Jangan Anggap Sepele, 5 Gangguan Menstruasi Ini Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan
Kamis, 13 Agu 2026, 22:55 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM -Â Menstruasi merupakan proses alami yang dialami perempuan sebagai bagian dari sistem reproduksi.
Namun, perubahan pada pola menstruasi tidak selalu bisa dianggap sebagai sesuatu yang normal. Gangguan pada otak, ovarium, rahim, maupun organ reproduksi lainnya dapat memengaruhi proses menstruasi.
RS Pondok Indah menjelaskan bahwa terdapat sejumlah gangguan menstruasi yang perlu diperhatikan, mulai dari menstruasi yang tidak kunjung datang hingga nyeri yang terasa sangat berat. Mengenali perubahan tersebut penting agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Salah satu gangguan yang perlu diperhatikan adalah amenorea atau kondisi ketika menstruasi tidak datang. Amenorea terbagi menjadi primer dan sekunder. Amenorea primer dapat terjadi ketika seorang perempuan belum mengalami menstruasi hingga usia tertentu, sementara amenorea sekunder terjadi ketika seseorang yang sebelumnya memiliki siklus menstruasi teratur tiba-tiba berhenti menstruasi selama tiga bulan atau lebih. Kondisi ini dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk stres, perubahan berat badan secara ekstrem, olahraga berlebihan, penggunaan obat tertentu, kehamilan, menyusui, maupun gangguan pada organ reproduksi.
Gangguan berikutnya adalah menoragia, yaitu perdarahan menstruasi yang berlebihan. Kondisi ini dapat ditandai dengan jumlah darah yang banyak, durasi menstruasi yang berlangsung lebih lama, atau keluarnya gumpalan darah berukuran besar. Perdarahan dalam jumlah banyak dan berlangsung lama juga dapat meningkatkan risiko anemia. Penyebabnya beragam, mulai dari mioma atau adenomiosis hingga gangguan hormon dan masalah pembekuan darah.
Nyeri menstruasi atau dismenorea juga tidak boleh selalu dianggap sebagai keluhan biasa. Nyeri berupa kram di perut bagian bawah memang dapat terjadi ketika menstruasi, tetapi rasa sakit yang sangat berat, berlangsung terus-menerus, atau disertai keluhan lain perlu mendapat perhatian. Dismenorea sekunder bahkan dapat berkaitan dengan kondisi tertentu seperti endometriosis.
Selain itu, ada oligomenorea, yaitu kondisi ketika menstruasi terjadi lebih jarang dari biasanya. Siklus yang terlalu panjang dapat berkaitan dengan gangguan ovulasi maupun ketidakseimbangan hormon. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat berhubungan dengan gangguan kesuburan.
Gangguan menstruasi lainnya adalah PMS atau sindrom pramenstruasi. Gejalanya dapat berupa perubahan fisik seperti perut kembung dan gangguan pencernaan serta perubahan suasana hati menjelang menstruasi. Pada sebagian perempuan, keluhan tersebut dapat menjadi sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan dikenal sebagai PMDD atau Premenstrual Dysphoric Disorder.
Penyebab gangguan menstruasi sendiri tidak selalu sama pada setiap perempuan. Ketidakseimbangan hormon menjadi salah satu faktor, tetapi stres, perubahan berat badan, gangguan tiroid, PCOS, penggunaan kontrasepsi, endometriosis, fibroid rahim, hingga beberapa penyakit kronis juga dapat memengaruhi siklus menstruasi.
Karena itu, perubahan pola menstruasi sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika terjadi berulang atau disertai keluhan yang mengganggu aktivitas. Pemeriksaan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan dapat membantu mengetahui penyebab gangguan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
- Darah Haid Menempel di Seprei
- Health
Redaktur: Muhammad Ihsan Karim
Penulis: Muhammad Ihsan Karim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.