- Home
-
- Entertainment
-
- Pangeran William Ngamuk ...
Pangeran William Ngamuk Kate Middleton Diminta Ganti Nama Demi Camilla, Alasannya Syok
Rabu, 12 Agu 2026, 10:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Hubungan Pangeran William dan Kate Middleton kembali menjadi sorotan setelah muncul klaim mengejutkan mengenai persoalan nama sang Princess of Wales. William disebut pernah dibuat murka ketika Kate diminta mengubah ejaan nama depannya dari Catherine menjadi Katherine.
Permintaan tersebut bukan muncul karena persoalan pribadi atau kesalahan administrasi. Menurut penulis biografi kerajaan Christopher Andersen, perubahan ejaan tersebut berkaitan dengan persoalan inisial dan simbol kerajaan yang melibatkan Raja Charles III serta Ratu Camilla.
Kisah tersebut diungkap Andersen dalam buku terbarunya berjudul Kate! The Courage, Grace, and Power of the Woman Who Will Be Queen. Buku itu menguak berbagai cerita mengenai kehidupan Kate, termasuk dinamika yang disebut terjadi di lingkungan keluarga kerajaan Inggris.
Dalam buku tersebut, Andersen menjelaskan Charles dan Camilla memiliki monogram kerajaan yang menampilkan dua huruf C yang saling terkait dan berada di bawah mahkota. Kemunculan huruf C dalam nama Catherine disebut-sebut menjadi salah satu pertimbangan di balik permintaan agar Kate menggunakan ejaan Katherine.
Secara sederhana, perubahan tersebut akan membuat inisial nama Kate menjadi K sehingga tidak menambah penggunaan huruf C dalam identitas kerajaan.
Namun, permintaan yang mungkin terlihat sepele itu ternyata diklaim memicu reaksi keras dari Pangeran William.
Andersen menyebut William merasa keberatan karena permintaan tersebut dianggap tidak masuk akal dan terlalu mencampuri identitas istrinya. Putra sulung Raja Charles III itu bahkan dikisahkan langsung mengambil sikap untuk membela Kate.
Menurut Andersen, William menilai permintaan tersebut bukan sekadar persoalan teknis mengenai monogram. Ia disebut melihatnya sebagai sesuatu yang berpotensi menyinggung Kate sekaligus keluarga Middleton yang telah memberikan nama Catherine sejak lahir.
"William yang marah merespons demi membela istrinya," tulis Andersen dalam bukunya, seperti dikutip Fox News.
Klaim tersebut tentu menarik perhatian karena hubungan William dan Kate selama ini kerap dipandang sebagai salah satu pasangan paling solid di keluarga kerajaan. Di balik citra tersebut, kisah ini menggambarkan bahwa keduanya juga menghadapi persoalan internal yang mungkin tidak selalu terlihat oleh publik.
Meski demikian, Istana Kensington memilih tidak memberikan komentar ketika dimintai konfirmasi mengenai isi buku tersebut. Artinya, kisah mengenai reaksi William dan permintaan perubahan ejaan nama Kate masih sebatas klaim yang dituliskan dalam buku biografi tersebut.
Sementara itu, publik selama ini memang jauh lebih akrab dengan nama "Kate" atau "Kate Middleton". Namun, nama resmi yang digunakan oleh Princess of Wales adalah Catherine.
Andersen juga menggambarkan Kate sebagai perempuan yang memiliki karakter kuat. Meski dikenal publik sebagai sosok yang anggun, hangat, dan penuh perhatian, ia disebut memiliki prinsip yang sangat teguh, terutama mengenai bagaimana dirinya ingin dikenal.
Menariknya, Andersen menegaskan bahwa Kate sebenarnya tidak disebut memiliki masalah pribadi dengan Charles. Ia bahkan menyebut Kate menyukai ayah mertuanya dan tidak menyimpan dendam kepadanya.
Karena itu, penulis tersebut menduga gagasan mengenai perubahan ejaan nama kemungkinan berasal dari pihak lain, bukan dari Charles secara langsung.
Bagi Kate, Catherine bukan sekadar rangkaian huruf. Nama tersebut diberikan kedua orangtuanya dan menjadi bagian penting dari identitasnya sejak lahir. Mengubahnya hanya demi menghindari kemunculan huruf C dalam simbol kerajaan dianggap sebagai permintaan yang sulit diterima.
Kisah ini pun kembali memunculkan perbincangan mengenai betapa detailnya aturan dan simbol di lingkungan kerajaan Inggris. Bahkan persoalan sederhana seperti satu huruf dalam nama ternyata dapat menjadi bagian dari dinamika keluarga kerajaan.
Di balik kemewahan, gelar, dan protokol kerajaan, kisah tersebut menunjukkan urusan identitas pribadi tetap menjadi hal sensitif. Terlebih bagi Kate yang kini dipersiapkan menjalankan peran semakin besar sebagai calon Ratu Inggris di masa mendatang.
Jika klaim Andersen benar, sikap William yang disebut langsung membela Kate memperlihatkan betapa pentingnya nama dan identitas tersebut bagi sang Princess of Wales. Persoalan satu huruf pun ternyata mampu memicu ketegangan dan memperlihatkan sisi lain kehidupan keluarga kerajaan yang jarang diketahui publik.
- Raja Charles III
- Camilla
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.