Jangan Digunakan! 5 Kalimat Positif Ini Ternyata Bahaya Jika Diucapkan ke Anak

Rabu, 01 Jul 2026, 18:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Sebagai orang tua, kita pasti ingin selalu memberikan kata-kata penyemangat dan pujian untuk anak.

Namun, tahu nggak sih, ternyata ada beberapa kalimat yang sekilas terdengar sangat baik, penuh kasih sayang, dan memotivasi, tapi justru disarankan oleh para pakar psikologi untuk dihindari.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Jika diucapkan terlalu sering atau tanpa arah yang tepat, kalimat-kalimat ini justru bisa membentuk mental yang rapuh, memicu kecemasan, hingga membuat anak takut gagal.

Yuk, cari tahu 5 kalimat "baik" apa saja yang sebaiknya mulai kita kurangi atau ganti polanya:

1. "Kamu pintar banget, sih!"

  • Kenapa kurang baik: Kalimat ini adalah pujian yang berfokus pada hasil atau bakat alami anak, bukan pada usahanya. Ketika anak terbiasa dipuji "pintar", mereka akan terbebani untuk selalu terlihat pintar di mata orang lain. Dampaknya, mereka bisa menjadi takut mengambil tantangan baru karena takut gagal dan dicap "tidak pintar lagi".

  • Solusi/Ganti dengan: Fokuslah memuji proses atau kerja kerasnya. Misalnya, "Wah, mami bangga melihat kamu tekun banget latihan mewarnainya sampai rapi begini!"

2. "Anak baik nggak boleh nangis/marah, ya."

  • Kenapa kurang baik: Niatnya mungkin ingin menenangkan anak yang sedang tantrum atau sedih. Namun, kalimat ini justru mengajarkan anak untuk memendam emosi negatif mereka. Anak akan menangkap pesan bahwa marah atau sedih adalah hal yang buruk dan bisa membuat mereka dicap sebagai "anak nakal".

  • Solusi/Ganti dengan: Validasi dulu perasaannya agar anak merasa dimengerti. Misalnya, "Mami tahu kamu lagi kesal/sedih karena mainannya rusak. Sini, peluk dulu." Setelah mereka tenang, baru ajak berdiskusi.

3. "Jangan khawatir, kamu pasti bisa jadi juara nomor satu!"

  • Kenapa kurang baik: Memberikan target atau ekspektasi yang terlalu tinggi secara terus-menerus bisa memicu kecemasan (anxiety) pada anak. Mereka akan merasa bahwa kasih sayang orang tua bergantung pada prestasi yang mereka raih, dan menganggap kekalahan sebagai akhir dari segalanya.

  • Solusi/Ganti dengan: Fokus pada pengalaman dan usaha mereka, bukan hasil akhir. Misalnya, "Yang penting kamu lakukan yang terbaik dan bersenang-senang saat lomba nanti, ya. Menang atau kalah, mami tetap bangga."

4. "Sini mami aja yang kerjain, biar cepat selesai."

  • Kenapa kurang baik: Kalimat ini sering keluar saat orang tua sedang terburu-buru atau tidak sabar melihat anak kesulitan memakai sepatu, merapikan mainan, atau memakai baju sendiri. Jika terus-menerus diambil alih, anak tidak akan belajar mandiri, kurang percaya diri, dan merasa bahwa kemampuan mereka tidak cukup baik.

  • Solusi/Ganti dengan: Berikan mereka waktu dan bimbingan, bukan langsung mengambil alih tugasnya. Misalnya, "Mami lihat kamu agak kesulitan pakai kancingnya, mau mami bantu contohkan satu kancing dulu?"

5. "Kamu hebat, nggak kayak teman kamu yang itu."

  • Kenapa kurang baik: Memuji anak dengan cara membandingkannya dengan anak lain—meskipun tujuannya membuat anak merasa unggul—adalah hal yang tidak sehat. Ini akan menumbuhkan sifat kompetitif yang tidak sehat, membuat anak selalu menilai harga diri mereka berdasarkan kelemahan orang lain, dan berpotensi memicu rasa sombong.

  • Solusi/Ganti dengan: Pujilah anak secara mandiri tanpa membawa-bawa nama orang lain. Misalnya, "Wah, nilai matematika kamu naik dibanding bulan lalu. Keren banget progres kamu!"

Kata-kata dari orang tua adalah fondasi utama bagi kesehatan mental dan rasa percaya diri anak. Dengan mengubah sedikit cara kita memuji dan memberikan semangat, kita bisa membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan berani menghadapi tantangan hidup.

  • Orang Tua
  • Bahaya Parenting yang Salah

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.