Sering Komentar Soal Makanan dan Bentuk Tubuh Anak? Kenali Fenomena “Almond Mom”

Minggu, 23 Agu 2026, 21:50 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Istilah “almond mom” belakangan ramai digunakan di media sosial untuk menggambarkan sosok ibu yang menerapkan pola makan sangat ketat dan tanpa sadar menanamkan standar tubuh tertentu kepada anak.

Fenomena ini menjadi perhatian karena kebiasaan orang tua dalam membicarakan makanan, berat badan, dan penampilan dapat memengaruhi cara anak memandang tubuhnya sendiri.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Istilah tersebut sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada ibu. “Almond mom” juga dapat merujuk pada orang tua yang memiliki pola makan sangat restriktif kemudian berusaha menerapkan kebiasaan tersebut kepada anak. Perilaku ini sering kali berkaitan dengan budaya diet yang terlalu mengutamakan tubuh kurus dibandingkan kesehatan secara menyeluruh.

Popularitas istilah “almond mom” bermula dari sebuah cuplikan acara The Real Housewives of Beverly Hills pada 2013. Dalam video tersebut, Yolanda Hadid menyarankan putrinya, Gigi Hadid, untuk mengonsumsi beberapa buah almond setelah Gigi mengatakan dirinya merasa lemas akibat menjalani diet ketat. Cuplikan itu kemudian kembali viral di media sosial pada awal 2020-an dan semakin populer pada 2022.

Dari sinilah istilah tersebut berkembang menjadi pembahasan yang lebih luas mengenai pola asuh dan budaya diet. Banyak perempuan muda di media sosial membagikan pengalaman mereka ketika tumbuh dalam lingkungan yang terlalu memperhatikan makanan, berat badan, maupun bentuk tubuh.

Salah satu ciri yang sering dikaitkan dengan “almond mom” adalah kebiasaan membatasi makanan secara ekstrem. Orang tua mungkin terlalu fokus pada makanan rendah kalori atau makanan yang dianggap “sehat”, hingga mengesampingkan kebutuhan tubuh dan keseimbangan nutrisi.

Selain itu, makanan juga dapat diberi label sebagai sesuatu yang “baik” atau “buruk”. Komentar seperti mempertanyakan apakah anak benar-benar membutuhkan porsi kedua atau menyebut makanan tertentu sebagai “makanan curang” dapat membuat anak mulai menganggap makanan sebagai sesuatu yang harus ditakuti atau dirasa bersalah setelah dikonsumsi.

Pembicaraan mengenai diet dan bentuk tubuh yang dilakukan terus-menerus juga dapat membuat anak semakin sadar terhadap penampilannya. Alih-alih belajar menghargai tubuh berdasarkan fungsi dan kesehatannya, anak berisiko menghubungkan nilai dirinya dengan ukuran tubuh atau penampilan fisik.

Dampaknya tidak berhenti pada kebiasaan makan. Anak yang sejak kecil terpapar budaya diet berisiko mengalami persoalan citra tubuh dan pola makan yang tidak sehat. Hubungan dengan makanan dapat berubah menjadi penuh tekanan, mulai dari pembatasan makan hingga makan berlebihan ketika mendapatkan makanan yang sebelumnya dilarang.

Lingkungan yang terlalu menekankan kekurusan juga dapat membuat anak mengembangkan pandangan negatif terhadap tubuhnya sendiri. Dalam jangka panjang, pola tersebut berpotensi memengaruhi rasa percaya diri dan cara anak mengambil keputusan mengenai makanan.

Karena itu, orang tua perlu membangun hubungan yang lebih sehat antara anak dan makanan. Fokus pengasuhan sebaiknya diarahkan pada nutrisi, keseimbangan, dan kebutuhan tubuh, bukan menjadikan makanan sebagai sesuatu yang memiliki nilai moral.

Anak juga perlu diberi kesempatan untuk mengenali rasa lapar dan kenyang. Orang tua dapat membantu mereka memahami bahwa makanan merupakan sumber energi sekaligus bagian dari kenikmatan hidup, tanpa harus terus-menerus mengaitkannya dengan berat badan atau bentuk tubuh.

Menghindari komentar negatif mengenai tubuh, baik tubuh anak maupun orang lain, juga menjadi langkah penting. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk menghargai apa yang dapat dilakukan tubuhnya, bukan hanya bagaimana tubuh tersebut terlihat.

Jika kebiasaan diet yang terlalu ketat sudah sulit diubah, berkonsultasi dengan ahli gizi atau terapis yang menggunakan pendekatan inklusif terhadap berat badan dapat menjadi pilihan. Dukungan profesional dapat membantu individu maupun keluarga membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan citra tubuh.

  • Cara Parenting
  • Artis Co Parenting

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.