Chef Juna Kenang Masa Ospek di Trisakti, Mengaku Sering Digebuki hingga Akhirnya Jadi Ketua Angkatan

Ket. Chef Juna

Doc: Instagram/@junarorimpandeyofficial

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Chef Juna kembali membagikan kisah menarik dari masa mudanya saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Trisakti.

Sosok yang kini dikenal sebagai chef profesional sekaligus juri ajang memasak itu mengungkap bahwa dirinya pernah mengalami pelonco atau ospek yang cukup keras, bahkan sampai berkali-kali mendapat perlakuan fisik dari senior.

Cerita tersebut disampaikan Juna saat mengenang pengalaman orientasi kampus yang menurutnya berlangsung selama sekitar satu pekan. Dalam masa itu, para mahasiswa baru harus memenuhi berbagai permintaan unik dari senior sebagai bagian dari pelonco.

Di kanal YouTube C8 Podcast, Juna mengungkapkan bahwa dirinya pernah diminta membawa nasi tiga warna hingga mengenakan helm yang sudah dimodifikasi. Helm tersebut diisi dengan potongan-potongan bola plastik dan berbagai atribut lain yang menjadi syarat selama ospek berlangsung.

"Selama seminggu nih itu kerjanya cuma di pelonco aja, diinjak-injak dan lain sebagainya," ujar Juna ketika menceritakan pengalaman tersebut.

Meski begitu, alih-alih berusaha memenuhi seluruh permintaan senior, Juna justru mengambil keputusan yang tidak biasa. Selama empat hari berturut-turut, ia mengaku tidak membawa satu pun barang yang diminta.

Alasannya sederhana, ia memilih tidur karena merasa semua usaha memenuhi daftar tugas tetap akan dianggap salah.

Menurut Juna, apa pun yang dilakukan mahasiswa baru saat itu akan tetap menjadi alasan bagi senior untuk memberikan hukuman. Karena itulah ia memutuskan memanfaatkan waktu yang ada untuk beristirahat.

"Loh, kita pintar dong. Kita mendingan tidur 1 jam. Karena kalau kita bawa list yang apa yang mereka kasih juga bakal salah juga, bakal dikerjain juga. Udah mendingan tidur," katanya sambil mengenang kejadian tersebut.

Keputusan itu ternyata membawa konsekuensi. Selama empat hari, Juna mengaku terus mendapat hukuman fisik berupa pukulan dari senior karena dianggap tidak mematuhi aturan pelonco.

Meski demikian, pengalaman tersebut justru berakhir di luar dugaan. Sikap berani yang ditunjukkannya selama menjalani ospek rupanya menarik perhatian para senior. Alih-alih terus dianggap sebagai mahasiswa yang membangkang, Juna malah dipercaya memimpin rekan-rekan seangkatannya.

"Tapi ya karena itu makanya jadi ketua angkatan. Ditunjuk sama mereka, 'Wah, nih jagoannya nih'," ungkapnya.

Pengalaman Chef Juna menjadi gambaran bagaimana budaya ospek di masa lalu berbeda dengan yang diterapkan saat ini. Seiring berkembangnya aturan di lingkungan pendidikan tinggi, praktik perpeloncoan yang mengandung kekerasan kini semakin dibatasi dan tidak lagi menjadi bagian dari orientasi resmi di banyak kampus.

Bagi Juna, kisah tersebut kini hanya menjadi kenangan yang ia ceritakan dengan santai. Di balik pengalaman keras saat menjadi mahasiswa baru, ia justru memperoleh pelajaran tentang keberanian mengambil keputusan dan menghadapi tekanan, yang pada akhirnya mengantarkannya dipercaya menjadi ketua angkatan.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA
Advertisement
KJ-cup-2026
TERBARU
PILIHAN