Stop Pakai Skincare Sembarangan! Ini 7 Kandungan yang Sebaiknya Tidak Dicampur

Selasa, 07 Jul 2026, 23:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Skincare memang menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit. Namun, semakin banyaknya produk yang beredar di pasaran membuat sebagian orang tergoda untuk menggunakan beberapa kandungan aktif sekaligus demi mendapatkan hasil yang lebih cepat.

Padahal, tidak semua bahan aktif dalam skincare bisa digunakan secara bersamaan. Alih-alih membuat kulit semakin sehat, kombinasi yang kurang tepat justru berisiko menyebabkan iritasi, kemerahan, kulit kering, hingga merusak skin barrier.

Ket. Foto: Skincare — Sumber: Istimewa

Agar rutinitas skincare tetap aman dan efektif, berikut beberapa kombinasi kandungan yang sebaiknya tidak digunakan dalam waktu yang bersamaan.

1. Retinol dan AHA/BHA

Retinol dikenal efektif membantu mengurangi tanda-tanda penuaan dan mempercepat regenerasi kulit. Sementara itu, AHA dan BHA berfungsi mengangkat sel kulit mati melalui proses eksfoliasi.

Menggunakan keduanya dalam satu rutinitas berpotensi membuat kulit menjadi terlalu sensitif, kering, bahkan mengalami iritasi. Sebaiknya gunakan AHA/BHA pada malam tertentu, lalu retinol pada malam berikutnya.

2. Retinol dan Vitamin C

Kedua kandungan ini sama-sama populer, tetapi memiliki cara kerja dan tingkat keasaman (pH) yang berbeda. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

Banyak ahli menyarankan menggunakan vitamin C pada pagi hari untuk membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas, sedangkan retinol digunakan pada malam hari.

3. Benzoyl Peroxide dan Retinol

Benzoyl peroxide sering digunakan untuk mengatasi jerawat, sedangkan retinol membantu mempercepat regenerasi kulit. Jika digunakan bersamaan, benzoyl peroxide dapat mengurangi efektivitas retinol sekaligus meningkatkan risiko kulit kering dan mengelupas.

4. AHA/BHA dan Vitamin C

AHA/BHA maupun vitamin C sama-sama memiliki sifat asam. Mengombinasikannya dalam satu waktu dapat membuat kulit terasa perih, kemerahan, dan lebih mudah mengalami iritasi, terutama jika baru mulai menggunakan skincare aktif.

5. Retinol dan Scrub Wajah

Eksfoliasi menggunakan scrub fisik saat kulit sedang menggunakan retinol dapat membuat lapisan pelindung kulit menjadi lebih rentan rusak. Akibatnya, kulit bisa terasa perih, mengelupas, bahkan mengalami kemerahan.

6. Beberapa Kandungan Eksfoliasi Sekaligus

Menggunakan toner AHA, serum BHA, lalu ditambah peeling dalam satu rutinitas bukanlah ide yang baik. Eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan over-exfoliation, yaitu kondisi ketika skin barrier melemah sehingga kulit menjadi sangat sensitif.

7. Retinol dan Produk dengan Kandungan Alkohol Tinggi

Beberapa toner atau astringent masih mengandung alkohol dalam jumlah cukup tinggi. Jika digunakan bersamaan dengan retinol, kulit berisiko kehilangan kelembapan alaminya sehingga terasa kering, tertarik, dan mudah iritasi.

Meski demikian, bukan berarti kandungan-kandungan tersebut tidak boleh digunakan sama sekali. Kuncinya adalah mengatur waktu pemakaian agar kulit memiliki kesempatan beradaptasi. Misalnya, vitamin C digunakan pada pagi hari, sementara retinol digunakan pada malam hari. Begitu pula dengan produk eksfoliasi yang cukup digunakan satu hingga tiga kali dalam seminggu, tergantung kebutuhan kulit.

Selain memperhatikan kombinasi kandungan, jangan lupa selalu menggunakan pelembap untuk menjaga skin barrier tetap sehat dan sunscreen setiap pagi agar kulit terlindungi dari paparan sinar ultraviolet.

Jika baru mencoba skincare dengan bahan aktif tertentu, lakukan secara bertahap dan amati respons kulit selama beberapa minggu. Dengan penggunaan yang tepat, kandungan aktif dapat bekerja secara optimal tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

  • Beauty

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.