Akui Idap Autisme, SZA Curhat Perjuangan Harus Pura-pura Normal di Depan Orang
Sabtu, 11 Jul 2026, 11:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyanyi sekaligus penulis lagu ternama, SZA, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan kepada publik.
Melalui akun Instagram pribadinya, musisi peraih Grammy Awards tersebut mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menerima diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme.
Di postingan tersebut, SZA membagikan cuplikan hasil evaluasi klinis yang telah dijalaninya dan mengatakan bahwa dia akhirnya meluangkan waktu untuk menjalani pemeriksaan secara formal.
Hasil Evaluasi Klinis SZA
SZA menyebut diagnosis yang diterimanya sebagai Asperger's/high-functioning autism, sebuah istilah yang dahulu kerap digunakan untuk menggambarkan individu autistik dengan kemampuan intelektual dan bahasa yang baik.
Dokumen evaluasi yang dibagikan SZA menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan tersebut konsisten dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Evaluasi tersebut mencatat adanya perbedaan dalam interaksi sosial, sensitivitas sensorik terhadap suara, sentuhan, maupun tekstur tertentu, serta kecenderungan melakukan masking atau menyembunyikan karakteristik autisme agar dapat beradaptasi dalam lingkungan sosial.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa SZA memiliki kemampuan bahasa yang sangat baik serta penalaran yang berada pada tingkat superior.
Meski demikian, upaya untuk terus menyesuaikan diri di lingkungan sosial disebut membutuhkan energi yang cukup besar dan dapat memicu kecemasan bagi sang penyanyi.
Kaitan Diagnosis dengan Kebiasaan Sehari-hari
SZA kemudian mengaitkan diagnosis tersebut dengan sejumlah hal yang selama ini dia rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan gaya bercanda, dia mengatakan kemampuan mengenali pola (pattern recognition) membuatnya sering merasa ada sesuatu yang 'tidak beres' dan terdorong mencari jawabannya.
Dia juga menyebut diagnosis tersebut menjelaskan alasan mengapa dirinya selama ini kerap aktif di kolom komentar media sosial.
Meski SZA menggunakan istilah 'Asperger's' dan 'high-functioning autism' dalam unggahannya, secara medis kedua istilah tersebut sudah tidak lagi menjadi diagnosis resmi.
Sejak pembaruan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) pada 2013, seluruh kondisi tersebut kini telah diklasifikasikan dalam satu payung diagnosis resmi, yaitu Autism Spectrum Disorder (ASD).
Pengakuan jujur SZA langsung mendapat banyak dukungan dari para penggemar di media sosial.
Banyak pihak yang mengapresiasi keterbukaan penyanyi tersebut karena dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai autisme pada orang dewasa.
Terutama bagi kaum perempuan yang kerap baru memperoleh diagnosis setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan dengan berbagai mekanisme adaptasi.
- SZA
- SZA Autisme
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.