- Home
-
- Entertainment
-
- Olivia Rodrigo Luncurkan...
Olivia Rodrigo Luncurkan Festival Daisy Chain Fields, Hadirkan Lineup Musisi Perempuan dan Dukung Aksi Sosial
Rabu, 01 Jul 2026, 15:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Olivia Rodrigo kembali membuat para penggemarnya antusias. Setelah sukses dengan album studio terbarunya, penyanyi sekaligus penulis lagu tersebut kini mengumumkan sebuah festival musik baru bertajuk Daisy Chain Fields yang akan digelar pada tahun ini.
Festival ini bukan sekadar ajang konser. Olivia ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan musisi perempuan, komunitas kreatif, serta organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan anak perempuan. Melalui acara tersebut, ia berharap tercipta kolaborasi yang mampu menginspirasi sekaligus membawa dampak positif bagi masyarakat.
Digelar Selama Satu Hari di California
Daisy Chain Fields dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus di Great Park, Irvine, California. Festival ini dikemas sebagai acara satu hari penuh yang menghadirkan pertunjukan musik, aktivitas komunitas, hingga berbagai program edukatif.

Sumber: instagram.com/daisychainfields
Sebanyak 14 penampilan akan mengisi dua panggung utama sehingga pengunjung dapat menikmati berbagai genre musik sepanjang festival berlangsung.
Deretan Musisi Perempuan Siap Meramaikan Panggung

Sumber: instagram.com/daisychainfields
Salah satu daya tarik utama Daisy Chain Fields adalah konsep all-women lineup yang menghadirkan musisi perempuan dari berbagai generasi dan genre.
Beberapa nama yang dipastikan tampil antara lain Olivia Rodrigo, Chappell Roan, Doechii, Mitski, Garbage, Bikini Kill, Santigold, KATSEYE, Rachel Chinouriri, The Breeders, Die Spitz, Eli, Quiet Light, dan Not For Radio.
Festival ini juga akan menghadirkan penampilan spesial dari Karen O, Sarah McLachlan, serta Stevie Nicks.
Dalam wawancaranya bersama Good Morning America, Olivia mengaku sangat bersemangat dengan daftar musisi yang berhasil bergabung dalam festival impiannya.
Ia mengungkapkan rasa senangnya bisa menghadirkan Chappell Roan, Doechii, hingga Bikini Kill. Olivia juga menyebut Kathleen Hanna sebagai salah satu musisi yang selama ini menjadi inspirasinya.
Seluruh Musisi Tampil Tanpa Bayaran
Hal menarik lainnya dari Daisy Chain Fields adalah seluruh penampil tampil secara sukarela tanpa menerima bayaran.
Olivia menjelaskan bahwa 100 persen keuntungan bersih dari festival akan disalurkan untuk kegiatan amal. Menurutnya, keputusan para musisi untuk tampil secara cuma-cuma menunjukkan kepedulian besar mereka terhadap tujuan sosial yang diusung festival tersebut.
"Seratus persen keuntungan bersih festival ini akan diberikan untuk kegiatan amal. Semua artis luar biasa yang tampil juga melakukannya secara gratis demi amal. Itu benar-benar menunjukkan besarnya hati mereka, selain talenta yang mereka miliki," ujar Olivia.
Gandeng Berbagai Organisasi Perempuan dan Kemanusiaan
Salah satu hal yang membedakan Daisy Chain Fields dari festival musik pada umumnya adalah keterlibatan sejumlah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan pemberdayaan perempuan.

