10 Tips Frugal Living untuk Bikin Dompet Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup
Senin, 10 Agu 2026, 22:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM â Menerapkan gaya hidup hemat atau frugal living semakin menarik bagi banyak orang yang ingin memiliki kondisi keuangan lebih sehat. Namun, frugal living bukan berarti harus menahan semua keinginan atau membuat hidup terasa serba kekurangan.
Pada dasarnya, frugal living merupakan kebiasaan mengelola uang dengan lebih sadar dan bijak. Setiap pengeluaran dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, manfaat, serta kaitannya dengan tujuan finansial yang ingin dicapai.
Dengan menerapkan gaya hidup ini, seseorang tetap bisa menikmati berbagai hal yang disukai selama pengeluarannya sudah direncanakan. Jadi, berhemat bukan berarti harus menghilangkan hiburan atau kenyamanan sepenuhnya.
Justru, frugal living dapat membantu seseorang lebih memahami ke mana uangnya pergi setiap bulan. Kebiasaan tersebut juga bisa membuat pengeluaran lebih terkontrol dan membantu menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan.
Buat kamu yang ingin mulai hidup hemat tetapi tidak ingin merasa tersiksa, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dicoba. Berikut 10 cara frugal living yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Buat Anggaran Keuangan yang Realistis
Langkah pertama untuk menerapkan frugal living adalah mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh. Catat pemasukan dan berbagai pengeluaran rutin, mulai dari kebutuhan rumah, makanan, transportasi, hingga tagihan bulanan.
Setelah mengetahui aliran uang, kamu bisa menentukan mana pengeluaran yang benar-benar penting dan mana yang masih dapat dikurangi. Anggaran tidak harus membuat hidup terasa kaku karena kamu tetap bisa menyediakan dana khusus untuk hiburan atau kebutuhan pribadi.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah aturan 50/30/20. Dalam metode ini, sekitar 50 persen pendapatan digunakan untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk keinginan, sedangkan 20 persen dialokasikan untuk tabungan atau investasi.
2. Lebih Sering Memasak di Rumah
Makan di luar atau memesan makanan secara online secara rutin bisa membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari. Memasak sendiri di rumah dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi biaya makan.
Selain lebih hemat, memasak sendiri membuat kamu memiliki kendali terhadap bahan dan porsi makanan. Kamu juga dapat menyesuaikan menu dengan selera sekaligus memanfaatkan bahan makanan yang sudah tersedia di rumah.
Tidak perlu membuat menu yang rumit setiap hari. Pilih beberapa resep sederhana dan lakukan perencanaan menu agar belanja bahan makanan menjadi lebih terarah.
3. Biasakan Membawa Bekal
Membawa bekal dari rumah juga bisa menjadi kebiasaan kecil yang memberikan dampak besar terhadap pengeluaran. Dengan membawa makanan sendiri, kamu tidak perlu terlalu sering membeli makan siang atau camilan ketika sedang bekerja maupun beraktivitas di luar rumah.
Selain menghemat uang, bekal juga membuat pilihan makanan lebih mudah dikontrol. Kamu bisa menentukan sendiri bahan, porsi, dan menu yang ingin dikonsumsi.
Agar tidak terasa membosankan, buat variasi menu bekal secara berkala. Dengan begitu, kebiasaan hemat tetap terasa menyenangkan dan tidak seperti sebuah kewajiban.
4. Manfaatkan Diskon dengan Bijak
Promo dan diskon memang bisa membantu menghemat pengeluaran, tetapi jangan sampai potongan harga justru membuat kamu membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Dalam frugal living, diskon sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan yang memang sudah masuk dalam daftar belanja.
Sebelum membeli, bandingkan harga dan pertimbangkan kualitas barang. Jangan langsung tergoda hanya karena melihat tulisan "diskon besar" atau promo dengan batas waktu tertentu.
Dengan cara tersebut, kamu tetap bisa mendapatkan barang dengan harga lebih murah tanpa terjebak belanja impulsif. Hemat bukan soal mendapatkan barang sebanyak-banyaknya, melainkan mendapatkan manfaat terbaik dari uang yang dikeluarkan.
5. Cek Kembali Semua Langganan
Coba periksa kembali layanan berlangganan yang kamu gunakan setiap bulan. Bisa jadi ada aplikasi, platform streaming, layanan digital, atau keanggotaan tertentu yang masih terus ditagihkan meskipun sudah jarang digunakan.
Jika ada layanan yang hampir tidak pernah digunakan, pertimbangkan untuk menghentikan langganannya. Uang yang sebelumnya digunakan untuk pembayaran rutin tersebut bisa dialihkan ke tabungan atau kebutuhan yang lebih penting.
Bukan berarti semua layanan hiburan harus dihentikan. Pertahankan langganan yang memang sering digunakan dan memberikan manfaat sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.
6. Pilih Transportasi yang Lebih Hemat
Menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda untuk perjalanan tertentu bisa membantu mengurangi biaya transportasi. Dibandingkan kendaraan pribadi, pilihan tersebut dapat mengurangi pengeluaran seperti bahan bakar, parkir, hingga biaya perawatan.
Selain lebih ramah bagi dompet, berjalan kaki atau bersepeda juga dapat membuat tubuh lebih aktif. Sementara itu, menggunakan transportasi umum dapat menjadi alternatif ketika perjalanan cukup jauh.
