Perdagangan Manusia atau Pembunuhan Berantai? Viral Kasus Janggal Orang Hilang di Jeju Korea Selatan Tuai Kontroversi
Rabu, 26 Agu 2026, 15:05 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Jeju, Korea Selatan, tengah menjadi sorotan setelah muncul serangkaian kasus orang hilang yang berujung pada penemuan jenazah. Situasi semakin menghebohkan setelah terungkap dugaan penanganan laporan yang tidak semestinya oleh seorang polisi lokal.
Dalam periode yang berdekatan, empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang hilang selama 104 hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal.
Di tengah rentetan kasus tersebut, muncul pula dugaan perdagangan manusia yang diungkap seorang WNI melalui media sosial.
Pertanyaannya pun bermunculan, apakah berbagai kejanggalan di Jeju ini saling berkaitan? Apakah ada jaringan perdagangan manusia, atau justru publik sedang berhadapan dengan kemungkinan kasus pembunuhan berantai?
Namun, hingga kini belum ada bukti yang membuktikan kedua dugaan tersebut.
Ratusan Kasus Orang Hilang Diduga Ditutup
Sorotan bermula dari terbongkarnya dugaan manipulasi penanganan laporan orang hilang oleh seorang polisi di Jeju. Polisi tersebut diduga menangani sekitar 298 kasus orang hilang selama 17 bulan. Namun, sejumlah laporan diduga ditutup tanpa proses pencarian dan verifikasi keberadaan korban secara memadai.
Modus yang diduga dilakukan cukup mengkhawatirkan.
Polisi disebut memberi tahu keluarga orang yang dilaporkan hilang sudah ditemukan, berada dalam kondisi aman, atau berhasil dihubungi. Padahal, dalam beberapa kasus, orang tersebut diduga belum pernah benar-benar ditemukan maupun dihubungi.
Akibatnya, laporan ditutup dan pencarian berhenti.
Kondisi tersebut baru diketahui setelah sejumlah keluarga kembali melaporkan kehilangan karena anggota keluarga mereka ternyata belum pulang.
Kasus Jang Mi Ran Jadi Sorotan
Salah satu kasus yang kemudian menjadi perhatian besar adalah hilangnya Jang Mi Ran (37). Jang Mi Ran dilaporkan hilang sejak Mei 2026. Namun, kasusnya diduga ditutup pada hari yang sama setelah polisi mencatat korban telah berhasil dihubungi.
Belakangan, muncul dugaan kontak tersebut sebenarnya tidak pernah dilakukan. Setelah laporan dibuka kembali, pencarian terhadap Jang Mi-ran dilakukan secara lebih serius.
Namun, setelah 104 hari, Jang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Yang semakin membuat publik bertanya-tanya, jasadnya ditemukan relatif dekat dari tempat tinggal atau penginapan jangka panjangnya.
Penemuan tersebut memunculkan pertanyaan, bagaimana mungkin seseorang yang dilaporkan hilang selama berbulan-bulan akhirnya ditemukan tidak jauh dari tempat terakhirnya tinggal?
Meski demikian, kejanggalan tersebut belum otomatis membuktikan adanya tindak pembunuhan.
Empat Jenazah Ditemukan dalam Tiga Hari
Kasus semakin menjadi sorotan setelah dalam rentang 22 hingga 24 Agustus, empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sejumlah lokasi di Jeju. Salah satunya merupakan pria berusia 60-an yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 2 Juli.
Kasus tersebut disebut sempat ditutup dengan pola yang serupa. Setelah keluarga kembali melaporkan kehilangan pada 21 Agustus, pencarian dilakukan dan korban ditemukan meninggal sehari kemudian.
Kemudian, seorang pria berusia 70 an ditemukan meninggal di perairan Sinheung-ri pada 23 Agustus. Ia diketahui baru dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
Pada 24 Agustus, Jang Mi Ran juga ditemukan meninggal dunia.
Rangkaian penemuan tersebut membuat publik semakin mempertanyakan apakah ada pola tertentu di balik kasus orang hilang di Jeju.
Empat Pejabat Polisi Dicopot
Skandal penanganan laporan tersebut akhirnya tidak hanya menyeret polisi yang diduga melakukan pelanggaran. Empat pejabat kepolisian di Jeju dilaporkan dicopot sementara dari tugas untuk menjalani pemeriksaan terkait persoalan tersebut.
Seluruh kasus yang pernah ditangani polisi yang bersangkutan juga menjadi perhatian. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat laporan lain yang ditutup secara tidak semestinya.
Dengan demikian, persoalannya bukan hanya tentang satu korban atau satu laporan.
Ada ratusan kasus yang kini harus ditinjau kembali.
Dugaan Perdagangan Manusia Ikut Mencuat
Di tengah kasus tersebut, muncul cerita dari seorang WNI yang mengaku ingin melaporkan dugaan perdagangan manusia di Jeju. Melalui media sosial, WNI tersebut mengklaim ada pihak yang merekrut orang dari Indonesia untuk dikirim ke Jeju dengan iming-iming pekerjaan.
Ia menyebut biaya yang dibayarkan untuk setiap orang mencapai sekitar 7 juta won. Jumlah orang yang disebut telah dikirim pun diklaim mencapai ratusan, bahkan kemungkinan lebih dari seribu orang.
Sebagian dari mereka disebut bekerja tanpa status tinggal resmi, sementara sebagian lainnya mengajukan status pengungsi setelah tiba di Korea Selatan. WNI tersebut mengaku melaporkan dugaan itu kepada Kantor Imigrasi Jeju dan Kedutaan Besar Indonesia di Korea Selatan.
Namun, para korban yang disebutnya sebagai imigran ilegal diduga takut melapor secara langsung karena khawatir dengan status keimigrasian mereka.
Perdagangan Manusia atau Pembunuhan Berantai?
Di sinilah spekulasi mulai bermunculan. Kasus perdagangan manusia, ratusan laporan orang hilang, serta penemuan empat jenazah dalam waktu tiga hari tentu menjadi kombinasi informasi yang mudah memicu dugaan adanya hubungan.
Namun, sampai saat ini belum ada bukti resmi yang menghubungkan dugaan perdagangan manusia dengan empat kasus kematian tersebut. Begitu pula dengan dugaan pembunuhan berantai.
Empat orang ditemukan meninggal dalam periode berdekatan memang mengundang pertanyaan, tetapi hal tersebut belum cukup untuk menyimpulkan  mereka menjadi korban pelaku yang sama.
Jeju Kini Dibanjiri Tanda Tanya
Untuk saat ini, perdagangan manusia dan dugaan pembunuhan berantai masih sebatas kemungkinan atau spekulasi yang belum terbukti.
Yang menjadi perhatian serius adalah dugaan penyimpangan dalam penanganan ratusan laporan orang hilang serta ditemukannya sejumlah korban dalam kondisi meninggal.
Sebenarnya apa yang terjadi di balik rentetan kasus orang hilang yang penuh kejanggalan ini?
- Korea Selatan
- perdagangan manusia jeju
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.