Fatmawati Menjahit Bendera Merah Putih Saat Hamil, Begini Kisah di Baliknya

Minggu, 16 Agu 2026, 14:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Fatmawati tidak bisa dipisahkan dari sejarah Kemerdekaan Indonesia. Sosok yang dikenal sebagai istri Presiden Soekarno sekaligus Ibu Negara pertama Republik Indonesia itu memiliki peran penting dalam salah satu momen paling bersejarah bangsa, yakni Proklamasi 17 Agustus 1945.

Fatmawati dikenang sebagai perempuan yang menjahit bendera Merah Putih yang kemudian dikibarkan dalam upacara Proklamasi Kemerdekaan. Di balik kain sederhana tersebut terdapat kisah perjuangan yang membuat namanya terus dikenang hingga sekarang.

Ket. Foto: Fatmawati dan Ir. Soekarno — Sumber: ANTARA

Biografi Singkat Fatmawati

Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923. Ia merupakan putri dari Hassan Din dan Siti Chadijah yang dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah di Bengkulu.

Sejak masih muda, Fatmawati sudah aktif dalam kegiatan organisasi. Ia pernah bergabung dengan Nasyiatul Aisyiyah, organisasi perempuan yang berada di bawah Muhammadiyah, sehingga sejak remaja dirinya telah dekat dengan aktivitas sosial dan pendidikan.

Pertemuan Fatmawati dengan Soekarno

Pertemuan Fatmawati dengan Soekarno terjadi ketika sang proklamator menjalani masa pengasingan di Bengkulu. Soekarno yang memiliki hubungan baik dengan ayah Fatmawati kemudian mengajar di sekolah Muhammadiyah dan sempat menjadi guru bagi Fatmawati.

Hubungan keduanya kemudian berkembang hingga akhirnya Soekarno menikahi Fatmawati pada 1 Juni 1943. Setelah pernikahan tersebut, Fatmawati ikut mendampingi perjalanan Soekarno yang saat itu tengah terlibat dalam perjuangan politik menuju kemerdekaan Indonesia.

Rumah Tangga dan Lima Anak

Dari pernikahannya dengan Soekarno, Fatmawati dikaruniai lima orang anak. Mereka adalah Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Kehidupan rumah tangga keduanya kemudian menghadapi persoalan ketika Soekarno menyampaikan keinginannya untuk menikah lagi. Fatmawati yang tidak menyetujui poligami akhirnya memilih meninggalkan istana dan menjalani kehidupan terpisah dari Soekarno.

Fatmawati Menjahit Bendera Merah Putih

Peran Fatmawati dalam sejarah kemerdekaan paling dikenal melalui kisah ketika dirinya menjahit bendera Merah Putih. Menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945, ia berinisiatif menyiapkan bendera yang akan digunakan dalam upacara bersejarah tersebut.

Mendapatkan kain berwarna merah dan putih pada masa itu bukan perkara mudah. Namun, Fatmawati akhirnya memperoleh kain yang diperlukan dengan bantuan Shimizu, seorang tokoh yang menjadi perantara Jepang dalam hubungan dengan pihak Indonesia.

Yang membuat kisah tersebut semakin berkesan, Fatmawati menjahit bendera dalam kondisi sedang hamil besar. Dengan tangannya sendiri, ia menyatukan kain merah dan putih yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya Republik Indonesia.

Sang Saka Merah Putih Dikibarkan Saat Proklamasi

Bendera yang dijahit Fatmawati kemudian dikibarkan dalam upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Upacara tersebut berlangsung di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Pengibaran bendera dilakukan setelah Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan. Bendera tersebut kemudian dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih dan menjadi salah satu benda bersejarah yang memiliki nilai simbolis tinggi bagi bangsa Indonesia.

Akhir Hayat Fatmawati

Fatmawati meninggal dunia pada 14 Mei 1980 dalam usia 57 tahun. Ia meninggal akibat serangan jantung ketika berada di Kuala Lumpur, Malaysia, setelah melakukan perjalanan pulang dari Makkah seusai menjalankan ibadah umrah.

Jenazah Fatmawati kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Hingga kini, namanya tetap dikenang melalui berbagai bentuk penghormatan, termasuk penggunaan nama Fatmawati untuk sejumlah fasilitas dan tempat penting di Indonesia.

Warisan Fatmawati bagi Indonesia

Kisah Fatmawati menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berada di medan politik atau pertempuran. Peran perempuan di balik layar juga memiliki arti besar dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan.

Bendera yang dijahit Fatmawati menjadi simbol yang mengingatkan masyarakat pada perjuangan dan pengorbanan menjelang lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. Setiap peringatan 17 Agustus, kisah tersebut kembali menjadi bagian dari ingatan kolektif tentang orang-orang yang berkontribusi dalam sejarah kemerdekaan.

  • 17 Agustus
  • Hari Kemerdekaan Indonesia

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.