5 Tips Perawatan Wajah yang Malah Memperparah Breakout, Jangan Tertipu Mitos!

Selasa, 21 Jul 2026, 12:30 WIB
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Mengalami breakout menjadi salah satu masalah kulit yang paling menyebalkan. Jerawat muncul secara bersamaan, komedo semakin banyak, kulit memerah, bahkan terasa nyeri saat disentuh. Tak heran jika banyak orang rela mencoba berbagai tips skincare yang beredar di media sosial atau mengikuti saran dari teman demi mendapatkan kulit kembali mulus.

Sayangnya, tidak semua tips kecantikan yang viral benar-benar aman untuk kondisi kulit yang sedang breakout. Beberapa kebiasaan yang selama ini dipercaya mampu mengatasi jerawat justru bisa memperburuk peradangan dan membuat proses penyembuhan kulit menjadi lebih lama.

Menurut berbagai ahli dermatologi yang dikutip Bustle, banyak mitos seputar perawatan kulit berjerawat yang masih dipercaya hingga sekarang. Padahal, jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut berpotensi merusak skin barrier dan memicu munculnya jerawat baru.

Agar tidak salah langkah, berikut lima tips skincare yang sebaiknya dihindari saat wajah sedang mengalami breakout.

1. Menghentikan Penggunaan Pelembap karena Takut Wajah Berminyak
Banyak orang menganggap pelembap hanya akan membuat kulit semakin berminyak dan memperparah jerawat. Akibatnya, mereka sengaja menghentikan penggunaan moisturizer ketika breakout muncul. Padahal, anggapan tersebut merupakan salah satu mitos yang paling sering disalahpahami. Kulit yang sedang berjerawat justru membutuhkan kelembapan agar lapisan pelindung alaminya tetap terjaga.

Ketika kulit terlalu kering, tubuh akan memproduksi minyak lebih banyak sebagai mekanisme pertahanan. Produksi minyak berlebih inilah yang akhirnya dapat menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat baru.

Solusinya, pilih pelembap berlabel non-comedogenic, bebas minyak, atau memang diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat.

2. Menggunakan Terlalu Banyak Produk Skincare Sekaligus
Banyak orang berpikir semakin banyak produk yang digunakan, semakin cepat pula jerawat akan hilang. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.

Menggabungkan terlalu banyak serum, toner, essence, hingga krim dalam satu rututan skincare bisa membuat kulit mengalami iritasi. Belum lagi jika kandungan aktif di dalamnya saling bertabrakan sehingga memperburuk kondisi breakout.

Para ahli menyarankan rutinitas yang lebih sederhana, seperti membersihkan wajah, menggunakan toner bila diperlukan, serum sesuai kebutuhan, lalu ditutup dengan pelembap.

Dengan rutinitas yang minimalis, kulit memiliki kesempatan untuk beradaptasi dan memperbaiki lapisan pelindungnya secara alami.

3. Terlalu Sering Memakai Bahan Aktif Berkonsentrasi Tinggi
Retinol, salicylic acid, AHA, maupun BHA memang dikenal efektif mengatasi jerawat. Namun, bukan berarti semua bahan aktif tersebut boleh digunakan bersamaan setiap hari. Penggunaan bahan aktif secara berlebihan justru dapat menyebabkan kulit semakin sensitif, iritasi, mengelupas, hingga memperparah peradangan.

Saat kulit sedang breakout, fokus utama seharusnya adalah menenangkan kulit. Karena itu, pilih produk yang mengandung bahan antiinflamasi dan antioksidan untuk membantu mempercepat proses pemulihan skin barrier. Jika ingin menggunakan bahan aktif, pastikan penggunaannya tetap seimbang dan tidak berlebihan.

4. Sengaja Berjemur agar Bekas Jerawat Cepat Hilang
Masih banyak yang percaya bahwa sinar matahari dapat mengeringkan jerawat sekaligus menyamarkan noda hitam bekas jerawat. Memang, paparan sinar matahari sesaat bisa membuat peradangan tampak sedikit berkurang. Namun, manfaat tersebut hanya bersifat sementara.

Dalam jangka panjang, sinar ultraviolet justru mempercepat penuaan kulit, menyebabkan dehidrasi, meningkatkan produksi minyak, hingga memperparah hiperpigmentasi bekas jerawat. Tak hanya itu, paparan sinar UV berlebih juga dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit yang lebih serius. Karena itu, berjemur bukanlah solusi yang dianjurkan untuk mengatasi breakout.

5. Menghindari Sunscreen karena Takut Kulit Semakin Lengket
Kesalahan terakhir yang masih sering dilakukan adalah tidak menggunakan sunscreen karena merasa produk tersebut membuat wajah semakin berminyak. Padahal, tabir surya merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit, termasuk bagi pemilik kulit berminyak dan berjerawat.

Saat ini sudah banyak sunscreen dengan tekstur ringan, cepat menyerap, serta diformulasikan khusus untuk kulit acne-prone sehingga tidak terasa lengket maupun menyumbat pori-pori. Mengabaikan penggunaan SPF justru membuat kulit lebih rentan mengalami iritasi akibat paparan sinar UV dan memperlambat proses penyembuhan bekas jerawat.

Pada akhirnya, tidak semua tips kecantikan yang ramai dibicarakan di internet cocok diterapkan untuk setiap jenis kulit. Kondisi kulit setiap orang berbeda sehingga perawatan yang efektif pun bisa berbeda.

Jika wajah sedang mengalami breakout yang cukup parah atau tak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan memahami kebutuhan kulit dan menghindari berbagai mitos skincare, peluang mendapatkan kulit yang sehat dan bebas jerawat pun akan jauh lebih besar.
  • jerawat
  • tips kecantikan

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.