Hati-Hati Mom! 5 Benda Rumah Tangga Ini Paling Sering Tertelan Balita
Rabu, 24 Jun 2026, 12:45 WIBJAKARTA, GENVOICE.ID -Â Bagi seorang balita, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah laboratorium raksasa yang siap dijelajahi.
Di usia ini, anak-anak mengalami fase eksplorasi oral, sebuah tahapan perkembangan di mana mereka mengenali dunia sekitar dengan cara memasukkan segala benda ke dalam mulut.
Namun, di balik kelucuan rasa ingin tahu tersebut, tersimpan risiko medis yang mengancam jiwa. Dokter Spesialis Anak, dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua, mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Berdasarkan data medis, ada lima benda yang paling sering ditemukan bersarang di dalam saluran pencernaan balita akibat kelalaian penyimpanan di rumah.
1. Uang Koin (Khususnya Pecahan Rp1.000)
Uang koin sering kali dianggap remeh dan diletakkan sembarangan oleh orang dewasa, mulai dari di atas meja tamu, dasbor mobil, hingga lantai. Bentuknya yang bundar, permukaannya yang berkilau saat terkena cahaya, serta teksturnya yang menarik membuat koin menjadi magnet tersendiri bagi balita. Kasus koin tersangkut di tenggorokan atau lambung anak merupakan salah satu laporan kecelakaan domestik yang paling tinggi frekuensinya.
2. Baterai Koin (Baterai Jam Dinding & Mainan)
Dari semua benda dalam daftar ini, baterai koinâatau baterai kancingâadalah salah satu yang paling mematikan. Benda ini kerap ditemukan pada jam tangan, alat elektronik kecil, remote mobil, atau mainan murah. Ketika tertelan, asam lambung akan memicu aliran listrik dari baterai dan melepaskan zat kimia korosif. Reaksi ini dapat membakar dan melubangi jaringan kerongkongan atau lambung anak hanya dalam waktu kurang dari dua jam.
3. Dua atau Lebih Magnet Kecil
Menelan satu buah magnet mungkin hanya akan berakhir dengan keluarnya magnet tersebut bersama kotoran. Namun, ceritanya akan menjadi mimpi buruk medis jika anak menelan dua atau lebih magnet dalam waktu berdekatan. Saat berada di dalam usus, magnet-magnet tersebut akan saling tarik-menarik dari kompartemen usus yang berbeda. Jaringan usus yang terjepit di antara dua magnet akan kehilangan aliran darah, mati (nekrosis), hingga menyebabkan usus bocor yang memerlukan pembedahan darurat.
4. Potongan Komponen Mainan
Banyak orang tua yang kurang cermat dalam membelikan mainan. Mainan yang diperuntukkan bagi anak usia di atas 6 tahun sering kali diberikan kepada balita. Akibatnya, komponen-komponen kecil, roda mainan yang lepas, atau lego berukuran mikro dengan mudah berpindah ke mulut anak. Risiko terbesarnya bukan hanya tersangkut di pencernaan, melainkan masuk ke saluran pernapasan yang bisa menyebabkan anak mati lemas (choking).
5. Jarum Pentul dan Peniti
Bagi keluarga di Indonesia, jarum pentul atau peniti adalah benda yang sangat akrab di keseharian, terutama untuk keperluan hijab. Sayangnya, benda-benda tajam ini kerap diletakkan di tempat terbuka atau bahkan tak sengaja jatuh ke karpet. Sifatnya yang tajam dapat dengan mudah menusuk, merobek, atau menginfeksi dinding halus saluran pencernaan anak sejak dari kerongkongan hingga usus.
Langkah Preventif: Menjaga Rumah Tetap Aman
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Para orang tua diimbau untuk melakukan tindakan "cek rumah" secara berkala dengan langkah berikut:
-
Prinsip Jangkauan: Letakkan seluruh benda kecil, tajam, dan berbaterai di dalam laci yang terkunci atau di rak gantung yang tinggi.
-
Filter Mainan: Periksa kembali mainan anak Anda. Singkirkan mainan yang memiliki bagian kecil yang longgar atau mudah pecah.
-
Edukasi dan Pengawasan: Berikan pengawasan melekat saat anak bermain dan edukasi mereka secara perlahan mengenai benda apa saja yang tidak boleh dimasukkan ke mulut.
Apa yang harus dilakukan jika anak telanjur menelan benda asing? Jangan mencoba memicu anak untuk muntah secara manual karena berisiko merobek kerongkongan. Jika Anda melihat atau mencurigai anak menelan benda-benda berbahaya di atas terutama baterai koin, jarum, atau magnet, segera bawa anak ke Instalasi Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat untuk penanganan medis tanpa menunda satu menit pun.
- Cara Parenting
- Parenting Anak
Redaktur: Muhammad Ihsan Karim
Penulis: Muhammad Ihsan Karim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.