Lagunya Dipakai Tanpa Izin, Ariana Grande Protes Keras Pemerintahan Donald Trump Terkait Video ICE

Doc: Istimwa

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Penyanyi pop dunia, Ariana Grande, menambah panjang daftar musisi global yang melayangkan protes keras terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump. Pelantun lagu Thank U, Next ini meradang setelah mengetahui salah satu karyanya digunakan tanpa izin untuk kepentingan video promosi kebijakan politik, cantiks.

Perseteruan ini bermula ketika akun resmi Gedung Putih mengunggah sebuah video melalui platform TikTok. Video tersebut dibuat dengan tujuan mempromosikan kebijakan pengetatan imigrasi di Amerika Serikat, serta menampilkan berbagai cuplikan petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang tengah melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang.

Secara sepihak, pihak Gedung Putih menyematkan lagu hit milik Ariana Grande yang berjudul Bye sebagai musik latar video tersebut. Melengkapi unggahannya, akun resmi itu juga menuliskan takarir bernada sindiran yang merujuk pada judul lagu dari album Eternal Sunshine tersebut.

"Bye-bye 👋 Presiden Trump telah menghadirkan perbatasan paling aman dalam sejarah," demikian bunyi keterangan dalam unggahan video Gedung Putih tersebut.

Tidak tinggal diam, Ariana Grande langsung meninggalkan komentar menohok di unggahan tersebut. Ia mengecam keras penggunaan karyanya untuk agenda yang dinilainya tidak memanusiakan manusia, cantiks.

"Tolong jangan pernah memakai musik saya untuk hal barbar, tidak manusiawi, dan mengerikan seperti ini. F*ck ICE," tulis Ariana Grande dengan tegas.

Sesaat setelah komentar protes dari sang diva viral dan memicu gelombang dukungan dari warganet, pihak Gedung Putih akhirnya memutuskan untuk mematikan audio (mute) lagu tersebut dari video mereka.

Menariknya, Ariana Grande bukanlah satu-satunya musisi yang lagunya dicatut untuk kepentingan kampanye imigrasi tersebut. Sebelumnya, penyanyi muda Sabrina Carpenter juga sempat melayangkan kritik yang tidak kalah pedas setelah lagu hitnya yang berjudul Juno turut digunakan oleh akun pemerintahan Trump untuk mempromosikan agenda penangkapan imigran oleh petugas ICE, cantiks.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN