. Keempat strategi tersebut disusun sebagai rangkaian customer journey, mulai dari pengenalan layanan perbankan melalui OCTO Campus, pengelolaan allowance dan budgeting melalui OCTO Smart Pocket, pemberian personalized financial guidance melalui OCTO Buddy, hingga mendorong kebiasaan menabung dan kesiapan finansial melalui OCTO Future.

“Saya berusaha memastikan setiap fitur dalam S.A.F.E. Strategy memang menjawab root cause dan memiliki fungsi dalam customer journey, bukan sekadar menambahkan fitur supaya terlihat inovatif,” jelas Nayla.

Pengalaman mengerjakan studi kasus tersebut kemudian memperkenalkan Nayla pada proses kerja di dunia consulting, mulai dari menganalisis permasalahan, mengidentifikasi akar persoalan, merumuskan strategi, hingga mempresentasikan solusi. Proses tersebut membuatnya semakin tertarik untuk mendalami bidang consulting, yang sebelumnya belum menjadi salah satu bidang yang ia pertimbangkan.

Kemampuan tersebut turut didukung oleh pengalaman pembelajaran yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Sekolah Vokasi UI. Berbagai materi seperti research, market analysis, business matrix, hingga penyusunan strategi menjadi bekal bagi Nayla dalam memahami dan menyelesaikan studi kasus yang diberikan dalam kompetisi.

Salah satu mata kuliah yang dinilainya paling relevan adalah Strategic Management. Melalui mata kuliah tersebut, Nayla pernah mendapatkan tugas untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dan menyusun strategi dengan pendekatan sebagai konsultan bisnis. Pengalaman tersebut memperkenalkannya pada proses penyusunan consulting deck, analisis permasalahan, hingga perumusan solusi yang kemudian diterapkan dalam kompetisi.

Selain kemampuan analisis, pembelajaran pada mata kuliah Human-Computer Interaction dan Desain Komunikasi Visual juga membantunya menyusun deck yang komunikatif. Pengetahuan mengenai penyajian informasi, visual hierarchy, dan pemilihan elemen visual diterapkan untuk memastikan strategi yang dirancang dapat dipahami dengan jelas oleh juri.

“Salah satu keunggulan belajar di Vokasi UI adalah banyak proses pembelajarannya yang practical dan dekat dengan industri. Kita tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibiasakan untuk learning by doing,” ungkap Nayla.

Direktur Sekolah Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., mengapresiasi capaian Nayla yang berawal dari keberanian untuk mencoba pengalaman baru. Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan kompetensi yang diperoleh selama proses pembelajaran.

“Prestasi Nayla menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Melalui kompetisi, mahasiswa dapat mengasah kemampuan analisis, pemecahan masalah, komunikasi, sekaligus kepercayaan diri. Kami berharap semakin banyak mahasiswa Sekolah Vokasi UI yang berani mengambil berbagai peluang untuk mengembangkan kompetensi dan menemukan bidang yang ingin mereka tekuni di masa depan,” ujar Safrin.

Capaian Nayla semakin menegaskan komitmen UI dalam menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan praktik dan kebutuhan industri. Pengalaman mengikuti kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan, mengembangkan kemampuan profesional, sekaligus mengenali potensi dan bidang yang ingin dikembangkan di masa depan

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN