Ungkapan Jujur Peserta Pelatihan Kopdes Merah Putih Jadi Sorotan, Kritisi Makanan hingga Layanan Kesehatan

Sabtu, 27 Jun 2026, 17:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Seorang peserta pelatihan di barak militer yang disebut sebagai calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) menjadi perhatian warganet setelah membagikan pengalamannya di media sosial.

Dalam unggahan di akun Threads @una_storia yang beredar luas, ia menceritakan kesan selama mengikuti pelatihan sekaligus menyampaikan sejumlah evaluasi yang menurutnya perlu menjadi perhatian penyelenggara.

Ket. Foto: Curhatan seorang peserta pelatihan Kopdes Merah Putih — Sumber: Instagram/@bisniscom

20260627155251_HLwFZeXaEAAuJMZ.jpg

(Curhatan peserta pelatihan Kopdes, dok: Threads @una_storia)

Melalui akun media sosialnya, peserta tersebut mengaku baru kembali memegang telepon genggam setelah dua minggu mengikuti pelatihan.

Ia mengaku terkejut melihat ramainya pembahasan mengenai kegiatan yang dijalaninya.

Ia menulis, "Setelah tidak memegang HP dua minggu, pas pegang HP lihat medsos seramai itu bahas latsarmil kami, wah luar biasa. Sebelum HP-ku dikumpulkan, ada evaluasi yang perlu ku tekankan untuk pusdik di Cimahi."

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan pelatihan berikutnya dapat berjalan lebih baik dan lebih nyaman bagi para peserta.

Evaluasi pertama yang disorot berkaitan dengan makanan. Ia berharap menu yang disediakan tidak monoton serta memiliki cita rasa yang lebih baik tanpa mengabaikan aspek gizi.

Dalam unggahannya ia menuliskan, "Makanan tolong sesuaikan, kasih bumbu, kasih variasi, kreatif, dan tetap perhatikan gizi. Asli eneg makan tongkol, telur, tahu, tempe hambar tanpa bumbu tiap hari."

Pernyataan tersebut langsung mengundang beragam komentar dari pengguna media sosial. Sebagian menganggap kritik itu sebagai masukan yang wajar, sementara yang lain menilai menu sederhana memang sudah menjadi bagian dari pelatihan yang menuntut kedisiplinan.

Selain makanan, ia juga menyoroti layanan kesehatan selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, keberadaan tenaga medis perlu lebih diperhatikan agar peserta yang mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh penanganan dengan cepat.

Ia menulis, "Kesehatan tolong diperhatikan, stay dokter dan kalau peserta minta berobat keluar, kasih izin. Asli kami enggak punya dokter dan obat-obatan, hanya mengandalkan pengetahuan dari lulusan bidan dan perawat."

Ungkapan tersebut menunjukkan harapannya agar fasilitas kesehatan selama kegiatan berlangsung dapat lebih memadai, mengingat aktivitas pelatihan di barak militer umumnya memiliki intensitas fisik yang cukup tinggi.

Sebelum kembali menyerahkan telepon genggamnya, peserta itu sempat menyampaikan satu pesan penutup. Ia mengisyaratkan masih ada banyak hal yang sebenarnya ingin disampaikan, namun keterbatasan waktu membuatnya harus mengakhiri unggahan tersebut.

"Ah sudah lah, dah disuruh kumpulin HP. Intinya banyak-banyaklah berbenah dan dengarkan saran dari siswa," tulisnya.

Unggahan itu pun memicu diskusi di media sosial. Banyak warganet menilai penyampaian kritik tersebut dilakukan secara lugas dan berfokus pada aspek yang menurutnya dapat ditingkatkan, yakni kualitas konsumsi dan layanan kesehatan.*

  • Peserta Pelatihan di Barak Militer

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.