Anna Wintour Disebut 'Terobsesi' dengan John Galliano, Ini Awal dari Persahatan Keduanya

Minggu, 09 Agu 2026, 15:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Anna Wintour disebut telah lama merencanakan penghormatan untuk desainer John Galliano dalam Met Gala 2027. Namun, keputusan tersebut menuai kontroversi dan berpotensi membuat sejumlah tamu kenamaan memilih absen.

Menurut sumber Page Six, Wintour, tokoh penting Vogue sekaligus ketua Met Gala, telah bertahun-tahun ingin memberikan salah satu penghargaan terbesar dunia mode kepada Galliano, yang juga merupakan sahabat dekatnya.

Ket. Foto: Anna Wintour Disebut 'Terobsesi' dengan John Galliano, Ini Awal dari Kedekatan Keduanya — Sumber: Istimewa

Amy Odell, penulis biografi Wintour, mengatakan bahwa koleksi Fall/Winter 1994 karya Galliano, yang dikenal sebagai “The Black Show”, merupakan pertunjukan busana favorit Wintour sepanjang masa.

“Dia menganggapnya sebagai seorang jenius kreatif, dia terobsesi dengannya,” ujar Odell.

Wintour bersama Andrew Bolton, kurator Metropolitan Museum of Art, disebut telah bertemu dengan sejumlah pemimpin Yahudi sebelum keputusan tersebut dibuat.

Penghormatan Picu Kritik

Keputusan untuk menghormati Galliano tetap memicu kemarahan. Sang desainer sebelumnya menghadapi kecaman besar pada 2011 setelah melontarkan pernyataan antisemit dalam sebuah insiden di Paris. Kasus tersebut kemudian berujung pada pemecatannya dari Dior dan proses hukum.

Philippe Virgitti, salah satu orang yang menjadi sasaran amarah Galliano saat itu, kembali mengecamnya melalui buku barunya, Affaire Galliano. Ia menilai permintaan maaf Galliano di persidangan tidak tulus dan mengatakan sang desainer telah menyebabkan kerugian besar.

Kritik juga datang dari Jill Kargman, bintang “Odd Mom Out” yang rutin menghadiri Met Ball. Ia mengaku tidak akan menghadiri acara tersebut setelah Galliano dipilih sebagai salah satu dari tiga desainer yang masih hidup untuk mendapat penghormatan.

“Saya sangat terkejut. Kurasa antisemitisme sekarang sudah diperbolehkan di museum seni tertinggi,” tulis Kargman.

Kontroversi kembali mencuat setelah profesional PR Lauren London mengaku menyaksikan insiden lain yang disebutnya sebagai perilaku antisemit Galliano pada 2019 di sebuah spa di Merano, Italia. Ia mengklaim Galliano bereaksi keras setelah mendengar seseorang berbicara dalam bahasa Ibrani.

Page Six telah menghubungi London dan perwakilan Galliano untuk meminta tanggapan.

Di tengah kritik, Wintour tetap membela Galliano. Ia mengatakan tidak ada sosok yang lebih layak mendapatkan pameran berskala besar tersebut dibandingkan sang desainer.

Wintour juga menegaskan bahwa pameran tidak akan mengabaikan sisi kelam masa lalu Galliano.

“Pameran ini tidak akan menghindari sisi kelam masa lalu John. Itu merupakan bagian dari hal-hal yang telah membentuk dirinya,” ujar Wintour.

Sementara itu, Jonathan Greenblatt dari Anti-Defamation League (ADL) mengatakan pihaknya telah menerima permintaan maaf Galliano dan percaya bahwa sang desainer benar-benar telah menghadapi masa lalunya.

Namun, Greenblatt meminta Met menggunakan pameran tersebut untuk mengambil tindakan nyata melawan antisemitisme, bukan sekadar memberikan simbol penghormatan.

Pada 2011, Galliano mengatakan dirinya tengah berjuang melawan kecanduan alkohol, obat tidur, dan Valium. Ia kemudian dinyatakan bersalah oleh pengadilan Paris atas penghinaan publik berdasarkan asal-usul seseorang dan didenda sekitar US$7.000.

Menurut Amy Odell, rencana untuk memberikan penghormatan kepada Galliano kemungkinan besar tetap berjalan. Ia menilai Wintour memiliki pengaruh besar dalam membantu memulihkan reputasi tokoh-tokoh di industri mode.

“Saya pikir itu akan terjadi, rencana ini sudah berjalan selama bertahun-tahun,” kata Odell.

  • Anna Wintour
  • John Galliano

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.