Ivan Gunawan Bikin Batik Madura Mendunia, Pameran Fashion Imersif Sukses Raih Rekor MURI
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ivan Gunawan kembali mencuri perhatian lewat karya fashion yang tidak hanya mengandalkan kemewahan busana. Kali ini, desainer sekaligus figur publik tersebut berhasil membawa kekayaan budaya Indonesia ke dalam sebuah pengalaman visual yang modern dan berbeda.
Melalui Nusanova 2.0 "Sekar Jagat", Ivan Gunawan sukses mencatatkan nama dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Pameran tersebut resmi mendapat penghargaan sebagai Pameran Busana Imersif Pertama Berbasis Corak Batik Sekar Jagat Khas Madura.
Penghargaan tersebut diberikan pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Jakarta. Pencapaian ini menjadi momen penting bagi perjalanan Nusanova 2.0 "Sekar Jagat", yang sebelumnya telah digelar selama tujuh hari di D'Gallerie, Jakarta, pada 3-9 Agustus 2026.
Menariknya, pameran tersebut dibuka untuk masyarakat tanpa biaya masuk. Kesempatan itu membuat publik bisa datang langsung melihat bagaimana motif batik tradisional diterjemahkan ke dalam konsep fashion yang lebih modern.
Antusiasme pengunjung pun terbilang tinggi. Selama tujuh hari penyelenggaraan, tercatat 2.253 orang datang dan menikmati karya yang ditampilkan.
Jumlah tersebut menjadi salah satu pencapaian yang membuat Ivan merasa bangga. Namun, bagi sang desainer, rekor MURI bukan semata-mata soal angka atau penghargaan yang diterima.

Dok. Istimewa
Batik Madura Naik Kelas Lewat Konsep Imersif
Nusanova 2.0 "Sekar Jagat" memiliki konsep yang cukup berbeda dari pameran busana pada umumnya. Ivan tidak hanya memamerkan pakaian, tetapi berusaha menciptakan pengalaman yang membuat pengunjung dapat menikmati unsur fashion sekaligus budaya dalam satu ruang.
Batik Sekar Jagat khas Pamekasan, Madura, menjadi sumber inspirasi utama dalam proyek tersebut.
Motif batik yang memiliki akar kuat dalam tradisi lokal kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai karya dan instalasi dengan pendekatan kontemporer.
Perpaduan antara kain tradisional, desain fashion, serta elemen visual tersebut membuat batik tidak sekadar hadir sebagai material pakaian. Batik menjadi bagian dari sebuah cerita yang ditampilkan melalui pengalaman ruang.
Konsep inilah yang kemudian membawa Nusanova 2.0 "Sekar Jagat" mendapatkan pengakuan dari MURI.
Bukan Hanya Kerja Ivan Gunawan
Di balik pencapaian tersebut, Ivan menyadari proyek berskala besar tidak mungkin terwujud hanya melalui kerja satu orang.
Ia memberikan apresiasi kepada para artisan, tim kreatif, kolaborator, hingga seluruh orang yang bekerja di balik layar selama proses persiapan dan penyelenggaraan pameran.
Menurut Ivan, setiap bagian dari pameran memiliki cerita dan perjuangan tersendiri. Mulai dari kain yang digunakan, detail karya, instalasi, hingga proses persiapan yang berlangsung dalam waktu panjang.
"Alhamdulillah... sebuah pencapaian yang lahir dari kerja keras, doa, dan perjalanan yang tidak pernah sederhana," tulis Ivan melalui Instagramnya.
Baginya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama banyak orang yang mencurahkan tenaga, kreativitas, dan ide untuk mewujudkan Nusanova 2.0 "Sekar Jagat".
Ivan Gunawan: Fashion Bisa Jadi Jalan Melestarikan Budaya
Penghargaan MURI yang diterima Nusanova 2.0 "Sekar Jagat" juga memiliki makna lebih besar bagi Ivan.
Ia tidak ingin melihat pencapaian tersebut hanya sebagai rekor pribadi. Sebaliknya, penghargaan itu dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui industri fashion.
Batik selama ini telah menjadi salah satu identitas budaya Indonesia. Namun, perkembangan zaman menuntut adanya cara baru agar generasi muda tetap tertarik mengenal dan mengapresiasi warisan tersebut.
Melalui konsep pameran imersif, Ivan mencoba menunjukkan budaya tradisional tidak harus selalu ditampilkan dalam bentuk yang konvensional.
Motif batik dapat diterjemahkan ke dalam desain modern, instalasi artistik, hingga pengalaman visual yang lebih dekat dengan perkembangan industri kreatif masa kini.
"Di balik setiap helai kain, setiap detail karya, setiap instalasi, hingga setiap malam panjang yang kami lalui, ada begitu banyak tangan, hati, energi, dan doa yang menjadikannya nyata," ungkap Ivan.
Ia pun melihat pencapaian tersebut sebagai pengingat kreativitas dan kecintaan terhadap budaya dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar.
"Ini adalah pengingat ketika kreativitas dipertemukan dengan kecintaan terhadap budaya, sebuah karya dapat melampaui batas menjadi bagian dari sejarah," tulisnya.
Dengan Nusanova 2.0 "Sekar Jagat", Ivan Gunawan bukan hanya mempersembahkan koleksi fashion. Ia juga menunjukkan batik Madura memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang, beradaptasi, dan diperkenalkan kepada masyarakat melalui cara yang lebih segar.
Rekor MURI tersebut akhirnya menjadi penanda perpaduan antara fashion, kreativitas, dan budaya lokal mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga warisan Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Ivan Gunawan Bikin Batik Madura Mendunia, Pameran Fashion Imersif Sukses Raih Rekor MURI .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!