Bekas Jerawat Bikin Minder? 8 Kandungan Skincare Ini Terbukti Bantu Samarkan Noda dan Kulit Belang

Kamis, 27 Agu 2026, 10:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bekas jerawat sering kali menjadi oleh-oleh yang tidak diinginkan setelah jerawat berhasil mereda. Bukannya langsung kembali mulus, kulit justru bisa meninggalkan noda hitam, kemerahan, hingga tekstur yang terasa tidak rata. Tak heran jika kondisi ini membuat sebagian orang kehilangan kepercayaan diri.

Masalahnya, kebiasaan memencet, mengorek, atau menyentuh jerawat secara berlebihan justru dapat memperparah peradangan. Ketika peradangan menyebabkan kerusakan pada dinding pori, risiko munculnya bekas jerawat pun dapat meningkat.

Namun, penting memahami tidak semua bekas jerawat memiliki bentuk yang sama. Noda gelap setelah jerawat umumnya berkaitan dengan hiperpigmentasi pascaperadangan, sedangkan bekas jerawat yang berupa cekungan atau perubahan permukaan kulit berkaitan dengan perubahan tekstur.

Kabar baiknya, sejumlah bahan aktif dalam skincare dapat membantu memperbaiki tampilan noda dan mendukung proses regenerasi kulit. Meski demikian, jangan tergoda menggunakan semuanya sekaligus. Terlalu banyak bahan aktif dalam satu rutinitas justru dapat membuat kulit mengalami iritasi.

Lantas, kandungan apa saja yang layak dipertimbangkan? Berikut delapannya.

1. Vitamin C

Vitamin C menjadi salah satu kandungan yang populer untuk membantu membuat kulit tampak lebih cerah. Sebagai antioksidan, bahan ini membantu melindungi kulit dari dampak radikal bebas sekaligus dapat membantu menyamarkan tampilan hiperpigmentasi.

Manfaatnya tidak berhenti di sana. Vitamin C juga berperan dalam mendukung produksi kolagen, protein penting yang membantu menjaga kulit tetap kuat dan elastis. Penggunaan yang konsisten dapat membuat warna kulit terlihat lebih merata sekaligus memberikan kesan wajah yang lebih segar.

2. Lactic Acid

Ket. Foto: Wanita yang memiliki bekas jerawat. — Sumber: Istimewa

Ingin mengangkat sel kulit mati tanpa menggunakan eksfoliator yang terasa terlalu keras? Lactic acid bisa menjadi salah satu pilihan.

Bahan ini termasuk kelompok alpha-hydroxy acid (AHA) yang membantu mengeksfoliasi permukaan kulit. Dengan mengangkat sel kulit mati secara terkontrol, lactic acid dapat membantu membuat kulit tampak lebih halus, cerah, dan merata.

Kandungan ini juga berpotensi membantu menyamarkan noda bekas jerawat secara bertahap. Namun, frekuensi pemakaian sebaiknya disesuaikan dengan toleransi kulit agar tidak berujung pada iritasi.

3. Rosehip Oil

Rosehip oil juga menarik perhatian dalam perawatan kulit karena mengandung asam lemak, termasuk linoleic acid, serta senyawa turunan vitamin A.

Kandungan tersebut dapat membantu mendukung proses regenerasi kulit serta produksi kolagen dan elastin. Rosehip oil juga berpotensi membantu memperbaiki tampilan kulit yang mengalami kemerahan dan hiperpigmentasi.

Karena kulit dapat menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari ketika menggunakan bahan yang mendukung regenerasi kulit, jangan lupakan sunscreen pada pagi dan siang hari.

4. Aloe Vera

Bukan cuma identik dengan sensasi menyejukkan, aloe vera juga dapat menjadi pilihan untuk kulit yang mudah mengalami iritasi setelah jerawat.

Aloe vera dikenal memiliki efek menenangkan sehingga dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman dan kemerahan pada kulit. Kandungan aloesin di dalamnya juga berpotensi membantu menghambat pembentukan melanin berlebih yang dapat membuat noda pascajerawat terlihat semakin gelap.

Selain itu, aloe vera dapat mendukung proses pemulihan kulit dan membantu menjaga tampilan kulit agar tetap terasa lembap dan nyaman.