Sumber: instagram.com/daisychainfields
Di antaranya terdapat Baby2Baby, Black Mamas Matter Alliance, Center for Reproductive Rights, FreeFrom, Jhpiego, Johns Hopkins Center for Indigenous Health, National Domestic Workers Alliance, National Institute for Reproductive Health, National Women's Law Center, serta Planned Parenthood.
Selama festival berlangsung, pengunjung tidak hanya menikmati penampilan para musisi. Mereka juga dapat mengunjungi berbagai area aktivasi yang menghadirkan informasi edukatif, instalasi seni interaktif, pengalaman komunitas, deretan vendor lokal, hingga berbagai pop-up yang dirancang untuk memperluas wawasan mengenai isu-isu perempuan.
Terinspirasi dari Festival Musik Legendaris Lilith Fair
Olivia Rodrigo mengungkapkan bahwa Daisy Chain Fields lahir dari inspirasinya terhadapLilith Fair, festival musik khusus perempuan yang sangat populer pada era 1990-an dan didirikan oleh Sarah McLachlan.

Sumber: instagram.com/officialsarahmclachlan
Menurut Olivia, sosok Sarah menjadi orang pertama yang ia hubungi ketika mulai merancang festival tersebut.
"Orang pertama yang aku hubungi ketika memutuskan membuat festival ini adalah Sarah McLachlan. Dia adalah sosok pelopor, musisi yang luar biasa, sekaligus seorang teman," ujar Olivia.
Makna Nama Daisy Chain Fields
Olivia juga menjelaskan filosofi di balik nama Daisy Chain Fields. Ia membayangkan suasana hangat ketika sekelompok perempuan duduk bersama di bawah pohon sambil merangkai bunga daisy menjadi mahkota bunga atau gelang persahabatan.
Baginya, rangkaian bunga daisy melambangkan keterhubungan antarindividu. Setiap orang merupakan bagian penting dari sebuah komunitas yang lebih besar sehingga mampu menciptakan perubahan bersama.
Melalui festival ini, Olivia berharap perempuan dapat saling mendukung dan menguatkan, bukan justru saling bersaing.
"Sering ada anggapan bahwa perempuan harus bersaing untuk mendapatkan posisi teratas atau seolah sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Aku berharap pengalaman seperti Lilith Fair, dan semoga juga Daisy Chain Fields, bisa menunjukkan bahwa kita jauh lebih kuat ketika bersatu dan saling mendukung," ungkapnya.
Hadir Tak Lama Setelah Album Ketiga Olivia Rodrigo
Pengumuman Daisy Chain Fields datang hanya beberapa waktu setelah Olivia Rodrigo merilis album studio ketiganya yang bertajuk you seem pretty sad for a girl so in love.
Album tersebut mencatat pencapaian impresif dengan menjadi debut solo terbesar sepanjang 2026 setelah membukukan penjualan sekitar 485 ribu unit pada pekan pertama perilisannya.
Tak hanya itu, single utama berjudul drop dead juga menorehkan rekor baru. Lagu tersebut menjadikan Olivia sebagai artis pertama yang sukses membawa lagu utama dari tiga album studio pertamanya langsung debut di posisi puncak tangga lagu.
Tiket Sudah Mulai Dijual
Penjualan tiket Daisy Chain Fields telah dibuka melalui tahap presale sejak 24 Juni pukul 10.00 waktu Pasifik melalui situs resmi festival. Seluruh tiket dipasarkan menggunakan sistem first come, first served, sehingga penggemar harus bergerak cepat sebelum kuota habis.

Sumber: instagram.com/daisychainfields
Festival ini diproduksi oleh C3 Presents bersama Live Nation, dua promotor yang dikenal berpengalaman menangani berbagai festival musik berskala internasional.
Bukan Sekadar Festival Musik
Daisy Chain Fields hadir bukan hanya sebagai panggung hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang solidaritas, kolaborasi, dan pemberdayaan perempuan. Dengan memadukan konser, seni, edukasi, hingga aksi sosial dalam satu acara, festival ini diharapkan menjadi ruang aman bagi perempuan untuk saling terhubung, berbagi inspirasi, dan menciptakan dampak positif bersama.
Konsep tersebut pun memunculkan harapan dari banyak penggemar agar festival serupa suatu hari nanti juga bisa hadir di Indonesia dengan melibatkan lebih banyak musisi perempuan berbakat dari Tanah Air.
- festival musik
- Chappell Roan
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.