Tidak harus selalu meninggalkan kendaraan pribadi. Kamu bisa memilih moda transportasi berdasarkan jarak, biaya, waktu, dan kebutuhan agar pengeluaran tetap efisien.
7. Jangan Terburu-buru Membeli Barang Mahal
Keinginan membeli ponsel baru, pakaian, gadget, atau barang mahal lainnya terkadang muncul secara tiba-tiba. Salah satu kebiasaan dalam frugal living adalah memberikan waktu sebelum memutuskan membeli barang dengan harga tinggi.
Cobalah tanyakan kepada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sedang diinginkan. Dengan menunda pembelian, kamu juga memiliki kesempatan untuk menabung, mencari harga yang lebih baik, atau bahkan menyadari bahwa barang tersebut sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
Jika setelah beberapa waktu barang tersebut masih dibutuhkan dan sudah sesuai dengan anggaran, pembelian dapat dilakukan dengan lebih tenang. Cara ini membantu mengurangi risiko penyesalan akibat belanja impulsif.
8. Perbaiki Barang Sebelum Membeli yang Baru
Barang rusak tidak selalu berarti harus langsung dibuang. Jika kerusakannya masih dapat diperbaiki, pertimbangkan untuk memperbaikinya terlebih dahulu.
Kebiasaan ini bisa diterapkan pada pakaian, sepatu, perabot rumah, hingga beberapa peralatan elektronik. Biaya perbaikan terkadang jauh lebih murah dibandingkan membeli barang pengganti.
Selain menghemat uang, memperbaiki barang juga dapat memperpanjang masa penggunaannya. Kebiasaan ini sekaligus membantu mengurangi jumlah barang yang berakhir menjadi limbah.
9. Jual Barang yang Sudah Tidak Digunakan
Barang yang sudah lama tidak digunakan mungkin masih memiliki nilai bagi orang lain. Daripada hanya memenuhi ruang penyimpanan di rumah, kamu bisa mempertimbangkan untuk menjualnya.
Pakaian, tas, sepatu, buku, peralatan elektronik, hingga perlengkapan rumah dapat ditawarkan melalui berbagai platform jual beli. Uang hasil penjualan kemudian bisa digunakan untuk kebutuhan lain atau ditambahkan ke tabungan.
Sebelum menjual, pastikan barang masih layak digunakan dan jelaskan kondisinya dengan jujur. Selain mendapatkan tambahan dana, rumah juga bisa menjadi lebih rapi karena barang yang tidak terpakai mulai berkurang.
10. Tentukan Tujuan Finansial
Frugal living akan terasa lebih mudah jika kamu memiliki alasan yang jelas untuk berhemat. Tentukan tujuan finansial yang ingin dicapai, misalnya membangun dana darurat, membeli rumah, menyiapkan biaya pendidikan, berlibur, atau mempersiapkan masa pensiun.
Tujuan tersebut dapat menjadi pengingat ketika muncul keinginan untuk melakukan pengeluaran yang tidak terlalu penting. Kamu akan lebih mudah mempertimbangkan apakah uang tersebut sebaiknya digunakan sekarang atau disimpan untuk target yang lebih besar.
Dengan memiliki tujuan yang jelas, berhemat tidak lagi terasa seperti mengorbankan kesenangan. Setiap keputusan finansial menjadi bagian dari usaha untuk menciptakan kondisi keuangan yang lebih aman di masa depan.
Apa Itu Frugal Living?
Frugal living adalah gaya hidup yang menekankan pengelolaan keuangan secara sadar dengan mengutamakan kebutuhan dan manfaat dari setiap pengeluaran. Gaya hidup ini mendorong seseorang untuk menghindari pemborosan tanpa harus menghilangkan seluruh kesenangan dalam hidup.
Dengan kata lain, frugal living bukan sekadar mencari barang paling murah. Fokus utamanya adalah menggunakan uang secara bijak dan memastikan pengeluaran memberikan nilai yang sesuai.
Apa Bedanya Frugal Living dan Pelit?
Frugal living tidak sama dengan pelit. Orang yang menerapkan frugal living tetap bersedia mengeluarkan uang untuk kebutuhan penting dan tidak selalu memilih barang termurah jika kualitasnya tidak sesuai.
Sementara itu, sikap pelit cenderung menahan pengeluaran bahkan ketika sesuatu memang dibutuhkan. Frugal living lebih menekankan pada prioritas, perencanaan, dan keputusan finansial yang masuk akal.
Apakah Frugal Living Berarti Tidak Boleh Bersenang-senang?
Tentu tidak. Menjalani frugal living bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hidup atau menghilangkan seluruh pengeluaran untuk hiburan.
Kuncinya adalah membuat batas pengeluaran yang sesuai dengan kemampuan. Kamu tetap bisa menikmati makanan favorit, pergi jalan-jalan, membeli barang yang disukai, atau melakukan hobi selama semuanya sudah masuk dalam perencanaan keuangan.
Pada akhirnya, frugal living bukan tentang siapa yang paling sedikit mengeluarkan uang. Gaya hidup ini lebih kepada bagaimana seseorang menggunakan uang dengan lebih sadar agar kebutuhan hari ini tetap terpenuhi sekaligus membantu mewujudkan tujuan finansial di masa depan.
- Gaya Hidup Hemat
- frugal living
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.