7 Bentuk Pelecehan Seksual yang Sering Dianggap Barcanda, Nampak Sepele Tapi Bisa Tinggalkan Trauma Mendalam

Selasa, 04 Agu 2026, 11:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pelecehan seksual masih menjadi persoalan serius yang sering luput dari perhatian. Banyak orang mengira pelecehan seksual hanya terjadi ketika ada tindakan fisik yang jelas atau kekerasan seksual. Padahal, berbagai perilaku yang kerap dianggap sebagai candaan, pujian, atau kebiasaan sehari-hari juga dapat termasuk pelecehan seksual apabila dilakukan tanpa persetujuan dan membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Normalisasi terhadap tindakan-tindakan tersebut membuat banyak korban memilih diam. Mereka khawatir dianggap terlalu sensitif atau tidak bisa menerima lelucon. Padahal, setiap orang memiliki hak untuk merasa aman, dihormati, dan terbebas dari perilaku yang bernuansa seksual tanpa persetujuan.

Agar lebih waspada, berikut KUCANTIK.COM rangkumkan beberapa bentuk pelecehan seksual yang masih sering dianggap sepele.

1. Mengomentari Tubuh atau Penampilan Secara Seksual

Memberikan komentar mengenai bentuk tubuh, bagian tubuh tertentu, atau penampilan dengan nada seksual sering dianggap sebagai pujian. Namun, jika komentar tersebut membuat seseorang merasa malu, risih, atau terintimidasi, tindakan itu dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual.

2. Catcalling atau Siulan di Tempat Umum

Ket. Foto: Ilustrasi pelecehan seksual yang harus dihindari. — Sumber: Istimewa

Bersiul, memanggil dengan kata-kata bernada seksual, atau melontarkan godaan kepada orang yang tidak dikenal masih sering dianggap hal biasa. Faktanya, catcalling dapat membuat korban merasa tidak aman dan takut saat berada di ruang publik.

3. Menyentuh Orang Lain Tanpa Izin

Memegang bahu, pinggang, tangan, atau bagian tubuh lainnya tanpa persetujuan bukanlah tindakan yang bisa dianggap remeh. Setiap orang memiliki batasan terhadap tubuhnya, sehingga kontak fisik harus dilakukan dengan menghormati persetujuan.

4. Melontarkan Candaan Bernuansa Seksual

Lelucon yang mengandung unsur seksual atau merendahkan seseorang berdasarkan jenis kelamin sering kali dianggap sebagai humor. Padahal, candaan seperti ini bisa menciptakan lingkungan yang tidak nyaman, terutama di tempat kerja, sekolah, atau kampus.

5. Mengirim Pesan atau Foto Bernada Seksual Tanpa Diminta

Di era digital, pelecehan seksual juga banyak terjadi melalui media sosial atau aplikasi pesan. Mengirim pesan menggoda secara berlebihan, foto intim, video vulgar, atau meme bernuansa seksual tanpa persetujuan penerima termasuk bentuk pelecehan yang sering disepelekan.

6. Terus Menggoda Meski Sudah Ditolak

Tetap mengajak berkencan, merayu, atau menghubungi seseorang secara terus-menerus setelah mendapat penolakan juga merupakan perilaku yang tidak bisa dibenarkan. Penolakan harus dihormati dan tidak dijadikan alasan untuk terus memaksa.

7. Menatap Tubuh Seseorang dengan Cara yang Membuat Tidak Nyaman

Tatapan yang terus-menerus mengarah ke bagian tubuh tertentu hingga membuat seseorang merasa terganggu juga dapat termasuk bentuk pelecehan seksual nonverbal. Meski tidak ada kontak fisik, perilaku ini dapat menimbulkan rasa takut dan tidak nyaman.

Mengapa Pelecehan Seksual Sering Dianggap Biasa?

Salah satu penyebabnya adalah budaya yang menganggap tindakan tersebut hanya bercanda atau bagian dari kebiasaan sehari-hari. Selain itu, kurangnya pemahaman mengenai pentingnya persetujuan (consent) membuat banyak orang tidak menyadari bahwa perilakunya telah melanggar batas pribadi orang lain.

Pelecehan seksual juga tidak selalu dilakukan oleh orang asing. Pelaku bisa berasal dari lingkungan terdekat, seperti teman, rekan kerja, atasan, pasangan, hingga anggota keluarga.

Dampaknya Tidak Bisa Diremehkan

Pelecehan seksual dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius. Korban berisiko mengalami stres, kecemasan, kehilangan rasa percaya diri, gangguan tidur, hingga trauma yang berkepanjangan. Dalam beberapa kasus, pengalaman tersebut juga memengaruhi produktivitas, hubungan sosial, dan kesehatan mental korban.

Karena itu, penting bagi setiap orang untuk menghormati batasan pribadi, memahami arti persetujuan, serta menghindari perilaku yang berpotensi membuat orang lain merasa tidak nyaman. Semakin banyak masyarakat memahami bentuk-bentuk pelecehan seksual, semakin besar pula peluang terciptanya lingkungan yang aman, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.

  • Pelecehan Seksual
  • bentuk pelecehan seksual

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.