5. Niacinamide

Kalau berbicara tentang skincare untuk kulit dengan noda hitam, niacinamide hampir selalu masuk dalam daftar bahan yang populer.

Dikenal sebagai vitamin B3, niacinamide memiliki berbagai manfaat untuk kulit. Kandungan ini dapat membantu menenangkan peradangan, mendukung fungsi pelindung kulit, serta membantu mengurangi tampilan hiperpigmentasi.

Dengan penggunaan yang sesuai, niacinamide dapat membantu membuat warna kulit terlihat lebih merata. Karena tersedia dalam berbagai konsentrasi, pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan toleransi kulit.

6. Salicylic Acid atau BHA

Kulit mudah berminyak dan sering berjerawat? Salicylic acid atau BHA mungkin sudah tidak asing lagi.

Berbeda dengan eksfoliator yang terutama bekerja di permukaan kulit, salicylic acid bersifat oil-soluble sehingga dapat membantu membersihkan sebum dan kotoran yang berada di dalam pori. Hal ini membuatnya banyak digunakan dalam produk untuk kulit berminyak dan rentan mengalami penyumbatan pori.

Dengan membantu menjaga pori tetap bersih dan mendukung proses pergantian sel kulit, salicylic acid dapat membantu memperbaiki tampilan kulit serta mengurangi risiko munculnya jerawat baru yang berpotensi meninggalkan bekas lagi.

Namun, pemakaian berlebihan dapat membuat kulit kering, perih, atau mengalami iritasi. Karena itu, gunakan secara bertahap.

7. Mugwort

Mugwort atau artemisia kini semakin sering ditemukan dalam berbagai produk skincare, terutama yang ditujukan untuk kulit sensitif dan mudah mengalami peradangan.

Kandungan ini dikenal memiliki senyawa antioksidan serta sifat menenangkan yang dapat membantu merawat kulit yang kemerahan atau terasa tidak nyaman. Dengan membantu menjaga kondisi kulit tetap tenang, mugwort juga dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan bagi kulit yang rentan berjerawat.

Kulit yang terawat dan tidak terus-menerus mengalami peradangan tentu dapat membantu proses perbaikan tampilan noda bekas jerawat secara bertahap.

8. Centella Asiatica atau Cica

Centella asiatica, yang lebih populer dengan sebutan cica, menjadi salah satu bahan favorit untuk kulit sensitif.

Cica dikenal karena sifatnya yang menenangkan dan dapat membantu merawat kulit yang mengalami kemerahan akibat peradangan. Kandungan ini juga mendukung proses pemulihan kulit sehingga kerap digunakan dalam produk yang ditujukan untuk memperkuat dan merawat skin barrier.

Dengan kondisi kulit yang lebih tenang dan terawat, tampilan bekas jerawat pun dapat terlihat lebih baik secara perlahan.

Jangan Asal Campur Semua Bahan Aktif!

Meski delapan kandungan tersebut memiliki potensi untuk membantu memperbaiki tampilan bekas jerawat, bukan berarti semuanya harus dipakai dalam satu waktu.

Memadukan terlalu banyak bahan aktif justru dapat meningkatkan risiko kulit kering, perih, kemerahan, hingga iritasi. Karena itu, lebih baik mengenali kebutuhan kulit dan memperkenalkan produk baru secara bertahap.

Yang tak kalah penting, gunakan sunscreen secara rutin pada pagi dan siang hari. Paparan sinar ultraviolet dapat membuat hiperpigmentasi tampak semakin gelap dan menghambat upaya untuk mendapatkan warna kulit yang lebih merata.

Perlu diingat pula skincare memiliki keterbatasan. Noda bekas jerawat umumnya dapat memudar secara bertahap, tetapi bekas jerawat berupa cekungan atau perubahan tekstur yang dalam tidak selalu bisa hilang hanya dengan produk skincare.

Jadi, kunci utamanya bukan sekadar mencari kandungan yang paling kuat, melainkan memilih bahan yang sesuai dengan kondisi kulit, menggunakannya secara konsisten, dan tidak terburu-buru mengejar hasil instan.

  • skincare
  • vitamin c

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.