14 Mega Korupsi yang Dibongkar Jampidsus Febrie Adriansyah, Jiwasraya hingga Pertamina, Kerugian Negara Tembus Ratusan Triliun!
Kamis, 09 Jul 2026, 16:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik setelah rumah dinasnya di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapat pengamanan dari personel TNI pada Rabu (8/7/2026). Pengamanan tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah publik.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas menjelaskan bahwa kehadiran prajurit TNI merupakan bentuk pengamanan yang dilakukan atas permintaan resmi Kejaksaan Agung dan telah melalui mekanisme koordinasi yang berlaku.
Di saat yang hampir bersamaan, Polda Metro Jaya juga melakukan penggeledahan di 12 lokasi berbeda dalam penyidikan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap yang berkaitan dengan kasus pemadaman listrik (blackout) di Sumatera. Lokasi yang digeledah meliputi kantor perusahaan, money changer, restoran, hingga sejumlah rumah di Jakarta dan Bogor. Nama Febrie Adriansyah pun ikut menjadi perhatian karena dikaitkan dengan perkembangan perkara tersebut.
Terlepas dari berbagai pemberitaan yang berkembang, Febrie Adriansyah dikenal sebagai salah satu jaksa yang menangani sederet kasus korupsi terbesar di Indonesia. Sejak dipercaya menjabat sebagai Jampidsus pada Januari 2022, ia memimpin berbagai penyidikan perkara bernilai fantastis yang melibatkan pejabat negara, direksi BUMN, hingga pengusaha besar.
Berikut deretan 14 kasus korupsi besar yang pernah ditangani Febrie Adriansyah.
1. Kasus Gratifikasi Jaksa Pinangki
Febrie menjadi bagian dari tim yang mengusut kasus mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari. Pinangki terbukti menerima gratifikasi dan terlibat pemufakatan jahat dalam perkara buronan Djoko Soegiarto Tjandra yang sebelumnya terjerat kasus korupsi Bank Bali senilai Rp546 miliar.
2. Skandal Korupsi PT Asuransi Jiwasraya
Kasus Jiwasraya menjadi salah satu skandal terbesar di sektor keuangan Indonesia. Korupsi pengelolaan dana investasi periode 2008â2018 menyebabkan kerugian negara mencapai Rp16,81 triliun. Sejumlah petinggi perusahaan hingga pengusaha ternama dijerat dalam perkara ini.
3. Korupsi PT Asabri
Tak lama berselang, Febrie juga menangani perkara korupsi pengelolaan dana PT Asabri yang merugikan negara sekitar Rp22,78 triliun. Kasus ini menyeret sejumlah mantan petinggi Asabri serta nama-nama yang sebelumnya juga terlibat dalam perkara Jiwasraya.
4. Korupsi Kredit PT Bank Tabungan Negara (BTN)
Kasus penyalahgunaan fasilitas kredit di BTN menyebabkan kerugian negara sebesar Rp279,6 miliar. Lima tersangka ditetapkan, termasuk sejumlah pejabat bank, sementara mantan Direktur Utama BTN juga divonis bersalah.
5. Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia
Febrie turut memimpin penyelidikan dugaan korupsi pengadaan pesawat ATR 72-600 di Garuda Indonesia. Negara diperkirakan mengalami kerugian lebih dari Rp3,6 triliun akibat dugaan penggelembungan biaya sewa pesawat.
6. Korupsi BTS 4G Bakti Kominfo
Kasus pembangunan BTS 4G menjadi salah satu perkara paling menyita perhatian publik. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp8 triliun. Perkara ini menyeret mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate hingga anggota Badan Pemeriksa Keuangan.
7. Skandal Tata Niaga PT Timah
Kasus tata niaga timah menjadi salah satu perkara dengan nilai kerugian terbesar. Selain dugaan kerugian negara akibat tata kelola yang buruk, kerusakan lingkungan turut diperhitungkan sehingga total kerugian mencapai sekitar Rp271 triliun.
8. Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina
Kejaksaan Agung membongkar dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina periode 2018â2023. Nilai kerugian negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun.
9. Kasus PT Duta Palma Group
Dalam perkara korupsi dan pencucian uang PT Duta Palma Group, Kejaksaan Agung menyebut kerugian keuangan negara mencapai Rp4,9 triliun, sementara dampak terhadap perekonomian nasional diperkirakan mencapai Rp99,2 triliun.
10. Korupsi Ekspor Minyak Sawit Mentah (CPO)
Kasus pemberian izin ekspor CPO menjadi perhatian besar karena memengaruhi stabilitas harga minyak goreng nasional. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp6,047 triliun dengan dampak ekonomi lebih dari Rp12 triliun.
11. Dugaan Korupsi Impor Besi dan Baja
Febrie juga mengawal penyidikan dugaan korupsi impor besi atau baja paduan yang menyebabkan kerugian keuangan negara Rp1,06 triliun serta kerugian perekonomian sekitar Rp18,89 triliun.
12. Korupsi Impor Tekstil Bea Cukai
Saat masih menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus, Febrie menangani dugaan penyalahgunaan kewenangan impor tekstil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2018â2020. Perkara ini diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp1,6 triliun.
13. Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional juga masuk dalam penanganan Jampidsus. Penyidikan perkara ini turut menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
14. Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbud Ristek
Perkara pengadaan laptop Chromebook dalam Program Digitalisasi Pendidikan menjadi salah satu kasus besar terbaru yang ditangani Febrie Adriansyah. Berdasarkan putusan pengadilan, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp1,56 triliun.
Selama menjabat sebagai Jampidsus, Febrie Adriansyah menangani berbagai perkara korupsi dengan nilai kerugian negara yang mencapai ratusan triliun rupiah. Mulai dari skandal BUMN, sektor pertambangan, telekomunikasi, hingga program pemerintah, sederet kasus tersebut menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi berskala besar di Indonesia.Â
Rekam jejak inilah yang membuat Febrie Adriansyah terus menjadi sorotan, terutama ketika berbagai dinamika hukum dan politik nasional kembali mengemuka.
- Korupsi
- Febrie Adriansyah
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.