Jangan Cuma Bisa Melarang! Ini Cara Tepat Didik Anak di Era Gadget Tanpa Bikin Hubungan Renggang

Rabu, 01 Jul 2026, 17:55 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Menjadi orang tua di era digital seperti sekarang punya tantangan yang luar biasa besar.

Rasanya hampir mustahil memisahkan anak dari layar gawai (gadget). Mau dilarang total, tapi teknologi adalah bagian dari masa depan mereka. Namun jika dibiarkan begitu saja, ada ketakutan anak akan kecanduan, terpapar konten negatif, hingga mengalami cyberbullying.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Menghadapi dilema ini, pola pengasuhan yang kaku dan penuh larangan keras sudah tidak lagi efektif. Orang tua zaman sekarang dituntut untuk menerapkan digital parenting yang cerdas dan adaptif.

Bagaimana caranya? Yuk, intip pola pengasuhan ideal untuk anak di era teknologi berikut ini:

1. Kerja Sama Tim Antara Ayah dan Ibu

Sering kali urusan mendidik anak dibebankan seluruhnya kepada ibu. Padahal di era digital, peran ayah sama pentingnya. Ayah dan ibu harus berada di "tim yang sama", memiliki pandangan dan tujuan yang seragam tentang bagaimana teknologi akan diperkenalkan pada anak. Hindari situasi di mana ibu melarang, namun ayah justru membolehkan secara diam-diam demi menghindari anak yang rewel.

2. Dekat Secara Jiwa, Bukan Cuma Fisik

Banyak orang tua merasa sudah menemani anak seharian karena berada di satu ruangan yang sama. Padahal yang terjadi adalah phubbing—orang tua sibuk dengan ponselnya sendiri, dan anak asyik dengan tab-nya. Kedekatan yang ideal di era ini adalah kedekatan emosional (jiwa ke jiwa). Luangkan waktu khusus setiap hari di mana seluruh anggota keluarga melepaskan perangkat digital mereka untuk mengobrol atau bermain bersama tanpa gangguan layar.

3. Buat Aturan Main (Screen Time) yang Jelas

Alih-alih menyita gadget secara tiba-tiba yang bisa memicu konflik dan tantrum, ajak anak berdiskusi untuk membuat kesepakatan bersama. Misalnya, sepakati zona bebas teknologi di rumah, seperti tidak boleh ada gawai di meja makan atau satu jam sebelum tidur. Terapkan aturan waktu (screen time) yang konsisten, dan ajarkan anak memahami konsekuensi jika melanggar aturan tersebut.

4. Jadilah Teladan, Bukan Cuma Bisa Mengatur

Anak-anak adalah peniru yang sangat ulung. Mereka tidak sekadar mendengarkan apa yang orang tua katakan, melainkan melihat apa yang orang tua lakukan. Jika Mommies dan Daddies ingin anak membatasi penggunaan gawai, maka tunjukkan bahwa Anda juga bisa menyimpan ponsel saat sedang berinteraksi dengan mereka.

5. Bangun Komunikasi yang Terbuka dan Nyaman

Alih-alih bertindak seperti "polisi internet" yang gemar menginterogasi dan menghakimi, posisikan diri sebagai teman cerita yang aman. Buat anak merasa nyaman untuk menceritakan apa saja yang mereka lihat atau alami di dunia maya. Sering-seringlah mengajak anak mengobrol tentang perasaan mereka hari itu. Ketika komunikasi dua arah ini berjalan hangat, anak akan dengan sendirinya datang melapor kepada orang tua jika mereka menemui hal-hal aneh atau tidak nyaman di internet.

Mengasuh anak di era teknologi bukan tentang memusuhi kemajuan zaman atau melarang penggunaan teknologi secara total. Tujuannya adalah membimbing dan melatih anak agar memiliki pemikiran kritis (critical thinking) sehingga mereka bisa mengendalikan teknologi secara sehat, bertanggung jawab, dan beretika, bukan malah dikendalikan oleh teknologi tersebut.

  • Cara Parenting
  • Bahaya Cahaya Gadget

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.