Mau Mulai Sustainable Fashion? Desainer Adrie Basuki Ungkap Cara Sederhananya

Selasa, 25 Agu 2026, 22:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Industri fesyen terus berkembang, tetapi di balik tren dan produksi pakaian yang semakin cepat, muncul persoalan lingkungan yang tidak bisa diabaikan.

Konsep sustainable fashion pun semakin banyak diperbincangkan sebagai salah satu cara untuk mengurangi dampak industri fesyen terhadap lingkungan.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Menurut data United Nations Environment Programme (UNEP) yang dikutip kumparanWOMAN, industri fesyen dan tekstil menghasilkan sekitar 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun secara global. Industri tersebut juga menyumbang sekitar 2–8 persen emisi gas rumah kaca dunia serta sekitar 9 persen mikroplastik yang mencemari lautan setiap tahunnya.

Melihat besarnya dampak tersebut, menerapkan gaya hidup berkelanjutan dalam berpakaian bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Namun, sustainable fashion bukan berarti harus terus membeli pakaian yang memiliki label ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Adrie Basuki, seorang circular fashion designer. Menurutnya, membeli satu produk berkelanjutan setiap hari atau setiap minggu justru tidak mencerminkan prinsip sustainable fashion.

Mulai dari Capsule Collection

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memiliki capsule collection, yaitu kumpulan pakaian yang versatile dan mudah dipadupadankan untuk berbagai kesempatan.

Dengan memiliki pakaian yang dapat digunakan dalam berbagai situasi, seseorang tidak perlu terus membeli item baru hanya karena membutuhkan pakaian untuk acara tertentu. Prinsipnya adalah memaksimalkan penggunaan pakaian yang sudah dimiliki agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Adrie juga menyarankan agar seseorang mengenali dirinya sendiri sebelum membeli pakaian. Mulai dari memahami gaya personal, mengetahui pakaian seperti apa yang cocok, hingga membayangkan kapan dan bagaimana sebuah pakaian akan digunakan.

Dengan cara tersebut, pakaian yang dibeli tidak hanya menarik ketika pertama kali dikenakan, tetapi tetap relevan dan nyaman digunakan dalam berbagai kesempatan.

Jangan Hanya Tergiur Label Sustainable

Sustainable fashion juga tidak semata-mata soal membeli produk yang diberi label berkelanjutan. Cara seseorang memilih, menggunakan, dan merawat pakaian juga menjadi bagian penting dari prinsip tersebut.

Artinya, membeli lebih sedikit tetapi menggunakan pakaian secara maksimal dapat menjadi langkah sederhana untuk memulai kebiasaan yang lebih berkelanjutan.

Sebelum membeli pakaian baru, seseorang bisa mempertimbangkan apakah item tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah mudah dipadukan dengan koleksi yang sudah ada, serta apakah akan sering digunakan.

Kenapa Produk Sustainable Fashion Lebih Mahal?

Harga juga menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang ingin beralih ke sustainable fashion. Produk fesyen berkelanjutan memang sering kali memiliki harga lebih tinggi dibandingkan produk fast fashion.

Menurut Adrie, salah satu alasannya adalah proses pembuatan yang lebih panjang. Produk atau kain sustainable juga rata-rata masih menggunakan banyak pengerjaan tangan sehingga biaya tenaga kerja atau labor cost menjadi lebih tinggi.

Namun, bagi Adrie, membeli produk sustainable bukan sekadar membayar sebuah pakaian. Ada cerita dan proses panjang di balik produk tersebut yang juga menjadi bagian dari nilai yang dibeli.

Hal itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap para pengrajin yang mempertahankan keterampilan serta praktik fesyen berkelanjutan di Indonesia.

  • aksesori fashion

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.