JayJax Beberkan Rahasia Meledaknya Genre Indo Bounce dan Hipdut di Tanah Air
Ket. JayJax Beberkan Rahasia Meledaknya Genre Indo Bounce dan Hipdut di Tanah Air
Doc: Kucantik/Fitrya
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Musik elektronik Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah derasnya arus tren digital, berbagai subgenre yang memadukan musik elektronik dengan unsur lokal semakin mendominasi ruang dengar masyarakat.
Mulai dari Indo Bounce atau yang akrab dikenal sebagai jedag-jedug, Funky Kota (Funkot), Breakbeat (BKB), hingga subgenre baru bernama "Hipdut" alias Hip-Hop Dangdut yang dipopulerkan oleh duo musisi Tenxi dan Jemsii.
Kehadiran musik-musik ini begitu digandrungi karena berhasil memadukan ketukan modern EDM dengan unsur dangdut, pop, hingga koplo.
Tidak hanya viral, tren ini juga menguasai algoritma FYP TikTok dan Instagram Reels, merajai platform musik digital, hingga melahirkan fenomena kelab malam khusus subgenre lokal.
Ledakan Musik Sejak Era Pandemi
Djaya, DJ sekaligus produser di balik proyek solo JayJax dan duo DNA (bersama Mister Aloy), menilai perkembangan ini mulai masif sejak pandemi COVID-19.
"Gue pernah bahas ini sama anak-anak di lingkungan dan kolektif gue. Musik elektronik di Indonesia menurut gue semenjak COVID itu berkembang dengan sangat bagus, gede, dan masif. Semua DJ berani membuat musik, membuat karya, dipicu oleh pecahnya tren Indo Bounce," ungkapnya.
Ia juga menilai masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari elemen dangdut dan koplo yang sudah melekat secara budaya.
Fenomena Hipdut dan Dominasi Baru
Rekomendasi juga buat kamu:
Djaya turut menyoroti pergerakan Tenxi, Jemsii, dan kolektif AntiNRML yang menggabungkan Emo Rave, Hip-Hop, dan EDM dalam formula Hipdut.
"Kalau sekarang ada fenomena baru kayak Hipdut menurut gue sangat bagus. Mereka akhirnya menguasai listening di platform digital," ujarnya.
Meski begitu, Indo Bounce tetap mendominasi klub malam di Indonesia sebagai genre utama. Menurut Djaya, kunci keberhasilan musik elektronik Indonesia adalah kesederhanaan.
"Orang Indonesia pengen musik yang simpel, fun, dan bikin bahagia. Kalau enggak, ya bikin sedih," katanya.
Djaya juga optimistis musik EDM Indonesia bisa bersaing di luar negeri, bahkan sudah ada yang rilis di label global seperti Spinnin’ Records. Ia juga mengaku musik Indo Bounce sudah dikenal di Malaysia hingga Thailand, meski untuk pasar Eropa dan Amerika masih dalam tahap berkembang.
"Musik itu universal. Pasti ada yang menikmati Indo Bounce di luar sana," tutupnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk JayJax Beberkan Rahasia Meledaknya Genre Indo Bounce dan Hipdut di Tanah Air .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!