Jangan Sembarangan! 7 Aturan Ketat di Brunei Darussalam yang Wajib Diketahui
Senin, 10 Agu 2026, 17:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Brunei Darussalam dikenal sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang menerapkan aturan kehidupan masyarakat cukup ketat.
Berbagai aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Melayu Islam Beraja (MIB), yaitu ideologi negara yang memadukan nilai Melayu, ajaran Islam, dan sistem monarki.
Karena itu, wisatawan maupun warga setempat perlu memahami sejumlah aturan dan norma yang berlaku agar tidak menimbulkan masalah hukum ataupun dianggap tidak menghormati budaya lokal, melansir dari beberapa sumber, berikut di antaranya:
Batasan Alkohol
Salah satu aturan yang paling dikenal adalah larangan penjualan alkohol. Brunei tidak mengizinkan alkohol diperjualbelikan secara bebas di dalam negeri.
Bagi non-Muslim, terdapat ketentuan tertentu mengenai pemasukan alkohol untuk konsumsi pribadi, tetapi minuman tersebut tidak boleh dikonsumsi di tempat umum.
Artinya, wisatawan tidak bisa sembarangan membawa atau meminum alkohol di ruang publik.
Aturan Ketat Rokok
Aturan mengenai rokok juga tergolong ketat. Aktivitas merokok dilarang di sejumlah tempat umum, termasuk area tertentu seperti restoran dan fasilitas publik.
Peredaran rokok serta rokok elektronik juga tidak sebebas di banyak negara lain. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi.
Aturan Bulan Ramadan
Selama bulan Ramadan, aturan mengenai makan dan minum di ruang publik juga menjadi perhatian. Umat Muslim dilarang makan, minum, atau merokok di tempat umum pada siang hari selama bulan suci.
Meskipun aturan tersebut berkaitan dengan umat Islam, pengunjung non-Muslim juga diharapkan menghormati suasana Ramadan dengan tidak makan atau minum secara terbuka.
Dari sisi norma kesopanan, menunjukkan kemesraan secara berlebihan di depan umum juga sebaiknya dihindari. Berciuman, berpelukan, atau melakukan tindakan intim di ruang publik dapat dianggap tidak pantas dan bertentangan dengan norma masyarakat setempat.
Cara Berpakaian
Cara berpakaian pun menjadi bagian penting dari etika ketika berada di Brunei. Pengunjung dianjurkan mengenakan pakaian yang sopan dan menutupi bahu serta lutut, terutama ketika memasuki kawasan keagamaan seperti masjid.
Pakaian yang terlalu terbuka dapat dianggap tidak menghormati adat dan nilai masyarakat setempat.
Selain aturan sosial, Brunei juga menerapkan hukum pidana Syariah untuk sejumlah pelanggaran tertentu.
Beberapa tindakan, seperti khalwat atau berduaan dalam kondisi tertentu dengan orang yang bukan pasangan sah, dapat dikenai ketentuan hukum.
Bagi laki-laki Muslim, terdapat pula kewajiban terkait pelaksanaan salat Jumat.
Dengan aturan yang cukup ketat tersebut, memahami hukum dan budaya lokal menjadi hal penting sebelum berkunjung ke Brunei Darussalam.
Menghormati norma setempat bukan hanya soal etika, tetapi juga dapat membantu wisatawan terhindar dari pelanggaran yang berpotensi berujung pada sanksi.*
- Aturan Ketat di Brunei Darussalam
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.