Hobi Cat Rambut Bisa Berujung Kanker Payudara hingga Risiko 60 Persen? Kenali Bahayanya
Selasa, 04 Agu 2026, 10:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Mewarnai rambut sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Mulai dari menutupi uban hingga mengikuti tren warna rambut terbaru, produk pewarna rambut digunakan jutaan orang di seluruh dunia. Namun, di balik tampilannya yang mampu meningkatkan rasa percaya diri, sejumlah penelitian mengungkap adanya potensi risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Salah satu temuan yang paling mengejutkan datang dari penelitian yang menunjukkan penggunaan pewarna rambut permanen tertentu berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara hingga 60 persen pada kelompok wanita tertentu. Temuan ini pun memicu kekhawatiran dan mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih produk pewarna rambut.
Penelitian yang banyak dibahas berasal dari National Institutes of Health (NIH) melalui Sister Study, sebuah riset jangka panjang yang melibatkan puluhan ribu perempuan di Amerika Serikat. Studi tersebut menemukan adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen dan peningkatan risiko kanker payudara, terutama pada perempuan yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.
Dalam penelitian itu, wanita yang rutin menggunakan pewarna rambut permanen menunjukkan risiko kanker payudara yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya. Bahkan, pada kelompok perempuan kulit hitam, peningkatan risikonya dilaporkan bisa mencapai sekitar 60 persen, sedangkan pada perempuan kulit putih peningkatannya lebih rendah. Temuan ini menunjukkan dampak penggunaan pewarna rambut dapat berbeda pada setiap kelompok populasi dan tidak berlaku sama untuk semua orang.
Para peneliti menduga perbedaan tersebut berkaitan dengan komposisi bahan kimia dalam produk pewarna rambut yang dipasarkan untuk kelompok konsumen yang berbeda. Beberapa produk diketahui mengandung zat kimia seperti amina aromatik dan bahan lain yang dalam penelitian laboratorium dikaitkan dengan potensi memicu perubahan pada sel tubuh.
Meski demikian, para ahli menegaskan hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan (asosiasi), bukan membuktikan bahwa pewarna rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara. Risiko kanker dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk usia, genetik, gaya hidup, hormon, konsumsi alkohol, obesitas, hingga paparan lingkungan.
Selain pewarna rambut permanen, beberapa penelitian juga menyoroti penggunaan produk pelurus rambut berbahan kimia yang diduga dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, para pakar menyarankan masyarakat untuk menggunakan produk-produk tersebut secara bijak dan tidak berlebihan.
Bagi Cantiks yang tetap ingin mewarnai rambut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi paparan bahan kimia. Pilihlah produk yang telah memiliki izin edar dari otoritas kesehatan, ikuti petunjuk penggunaan dengan benar, gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan pewarna, serta hindari penggunaan lebih sering dari yang dianjurkan.
Cantiks juga dapat mempertimbangkan pewarna rambut berbahan alami, seperti henna, atau produk dengan kandungan amonia dan bahan kimia keras yang lebih rendah. Meski demikian, produk alami pun tetap dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang sehingga uji tempel (patch test) sebelum penggunaan tetap sangat disarankan.
Para ahli juga mengingatkan pentingnya menjalani pola hidup sehat sebagai langkah utama menurunkan risiko kanker. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, membatasi alkohol, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan cara yang telah terbukti membantu menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara.
Temuan mengenai pewarna rambut ini sebaiknya tidak langsung membuat masyarakat panik atau berhenti menggunakan produk tersebut. Namun, informasi ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap produk berbahan kimia memiliki potensi risiko sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara bijaksana. Jika Cantiks memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau memiliki faktor risiko lain, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin menggunakan pewarna rambut permanen.
Dengan semakin banyaknya penelitian yang dilakukan, diharapkan produsen juga terus mengembangkan formula yang lebih aman sehingga masyarakat tetap dapat mengekspresikan gaya tanpa mengabaikan kesehatan jangka panjang.
Salah satu temuan yang paling mengejutkan datang dari penelitian yang menunjukkan penggunaan pewarna rambut permanen tertentu berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara hingga 60 persen pada kelompok wanita tertentu. Temuan ini pun memicu kekhawatiran dan mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih produk pewarna rambut.
Penelitian yang banyak dibahas berasal dari National Institutes of Health (NIH) melalui Sister Study, sebuah riset jangka panjang yang melibatkan puluhan ribu perempuan di Amerika Serikat. Studi tersebut menemukan adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen dan peningkatan risiko kanker payudara, terutama pada perempuan yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.
Dalam penelitian itu, wanita yang rutin menggunakan pewarna rambut permanen menunjukkan risiko kanker payudara yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya. Bahkan, pada kelompok perempuan kulit hitam, peningkatan risikonya dilaporkan bisa mencapai sekitar 60 persen, sedangkan pada perempuan kulit putih peningkatannya lebih rendah. Temuan ini menunjukkan dampak penggunaan pewarna rambut dapat berbeda pada setiap kelompok populasi dan tidak berlaku sama untuk semua orang.
Para peneliti menduga perbedaan tersebut berkaitan dengan komposisi bahan kimia dalam produk pewarna rambut yang dipasarkan untuk kelompok konsumen yang berbeda. Beberapa produk diketahui mengandung zat kimia seperti amina aromatik dan bahan lain yang dalam penelitian laboratorium dikaitkan dengan potensi memicu perubahan pada sel tubuh.
Meski demikian, para ahli menegaskan hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan (asosiasi), bukan membuktikan bahwa pewarna rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara. Risiko kanker dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk usia, genetik, gaya hidup, hormon, konsumsi alkohol, obesitas, hingga paparan lingkungan.
Selain pewarna rambut permanen, beberapa penelitian juga menyoroti penggunaan produk pelurus rambut berbahan kimia yang diduga dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, para pakar menyarankan masyarakat untuk menggunakan produk-produk tersebut secara bijak dan tidak berlebihan.
Bagi Cantiks yang tetap ingin mewarnai rambut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi paparan bahan kimia. Pilihlah produk yang telah memiliki izin edar dari otoritas kesehatan, ikuti petunjuk penggunaan dengan benar, gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan pewarna, serta hindari penggunaan lebih sering dari yang dianjurkan.
Cantiks juga dapat mempertimbangkan pewarna rambut berbahan alami, seperti henna, atau produk dengan kandungan amonia dan bahan kimia keras yang lebih rendah. Meski demikian, produk alami pun tetap dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang sehingga uji tempel (patch test) sebelum penggunaan tetap sangat disarankan.
Para ahli juga mengingatkan pentingnya menjalani pola hidup sehat sebagai langkah utama menurunkan risiko kanker. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, membatasi alkohol, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan cara yang telah terbukti membantu menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara.
Temuan mengenai pewarna rambut ini sebaiknya tidak langsung membuat masyarakat panik atau berhenti menggunakan produk tersebut. Namun, informasi ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap produk berbahan kimia memiliki potensi risiko sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara bijaksana. Jika Cantiks memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau memiliki faktor risiko lain, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin menggunakan pewarna rambut permanen.
Dengan semakin banyaknya penelitian yang dilakukan, diharapkan produsen juga terus mengembangkan formula yang lebih aman sehingga masyarakat tetap dapat mengekspresikan gaya tanpa mengabaikan kesehatan jangka panjang.
- Payudara
- Kanker Payudara
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.