- Home
-
- Entertainment
-
- 5 Film Hollywood yang Di...
5 Film Hollywood yang Dianggap Menghina Negara, Kontroversinya Bikin Heboh!
Selasa, 11 Agu 2026, 14:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COMÂ - Hollywood dikenal sebagai pusat industri film dunia yang kerap berani mengangkat tema kontroversial. Politik, agama, budaya, sejarah, hingga tokoh penting dari berbagai negara sering dijadikan bahan cerita. Namun, kebebasan berekspresi tersebut ternyata tidak selalu diterima dengan tangan terbuka.
Sejumlah film Hollywood bahkan pernah memicu kemarahan dari negara yang menjadi latar atau objek ceritanya. Ada yang dianggap menghina budaya, merendahkan masyarakat, hingga menggambarkan tokoh politik dengan cara yang dianggap keterlaluan.
Mulai dari komedi absurd hingga film perang penuh aksi, berikut deretan film Hollywood yang pernah membuat negara lain geram.
1. Zoolander (2001) â Malaysia Tersinggung
Film komedi satir Zoolander bukan hanya mengandalkan humor tentang dunia fashion. Ceritanya juga membawa nama Malaysia ke dalam plot yang cukup kontroversial.
Film ini mengikuti Derek Zoolander, seorang model pria yang dimanipulasi untuk menjalankan misi pembunuhan terhadap Perdana Menteri Malaysia. Penggambaran tersebut kemudian memicu kontroversi karena dianggap memberikan citra negatif terhadap Malaysia.
Akibatnya, film ini mendapat penolakan di Malaysia dan bahkan tidak mendapatkan izin untuk ditayangkan secara resmi di negara tersebut.
2. Borat (2006) â Kazakhstan Murka, Tapi Berubah Pikiran
Nama Kazakhstan menjadi salah satu elemen paling terkenal dalam film Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan.
Sacha Baron Cohen memerankan Borat Sagdiyev, seorang jurnalis asal Kazakhstan dengan perilaku absurd yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Masalahnya, karakter tersebut menggambarkan Kazakhstan sebagai negara yang sangat terbelakang dan penuh stereotip.
Tak mengherankan jika pemerintah Kazakhstan sempat mengecam film tersebut. Namun, kisahnya kemudian mengambil arah yang tidak terduga.
Dalam perkembangan berikutnya, Kazakhstan justru memanfaatkan popularitas karakter Borat untuk kepentingan promosi pariwisata. Slogan âVery Nice!â yang identik dengan karakter tersebut bahkan kembali menjadi bahan promosi negara itu.
3. The Departed (2006) â Tiongkok Ikut Bereaksi
Film kriminal garapan Martin Scorsese ini menghadirkan kisah rumit mengenai polisi, mafia, dan penyamaran. Namun, unsur yang berkaitan dengan kelompok kriminal Tiongkok turut memunculkan kontroversi.
The Departed menampilkan jaringan kriminal asal Tiongkok dalam alur ceritanya. Penggambaran tersebut mendapat perhatian dari pihak Tiongkok yang mempertanyakan penggunaan unsur tersebut dalam cerita yang juga berkaitan dengan mafia Italia-Irlandia.
Film ini memang mendapatkan pujian besar secara internasional dan bahkan memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi. Namun, penerimaannya tidak seragam di setiap negara.
4. 300: Rise of an Empire (2014) â Iran Merasa Sejarahnya Dipelintir
Film perang 300: Rise of an Empire kembali mengangkat konflik antara Yunani dan Persia. Namun, cara film menggambarkan bangsa Persia menuai kritik dari Iran.
Karakter dan pasukan Persia digambarkan dengan gaya yang sangat dramatis dan brutal. Bagi sebagian pihak di Iran, penggambaran tersebut dianggap tidak sesuai dengan sejarah dan budaya Persia yang sebenarnya.
Kontroversi semakin besar karena karakter Xerxes digambarkan secara sangat berbeda dari gambaran sejarahnya. Film tersebut akhirnya dianggap oleh sebagian pihak sebagai bentuk distorsi terhadap warisan sejarah dan budaya Iran.
5. The Interview (2014) â Korea Utara Sampai Murka
Kalau ada film yang kontroversinya sampai menimbulkan kekhawatiran keamanan, The Interview menjadi salah satu contoh paling ekstrem.
Film komedi satir yang dibintangi Seth Rogen dan James Franco tersebut menceritakan dua orang Amerika yang mendapat tugas untuk mewawancarai Kim Jong-un. Ceritanya kemudian berkembang menjadi misi pembunuhan terhadap pemimpin Korea Utara tersebut.
Penggambaran Kim Jong Un sebagai sosok yang konyol dan narsistis dianggap sebagai penghinaan serius oleh Korea Utara. Kontroversi semakin besar setelah muncul ancaman terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam film tersebut.
Sony Pictures bahkan menghadapi masalah keamanan besar setelah terjadi peretasan terhadap perusahaan pada 2014. Ancaman terkait pemutaran film juga membuat sejumlah jaringan bioskop membatalkan rencana penayangannya.
Pada akhirnya, The Interview justru semakin terkenal karena kontroversinya.
Kelima film tersebut menunjukkan bahwa sebuah karya Hollywood tidak selalu berhenti sebagai hiburan. Ketika membawa nama negara, tokoh politik, budaya, atau sejarah tertentu, film bisa berubah menjadi sumber kontroversi internasional.
Menariknya, reaksi setiap negara juga berbeda. Ada yang memilih melarang film, mengecam penggambarannya, hingga justru memanfaatkan kontroversi untuk keuntungan seperti yang dilakukan Kazakhstan.
Dari komedi hingga film perang, ternyata satu adegan atau karakter saja bisa membuat Hollywood berhadapan dengan kemarahan sebuah negara!
- film hollywood
- kontroversi film
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.