10 Buku Terbaik Sepanjang Masa Versi Goodreads, The Hunger Games Geser Harry Potter dan Pride and Prejudice dari Puncak

Ket. Rekomendasi buku terbaik versi Goodreads.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menentukan buku terbaik sepanjang masa memang hampir mustahil dilakukan tanpa memicu perdebatan. Setiap pembaca memiliki selera, pengalaman, dan karya favorit yang berbeda. Namun, ketika jutaan pembaca dari seluruh dunia memberikan suara dan ulasan mereka dalam satu platform, hasilnya tentu menjadi menarik untuk disimak.

Goodreads, platform komunitas pembaca terbesar di dunia, baru-baru ini kembali menjadi sorotan lewat daftar Best Books Ever. Daftar ini tidak disusun oleh kritikus sastra atau akademisi, melainkan berdasarkan penilaian, rating, dan dukungan dari jutaan pengguna aktif. Hasilnya pun cukup mengejutkan.

Novel distopia remaja The Hunger Games karya Suzanne Collins berhasil merebut posisi puncak, mengungguli sejumlah karya legendaris yang selama ini dianggap tak tergoyahkan, termasuk Harry Potter, Pride and Prejudice, hingga The Lord of the Rings.

Berikut daftar 10 buku terbaik sepanjang masa versi pembaca Goodreads yang wajib masuk daftar bacaanmu.

1. The Hunger Games – Suzanne Collins

Siapa sangka novel yang pertama kali terbit pada 2008 ini berhasil menjadi juara? The Hunger Games mengikuti perjuangan Katniss Everdeen yang dipaksa mengikuti kompetisi mematikan demi hiburan publik. Selain menawarkan aksi dan ketegangan, novel ini juga menyajikan kritik sosial tentang ketimpangan ekonomi, manipulasi media, dan kekuasaan politik yang masih relevan hingga sekarang.

2. Harry Potter and the Order of the Phoenix – J.K. Rowling

Meski gagal merebut posisi pertama, dunia sihir Harry Potter tetap menunjukkan dominasinya. Menariknya, buku yang masuk daftar bukan seri pertama, melainkan seri kelima yang dikenal lebih gelap dan emosional. Kehadiran Dolores Umbridge sebagai salah satu karakter paling dibenci sepanjang sejarah literatur menjadi salah satu alasan buku ini begitu membekas di hati pembaca.

3. Pride and Prejudice – Jane Austen

Lebih dari dua abad sejak diterbitkan, karya Jane Austen masih menjadi favorit pembaca modern. Kisah Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy menawarkan romansa klasik yang dipadukan dengan kritik sosial, kecerdasan dialog, dan humor yang tetap relevan hingga kini.

4. To Kill a Mockingbird – Harper Lee

Novel klasik ini menjadi salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah. Melalui sudut pandang seorang anak bernama Scout, pembaca diajak memahami isu rasisme, keadilan, dan kemanusiaan yang terjadi di Amerika Serikat era Depresi Besar.

5. The Book Thief – Markus Zusak

Menggunakan Kematian sebagai narator cerita adalah salah satu keunikan terbesar novel ini. Berlatar Jerman pada masa Perang Dunia II, kisah Liesel Meminger menghadirkan cerita mengharukan tentang kekuatan kata-kata dan harapan di tengah kekejaman perang.

6. Twilight – Stephenie Meyer

Masuknya Twilight ke dalam 10 besar sempat memancing perdebatan panjang. Namun tidak bisa dipungkiri, kisah cinta antara Bella Swan dan vampir misterius Edward Cullen pernah menjadi fenomena global yang mengubah wajah budaya pop remaja.

7. Animal Farm – George Orwell

Meski berukuran relatif pendek, Animal Farm dianggap sebagai salah satu novel politik paling tajam sepanjang masa. Melalui kisah hewan-hewan peternakan, George Orwell menyampaikan kritik keras terhadap korupsi kekuasaan dan pemerintahan otoriter.

8. The Hobbit & The Lord of the Rings – J.R.R. Tolkien

Banyak penggemar fantasi menganggap karya Tolkien layak berada di posisi yang lebih tinggi. Seri ini menjadi fondasi lahirnya genre fantasi modern dan menginspirasi ratusan penulis setelahnya.

Dunia Middle-earth yang megah hingga kini masih dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sastra fantasi.

9. The Chronicles of Narnia – C.S. Lewis

Petualangan magis di negeri Narnia telah memikat jutaan pembaca lintas generasi. Dengan perpaduan fantasi, petualangan, dan pesan moral yang kuat, karya C.S. Lewis terus bertahan sebagai salah satu seri buku paling dicintai sepanjang masa.

10. The Fault in Our Stars – John Green

Menutup daftar adalah novel yang sukses membuat jutaan pembaca menangis. Kisah Hazel Grace Lancaster dan Augustus Waters menghadirkan romansa yang manis sekaligus menyayat hati tentang cinta, kehilangan, dan arti kehidupan.

Harry Potter Kalah, Pembaca Internet Punya Pilihan Berbeda

Hasil daftar Goodreads ini membuktikan selera pembaca modern tidak selalu sejalan dengan pandangan kritikus sastra. Popularitas, keterikatan emosional, serta dampak budaya sebuah buku ternyata memiliki pengaruh besar dalam menentukan posisi karya-karya favorit dunia.

Terlepas dari urutannya, sepuluh buku dalam daftar ini telah meninggalkan jejak besar dalam dunia literasi dan berhasil memikat hati jutaan pembaca dari berbagai generasi.

Jika belum pernah membaca salah satunya, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencari tahu mengapa buku-buku tersebut begitu dicintai hingga masuk jajaran karya terbaik sepanjang masa.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN