Koleksi Diesel Spring Summer 2027: Pesta Perpisahan Glenn Martens, Penuh Denim Seksi dan Provokatif

Kamis, 24 Sep 2026, 18:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Milan Fashion Week kali ini menjadi saksi berakhirnya sebuah era di Diesel. Glenn Martens resmi menghadirkan koleksi Spring-Summer 2027 sebagai karya terakhirnya setelah sekitar lima tahun memimpin rumah mode asal Italia tersebut.

Alih-alih membuat perpisahan yang tenang dan sentimental, Martens justru memilih menutup perjalanannya dengan cara yang sangat Diesel: liar, seksi, eksperimental, penuh energi, dan nyaris tanpa aturan.

Pertunjukan tersebut mengubah venue menjadi seperti sebuah klub malam dengan atmosfer yang intens. Busana, musik, performer, hingga interaksi dengan penonton dibuat menyatu menjadi sebuah pengalaman yang jauh lebih besar daripada sekadar fashion show.

Setelah meninggalkan posisi creative director Diesel, Martens akan lebih fokus pada perannya di Maison Margiela. Karena itu, koleksi Spring-Summer 2027 menjadi semacam salam perpisahan sekaligus rangkuman dari identitas Diesel yang ia bangun selama ini.

“Pesta selalu menjadi yang pertama di Diesel,” ujar Martens dalam keterangan resmi brand. Ia menggambarkan koleksi terakhirnya dengan karakter “disruptive, sexy, fluid, fun.”

Bukan Fashion Show Biasa, 200 Performer Bikin Suasana Makin Panas

20260924152138_diesel-spring-summer-2026-1790228659173.jpeg

Ket. Foto: Koleksi Diesel Spring-Summer 2027. — Sumber: Diesel

Dok. Diesel

Diesel benar-benar membawa konsep pesta ke level berbeda.

Sekitar 200 performer dari kolektif seni asal Marseille, (LA)HORDE, ditempatkan di antara para tamu. Mereka tidak hanya berdiri sebagai bagian dari dekorasi pertunjukan, tetapi aktif berinteraksi dan melakukan berbagai aksi di sekitar penonton.

Seiring acara berjalan, aksi para performer semakin intens. Ada pole dancing, headbanging, ciuman, hingga gerakan tubuh yang menggambarkan suasana ekstase.

Klimaks pertunjukan hadir ketika aransemen baru lagu “Love to Love You Baby” milik Donna Summer terdengar.

Atmosfer tersebut sekaligus terhubung dengan dunia Only Desire, parfum feminin terbaru Diesel yang menjadi bagian penting dari konsep koleksi. Menurut Women's Wear Daily (WWD), pertunjukan ini juga berfungsi sebagai bentuk experiential marketing untuk memperkenalkan parfum tersebut.

Denim Diesel Dibuat Nyaris Tak Bisa Dikenali

20260924152116_diesel-spring-summer-2026-1790228659026.jpeg

Dok. Diesel

Meski aksi panggung mencuri perhatian, pakaian tetap menjadi pusat utama.

Martens kembali menjadikan denim sebagai material penting. Namun, kali ini denim diproses sedemikian rupa hingga batas antara jeans, kulit, dan material lainnya terasa semakin kabur.

Salah satu teknik yang digunakan adalah melapisi denim lalu melakukan laser treatment sehingga permukaannya terlihat seperti kulit.

Ada juga teknik trompe l'oeil, yakni menciptakan ilusi visual seolah-olah pakaian tersebut terbuat dari material berbeda. Mantel tweed dan jaket musim dingin, misalnya, tampak seperti dicetak di atas material yang sebenarnya ringan.

Konstruksi pakaian juga dibuat semakin eksperimental. Beberapa item seolah merupakan gabungan beberapa pakaian sekaligus.

Jaket kulit waxed dipadukan dengan blazer dan sweater rajut. Sementara sweater dibuat menyatu dengan kerah tracksuit dan bagian manset kemeja.

Cutaway dan Siluet Super Minim Jadi Sorotan

20260924152050_diesel-spring-summer-2026-1790228659100.jpeg

Dok. Diesel

Salah satu bahasa visual paling kuat dalam koleksi ini adalah teknik cutaway.

Potongan pada pakaian sengaja dibuat untuk memperlihatkan bagian tubuh. Teknik tersebut muncul pada berbagai item, mulai dari polo dress, sweater jacquard, celana berpinggang sangat rendah, hingga gaun jersey.

Semakin mendekati akhir pertunjukan, pakaian justru semakin minim.

Micro denim shorts menjadi salah satu statement terbesar. Diesel bahkan menyebutnya sebagai “manifesto of the party.”

