Tiket Final Nyaris Rp600 Juta, Piala Dunia 2026 Malah Sepi Penonton?

Ket. Harga Tiket Final Piala Dunia 2026.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Piala Dunia 2026 yang digadang-gadang menjadi turnamen sepak bola terbesar sepanjang sejarah justru menghadapi tantangan tak terduga menjelang dimulainya kompetisi. Ribuan tiket pertandingan dilaporkan masih belum terjual, memunculkan pertanyaan mengenai tingkat antusiasme suporter terhadap ajang empat tahunan tersebut.

Turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu sebelumnya diperkirakan mampu menarik minat luar biasa dari penggemar sepak bola dunia. Namun, sejumlah laporan terbaru menunjukkan penjualan tiket belum memenuhi ekspektasi yang diharapkan FIFA.

Ribuan Tiket Masih Belum Laku

Beberapa hari sebelum laga pembuka digelar, masih terdapat puluhan ribu tiket yang tersedia melalui saluran penjualan resmi. Laporan media internasional menyebut hampir 180 ribu tiket belum menemukan pembeli.

Tidak hanya itu, sekitar 15 ribu tiket pertandingan fase grup juga masih tersedia. Bahkan laga pembuka yang mempertemukan Amerika Serikat dengan Paraguay dikabarkan masih menyisakan ribuan kursi kosong di stadion.

Kondisi tersebut cukup mengejutkan mengingat FIFA sebelumnya mengklaim telah menerima ratusan juta permintaan pemesanan tiket sejak awal tahun. Perbedaan antara tingginya minat awal dan realisasi pembelian tiket kini menjadi sorotan banyak pihak.

Harga Tiket Dinilai Terlalu Mahal

Salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap lambatnya penjualan tiket adalah harga yang dianggap terlalu tinggi oleh banyak penggemar.

Tiket pertandingan final sempat dipasarkan dengan harga mendekati 33 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp593 juta. Meski harga tersebut kemudian mengalami penyesuaian, nominalnya tetap dianggap jauh di luar jangkauan sebagian besar suporter.

Tidak hanya laga final, harga tiket untuk sejumlah pertandingan fase grup juga terbilang tinggi. Rata-rata harga tiket berada di kisaran 800 dolar AS atau sekitar Rp14 juta per lembar.

Selain persoalan nominal, sistem harga dinamis yang diterapkan juga memicu kritik. Banyak suporter mengeluhkan perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat sehingga menyulitkan mereka merencanakan pembelian tiket.

FIFA Dibayangi Ancaman Kursi Kosong

Di luar persoalan harga, sejumlah isu lain seperti keamanan dan kondisi sosial di beberapa lokasi penyelenggaraan juga disebut turut memengaruhi keputusan calon penonton.

Apabila tren penjualan tidak mengalami peningkatan signifikan, FIFA berpotensi menghadapi pemandangan kurang ideal berupa banyaknya kursi kosong di stadion. Situasi tersebut tentu dapat memengaruhi atmosfer pertandingan yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama Piala Dunia.

Kekhawatiran ini semakin besar karena turnamen 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan jumlah peserta dan pertandingan yang jauh lebih banyak dibandingkan edisi sebelumnya.

FIFA Tetap Optimistis

Meski menghadapi berbagai tantangan, FIFA masih menunjukkan optimisme terhadap potensi pendapatan turnamen ini. Organisasi sepak bola dunia tersebut memperkirakan pemasukan dari penjualan tiket dan sektor perhotelan dapat melampaui 3 miliar dolar AS.

Angka tersebut bahkan diprediksi mencapai tiga kali lipat dibandingkan pendapatan yang diperoleh pada Piala Dunia Qatar 2022.

Kini perhatian tertuju pada perkembangan penjualan tiket menjelang pertandingan-pertandingan besar. Banyak pihak menilai laga-laga fase gugur dan duel tim favorit dunia berpotensi meningkatkan minat penonton dalam beberapa pekan mendatang.

Namun jika tren tiket tak terjual terus berlanjut, Piala Dunia 2026 bisa menghadapi tantangan baru yang belum pernah dialami dalam skala sebesar ini pada turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN