Luna Maya Pernah Diteror Penagih Pinjol hingga Tertipu Saat Belanja Online, Begini Kronologinya

Doc: Instagram/@lunamaya

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di balik kesuksesannya sebagai aktris, model, dan pengusaha, Luna Maya ternyata pernah mengalami sejumlah pengalaman kurang menyenangkan terkait kejahatan digital.

Mulai dari diteror penagih pinjaman online (pinjol) hingga menjadi korban penipuan saat berbelanja secara online, semuanya menjadi pelajaran berharga bagi perempuan berusia 41 tahun tersebut.

Salah satu kejadian yang sempat membuat Luna Maya terkejut adalah ketika nomor telepon pribadinya dihubungi oleh penagih utang dari perusahaan pinjaman online. Padahal, ia sama sekali tidak pernah mengajukan pinjaman maupun memiliki tunggakan di platform tersebut.

Belakangan diketahui, penyebabnya adalah seorang teman atau kenalan yang mencantumkan nomor telepon Luna sebagai kontak darurat saat mengajukan pinjaman. Sayangnya, hal itu dilakukan tanpa seizin sang artis.

Ketika peminjam mengalami keterlambatan pembayaran, pihak penagih kemudian menghubungi Luna untuk meminta informasi mengenai keberadaan orang tersebut.

Pengalaman tersebut diceritakan Luna Maya di kanal YouTube Genk Menteri Ceria. Ia mengaku sempat bingung karena tiba-tiba menerima telepon yang membahas utang seseorang yang tidak ada kaitannya dengan dirinya.

Menurut Luna, kejadian itu menunjukkan bahwa siapa pun bisa terdampak akibat penyalahgunaan data pribadi oleh orang lain.

Jadi Korban Penipuan Daring

Tak hanya berurusan dengan teror penagih pinjol, Luna juga pernah mengalami penipuan ketika membeli kamera melalui transaksi online.

Keinginannya mendapatkan barang dengan proses yang praktis justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Meski tidak banyak mengungkap detail transaksi tersebut, Luna mengaku insiden itu membuatnya lebih berhati-hati saat berbelanja di internet.

Pengalaman lain yang tak kalah merugikan terjadi ketika Luna menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas operator seluler.

Pelaku berbicara dengan sangat meyakinkan dan menawarkan program penukaran poin serta sejumlah keuntungan lainnya. Karena percaya, Luna sempat mengikuti instruksi yang diberikan, termasuk menyampaikan kode OTP yang diterimanya.

Tak lama setelah itu, ia baru menyadari telah menjadi korban penipuan. Saldo uang elektronik miliknya pun berkurang hingga hampir Rp2 juta.

Sejak saat itu, Luna memilih membagikan kisah tersebut kepada publik agar masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak yang mengatasnamakan perusahaan resmi melalui sambungan telepon.

Berbagai pengalaman yang dialami Luna Maya menjadi pengingat bahwa kejahatan digital dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang profesi maupun status sosial.

Penyalahgunaan nomor telepon sebagai kontak darurat, transaksi belanja online yang tidak aman, hingga modus penipuan berkedok layanan pelanggan merupakan ancaman yang masih sering terjadi.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, serta memastikan identitas pihak yang menghubungi sebelum memberikan informasi penting.

Sikap waspada menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah kerugian akibat semakin beragamnya modus penipuan di era digital*

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN