Rizky Billar Ungkap Fakta di Balik Jabatan CEO: Tak Harus Punya Perusahaan Raksasa

Rabu, 10 Jun 2026, 16:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Istilah CEO belakangan ramai diperbincangkan di media sosial setelah nama Giorgio Antonio, yang disebut dekat dengan Sarwendah, menjadi sorotan publik.

Di tengah perbincangan tersebut, aktor sekaligus presenter Rizky Billar turut memberikan pandangannya mengenai penggunaan gelar CEO yang menurutnya sering kali terlalu dibesar-besarkan.

Ket. Foto: Rizky Billar tanggapi istilah CEO yang sedang viral — Sumber: Instagram/@rizkybillar

Dalam sebuah pernyataan yang beredar luas, Billar mengaku heran melihat sebagian masyarakat yang menempatkan posisi CEO seolah-olah sebagai status yang sangat istimewa.

Menurut suami Lesti Kejora itu, persepsi tersebut tidak lepas dari pengaruh budaya populer, terutama drama Korea yang kerap menampilkan sosok CEO sebagai figur sukses, kaya raya, dan memiliki karisma tinggi.

"CEO tuh orang Korea doang, drakor-drakor doang yang menciptakan imej CEO tuh harus keren segala macam," ujar Billar.

Pernyataan itu langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang menilai Billar sedang mencoba meluruskan pemahaman masyarakat mengenai arti sebenarnya dari jabatan CEO atau Chief Executive Officer.

Di dunia bisnis, CEO memang merupakan pemimpin tertinggi dalam sebuah perusahaan.

Namun, status tersebut tidak selalu identik dengan perusahaan besar bernilai miliaran rupiah seperti yang sering digambarkan dalam tayangan televisi.

Billar kemudian menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki usaha kecil pun pada dasarnya dapat menyandang posisi CEO apabila ia menjadi pemimpin utama dalam bisnis yang dibangunnya sendiri.

Ia memberi contoh sederhana mengenai usaha makanan ringan dengan modal yang relatif kecil.

"Lo buka usaha bikin camilan ya, jajanan-jajanan kecil, modal 8 juta, udah jadi CEO namanya," kata Billar.

Melalui pernyataan tersebut, Billar ingin menegaskan bahwa jabatan CEO sejatinya adalah sebuah fungsi dan tanggung jawab dalam organisasi bisnis, bukan simbol kemewahan yang harus selalu dikagumi.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu terlalu terpesona hanya karena seseorang memperkenalkan diri sebagai CEO.

"Gak usah terlalu diagung-agungkan CEO-CEO, apa sih CEO-CEO," lanjutnya.

Komentar Billar pun memicu beragam reaksi. Sebagian warganet setuju bahwa gelar CEO memang sering kali dipersepsikan berlebihan, terutama di era media sosial ketika banyak pemilik usaha skala kecil hingga menengah menggunakan jabatan tersebut untuk membangun citra profesional.

Di sisi lain, ada pula yang menilai bahwa posisi CEO tetap memiliki peran penting karena berkaitan dengan pengambilan keputusan strategis dalam sebuah perusahaan, terlepas dari besar atau kecilnya skala bisnis.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, pernyataan Rizky Billar berhasil membuka diskusi menarik mengenai makna jabatan CEO di tengah masyarakat.

 Alih-alih hanya melihat gelarnya, Billar mengingatkan bahwa yang lebih penting adalah bagaimana seseorang menjalankan bisnisnya dan menciptakan nilai melalui usaha yang dibangun.

Dengan kata lain, jabatan CEO bukan semata-mata simbol prestise, melainkan tanggung jawab yang melekat pada pemimpin sebuah perusahaan.*

  • Rizky Billar Ikut Tanggapi Istilah CEO

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.