Kronologi Tantangan Hafal Al Quran Berhadiah Miras di The Sounds Project, Panitia Buka Suara!

Selasa, 11 Agu 2026, 13:50 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kontroversi mengguncang festival musik The Sounds Project setelah sebuah aksi promosi di stan sponsor Newport viral di media sosial. Bukan sekadar permainan biasa, pengunjung disebut ditantang menghafalkan ayat Al Quran dengan imbalan sebotol minuman keras (miras).

Aksi tersebut sontak menuai sorotan dan kecaman warganet karena dinilai membawa unsur agama ke dalam kegiatan promosi produk beralkohol. Di tengah ramainya perdebatan, pihak penyelenggara The Sounds Project akhirnya memberikan klarifikasi dan menegaskan kegiatan tersebut sama sekali tidak berada dalam arahan maupun persetujuan mereka.

Insiden itu diketahui terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026. Penyelenggara mengaku membutuhkan waktu sebelum memberikan pernyataan resmi karena harus melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar dan memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.

“Kami membutuhkan waktu untuk sampai pada pernyataan ini. Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan,” tulis pihak The Sounds Project melalui akun Instagram resminya pada Selasa, 11 Agustus 2026.

The Sounds Project Kecam Keras Aksi Promosi Bernuansa SARA

Pihak penyelenggara tidak tinggal diam. Mereka mengaku merasa marah dan kecewa setelah mengetahui adanya aksi yang dianggap menjadikan agama sebagai bagian dari tantangan promosi sebuah produk.

The Sounds Project menegaskan mereka tidak pernah membenarkan penggunaan agama sebagai bahan permainan, tantangan, maupun strategi pemasaran dalam bentuk apa pun.

Penyelenggara juga memastikan tidak pernah memberikan arahan, persetujuan, ataupun toleransi terhadap tindakan yang dianggap menyinggung agama dan mengandung unsur SARA.

Mereka menegaskan kejadian di stan sponsor tersebut berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali penyelenggara. Prinsip penghormatan terhadap agama dan keyakinan seluruh pengunjung disebut sebagai salah satu nilai yang harus dijaga selama festival berlangsung.

Sponsor Ditegur, Pihak Terlibat Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Ket. Foto: The Sounds Project — Sumber: Istimewa

Sebagai tindak lanjut, The Sounds Project mengaku telah memberikan teguran kepada pihak sponsor yang berkaitan dengan insiden tersebut. Penyelenggara juga menyatakan akan mengawal proses identifikasi terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung.

Langkah tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak berhenti hanya sebagai kontroversi di media sosial, tetapi dapat diselesaikan dengan jelas dan pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.

Selain itu, penyelenggara melakukan evaluasi internal terhadap sistem pengawasan di area festival. Evaluasi ini dilakukan untuk mencegah munculnya kegiatan promosi yang berpotensi menyinggung agama, kelompok tertentu, maupun nilai-nilai yang dianut masyarakat pada penyelenggaraan berikutnya.

Viral di Threads, Tantangan Hafal Surah Ad Duha Jadi Sorotan

Sebelumnya, isu ini mencuat setelah seorang pengunjung membagikan pengalamannya melalui platform Threads. Akun @jarrkojarr mengaku terkejut ketika melihat stan Newport mengadakan tantangan melafalkan Surah Ad Duha dengan hadiah berupa minuman keras.

Pengunjung tersebut diketahui tengah berada di area festival sambil menunggu penampilan Hindia. Namun, perhatian kemudian tertuju pada aktivitas di stan sponsor yang berada di dekatnya.

Menurut unggahan tersebut, pengunjung diminta menghafalkan atau melafalkan ayat dari Surah Ad-Duha untuk mendapatkan hadiah sebotol minuman beralkohol. Pengalaman itu kemudian dibagikan ke media sosial dan dengan cepat menyebar.

Unggahan tersebut memicu perdebatan luas. Banyak warganet mempertanyakan etika strategi pemasaran yang menggabungkan unsur keagamaan dengan promosi minuman beralkohol.

Kejadian ini pun membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada pihak sponsor, tetapi juga kepada penyelenggara The Sounds Project sebagai pihak yang mengelola festival.

Melalui klarifikasinya, The Sounds Project berusaha menegaskan posisi mereka sekaligus menunjukkan langkah yang diambil setelah kontroversi tersebut mencuat. Penyelenggara memastikan kejadian serupa akan menjadi bahan evaluasi agar seluruh aktivitas sponsor di area festival dapat diawasi dengan lebih ketat.

Bagi penyelenggara, penghormatan terhadap keberagaman agama dan keyakinan pengunjung merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Mereka pun menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas yang berpotensi menyinggung isu agama maupun SARA di lingkungan acara.

  • al quran
  • The Sounds Project

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.