Ada pula gaun yang nyaris terlihat seperti tidak mengenakan banyak material. Denim dan sweatshirt fleece dicabik sedemikian rupa hingga menghasilkan efek yang menyerupai guipure lace.

Semangatnya jelas: “Give in to chaos.”

Konsep tersebut menggambarkan kehidupan malam yang spontan, tidak terlalu teratur, tetapi penuh energi.

Pakaian Seolah Dipakai Setelah Pesta Semalaman

20260924152029_diesel-spring-summer-2026-1790228658581.jpeg

Dok. Diesel

Eksperimen Martens juga terlihat dari cara pakaian dibuat seolah-olah baru dikenakan setelah seseorang melewati malam panjang.

T-shirt dipelintir dan dijahit ulang menjadi bra top, bandeau, hingga sundress.

Ada pula gaun floral transparan dan slip dress yang sengaja dibuat terlihat kusut serta tidak beraturan.

Martens bahkan mengutak-atik berbagai item ikonis Diesel. Trucker jacket dipadukan dengan quarter-zip, sementara jaket denim digabungkan dengan polo shirt.

Jeans juga tidak lagi sekadar celana. Dalam koleksi ini, bentuknya diperpanjang hingga menghasilkan siluet yang disebut “pantasocks.”

Dengan cara tersebut, Martens seperti ingin menunjukkan denim tidak memiliki batas bentuk.

Penutupnya Bikin Perpisahan Makin Personal

20260924152009_diesel-spring-summer-2026-1790228658719.jpeg

Dok. Diesel

Ada satu detail yang membuat koleksi terakhir Martens terasa semakin emosional.

Model Ella Snyder menjadi model yang mengenakan look terakhir pada pertunjukan tersebut. Menariknya, ia juga merupakan model yang mengenakan look pertama ketika Martens melakukan debutnya di Diesel.

Momen tersebut menciptakan semacam full circle.

Awal dan akhir perjalanan Martens di Diesel seolah dipertemukan melalui orang yang sama.

Selama memimpin Diesel, Martens memang membawa perubahan besar pada citra brand. Diesel yang sebelumnya sangat kuat dengan jeans dan T-shirt berkembang menjadi lifestyle brand yang lebih eksperimental dan dekat dengan budaya pesta.

Estetika provokatif, energi hedonistik, dan eksplorasi denim kemudian menjadi bagian yang semakin melekat pada identitas Diesel di bawah Martens.

Bukan Cuma Baju, Aksesori Diesel Juga Ikut “Gila”

20260924151923_diesel-spring-summer-2026-1790228658867.jpeg

Dok. Diesel

Eksperimen tidak berhenti pada pakaian.

Untuk aksesori, Diesel menghadirkan tas D-ONE dalam berbagai material, tekstur, dan warna. Pegangannya bahkan dapat berubah fungsi menjadi strap dengan sistem kancing.

Brand ini juga menghadirkan berbagai charm berbentuk benda sehari-hari. Salah satunya berupa kaus kaki kulit yang diubah menjadi pouch, sementara koran dibuat menjadi clutch.

Ada pula tas baru LOCK-D dengan motif Double D sebagai detail pengunci.

Untuk alas kaki, motif buckle D-ONE muncul pada pumps, mule, stretch boots, dan clogs. Motif Double D juga menghiasi loafers, slingback sandals, closed-toe mules, serta kitten-heel clogs.

Sementara untuk koleksi pria, Diesel membawa sentuhan Western melalui denim clogs dan boots berhak.

Diesel Juga Debut Lingerie

20260924151841_diesel-spring-summer-2026-1790228658496.jpeg

Dok. Diesel

Salah satu hal baru dalam koleksi ini adalah debut lingerie Diesel.

Brand menghadirkan lingerie dengan detail boning dan bordir orchid. Motif bunga orchid kemudian kembali muncul pada berbagai aksesori, seperti anting, gelang, rantai, hingga aksesori tubuh.

Bunga tersebut bukan sekadar ornamen. Orchid juga memiliki kaitan dengan Only Desire, parfum terbaru Diesel yang menjadi salah satu elemen penting dalam keseluruhan pertunjukan.

Pada akhirnya, koleksi Spring-Summer 2027 terasa seperti rangkuman dari DNA Diesel versi Glenn Martens: denim yang terus bereksperimen, tubuh yang menjadi bagian dari desain, energi pesta, dan fashion yang sengaja menolak untuk tampil biasa.

Dan untuk sebuah koleksi terakhir, Martens memilih satu cara yang sangat khas dirinya untuk mengucapkan selamat tinggal: bukan dengan tenang, tetapi dengan pesta besar yang penuh chaos.

  • Diesel Spring Summer 2027
  • Diesel

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.