Gaji Perawat di Jerman Tembus Rp50 Juta per Bulan, Wanita Asal Indonesia Ini Spill Besar Tabungannya
Ket. Cerita wanita asal Indonesia di Jerman soal pendapatan puluhan juta jadi perawat
Doc: Instagram/@ka.perawat
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bekerja sebagai perawat di luar negeri masih menjadi impian banyak tenaga kesehatan asal Indonesia.
Selain menawarkan pengalaman internasional, profesi ini juga menjanjikan penghasilan yang jauh lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri.
Wanita asal Indonesia yang juga seorang influencer di akun Instagram @ka.perawat ini, berkarier sebagai perawat di Jerman membagikan gambaran nyata mengenai pendapatan dan biaya hidup yang ia jalani selama bekerja di negara tersebut.
Bergaji Rp50 Juta
Melalui unggahan di media sosial, perempuan itu mengungkapkan bahwa gaji bersih yang diterimanya setiap bulan bisa mencapai sekitar Rp50 juta.
Nominal tersebut merupakan pendapatan setelah berbagai potongan, sehingga uang yang diterima sudah siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun ditabung.
"Gaji bersih selama kerja di Jerman itu bisa sampai Rp50 juta. Dan biaya hidupku selama sebulan itu sekitar 1.000 euro. Kalau dirupiahkan bisa kurang lebih Rp20 juta. Jadi worth it banget kalau kerja sebagai perawat di Jerman," ujarnya, dikutip Jumat (24/07).
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian banyak warganet. Selama ini, Jerman dikenal sebagai salah satu negara dengan biaya hidup yang cukup tinggi, terutama di kota-kota besar seperti Berlin, Munich, atau Hamburg.
Namun, menurut pengakuannya, pengeluaran bulanan masih bisa dikelola dengan baik sehingga sebagian besar penghasilan tetap dapat disimpan.
Menabung Rp30 Juta Sebulan
Rekomendasi juga buat kamu:
Ia mengaku rata-rata menghabiskan sekitar 1.000 euro atau setara Rp20 juta setiap bulan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tempat tinggal, makanan, transportasi, hingga keperluan sehari-hari.
Dengan penghasilan bersih sekitar Rp50 juta, berarti masih ada sisa sekitar Rp30 juta yang berpotensi menjadi tabungan apabila tidak ada pengeluaran di luar kebutuhan rutin.
"Katanya biaya hidup di Jerman itu mahal banget, tapi masih bisa nabung banyak," katanya.
Pengakuan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa tingginya biaya hidup di Eropa membuat seseorang sulit menyisihkan uang. Menurutnya, kunci utama adalah mengatur pengeluaran secara bijak dan menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatan yang diterima.
Tak heran jika peluang bekerja sebagai perawat di Jerman kini semakin diminati oleh tenaga kesehatan Indonesia.
Selain memperoleh penghasilan yang kompetitif, para perawat juga berkesempatan mengembangkan kemampuan profesional di sistem kesehatan yang modern serta mendapatkan pengalaman bekerja dalam lingkungan internasional.
Meski demikian, bekerja di luar negeri tentu memiliki tantangan tersendiri. Calon perawat harus memenuhi persyaratan bahasa, mengikuti proses penyetaraan kompetensi, hingga beradaptasi dengan budaya kerja yang berbeda.
Namun, bagi mereka yang berhasil melewati proses tersebut, imbalan finansial yang diterima dinilai cukup sepadan.
Kisah wanita asal Indonesia ini menjadi gambaran bahwa dengan penghasilan bersih mencapai Rp50 juta per bulan dan pengeluaran sekitar Rp20 juta, peluang untuk menabung dalam jumlah besar di Jerman memang sangat terbuka.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Gaji Perawat di Jerman Tembus Rp50 Juta per Bulan, Wanita Asal Indonesia Ini Spill Besar Tabungannya .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!