Pemerintah Petakan Potensi Unggulan Kepulauan Tanimbar Guna Buka Lapangan Kerja Baru

Rabu, 12 Agu 2026, 09:37 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar membahas pengembangan subsektor unggulan ekonomi kreatif dari wilayah Timur Indonesia bersama Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Juliana Chatarina Ratuanak. Kementerian Ekraf menilai penguatan wastra, kriya, seni budaya, kuliner, pariwisata berbasis alam, dan ekonomi kreatif digital di Tanimbar begitu potensial terlebih Maluku juga menjadi bagian dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekraf. 

“Kita perlu menyederhanakan dan memetakan kekayaan potensi ekonomi kreatif yang ada di Tanimbar. Misalnya, dari 47 motif tenun bisa dipilih motif-motif yang paling unggul dan penting secara identitas budaya untuk diungkapkan melalui storytellingnya sehingga bisa dikembangkan secara ekonomi. Dengan begitu, pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan bersama,” ungkap Wamen Ekraf saat menerima kunjungan dari perwakilan Pemkab Kepulauan Tanimbar di Autograph Tower, Jakarta, kemarin.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Wamen Ekraf menekankan bahwa pengembangan ekraf di Kepulauan Tanimbar berfokus pada peningkatan nilai tambah dan keberlanjutan lingkungan (eco-friendly), bukan sekadar kuantitas produksi. Strategi utama dimulai dari kurasi produk unggulan, penguatan narasi budaya, peningkatan kualitas, hingga pemetaan segmentasi pasar yang tepat.

“Kepulauan Tanimbar tidak harus mendatangkan orang sebanyak-banyaknya. Hal yang perlu dicari yaitu mereka yang bersedia membayar untuk mendapat pengalaman yang autentik dari alam dan budaya Kepulauan Tanimbar yang tetap terjaga. Kalau talenta sudah siap, Kementerian Ekraf juga bisa mengkoneksikan dengan pelatihan digital marketing melalui program seperti Emak-Emak Matic. Sebab yang terpenting sepeti apa kekayaan laut dan alam tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakatnya,” imbuh Wamen Ekraf.

Wabup Kepulauan Tanimbar memaparkan kekayaan agrikultur, maritim, dan budaya Tanimbar yang meliput bahasa, seni tari, musik, cerita rakyat, ukiran, anyaman, hingga tenun ikat. Saat ini, tenun ikat Tanimbar memegang peranan krusial sebagai pakaian adat resmi Provinsi Maluku, sehingga memerlukan dorongan hilirisasi agar memberi dampak ekonomi nyata bagi para pengrajin.

“Kami tidak ingin ekonomi kreatif Kepulauan Tanimbar hanya menjadi kekayaan budaya yang dilestarikan. Kami ingin menjadikan potensi lokal sebagai sumber nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Wabup Tanimbar.

Wabup Tanimbar menambahkan pengembangan ekonomi kreatif Tanimbar masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses pasar, konsistensi produksi dan desain, branding, kemasan, pembiayaan, serta konektivitas akibat karakter geografis kepulauan. Maka, pemerintah daerah tengah melakukan pendataan pejuang ekonomi kreatif, pembinaan UMKM, fasilitasi kelompok dan komunitas, serta pengembangan promosi serta event budaya secara lebih terstruktur.

“Harapan ke depan, tentu kita bisa kerjasama untuk mengembangkan bagaimana memperkuat sumber daya manusia, membuka jalur dan peluang supaya potensi lokal bisa diperdagangkan (akses pasar), dan seperti apa upgrade UMKM bisa naik kelas sehingga semuanya bermuara terhadap kesejahteraan masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar,” tutup Wabup Tanimbar.

  • ekonomi kreatif

Redaktur: M Zaki Alatas

Penulis: M Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.