Pencet Jerawat di Bawah Hidung Bisa Picu Infeksi Berbahaya, Ini Faktanya

Ket. Ilustrasi wajah berjerawat.

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Muncul jerawat di bawah hidung memang sering membuat kesal. Selain terasa nyeri, letaknya yang sangat terlihat juga kerap mengganggu rasa percaya diri. Tak sedikit orang yang langsung tergoda untuk memencetnya demi mendapatkan kulit yang tampak lebih bersih dalam waktu singkat.

Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan memencet jerawat di area bawah hidung justru bisa membawa masalah yang lebih serius? Alih-alih cepat hilang, jerawat yang dipencet secara sembarangan berisiko menyebabkan peradangan, infeksi, hingga meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.

Area bawah hidung termasuk bagian wajah yang cukup sensitif karena memiliki banyak pembuluh darah dan jaringan kulit yang tipis. Karena itulah, penanganan jerawat di area ini tidak boleh dilakukan secara asal.

Apakah Jerawat di Bawah Hidung Boleh Dipencet?

Jawaban singkatnya, tidak disarankan.

Sebagian besar dokter kulit menyarankan agar jerawat tidak dipencet menggunakan tangan, terutama jika kondisinya masih merah, meradang, atau belum matang. Saat jerawat dipaksa pecah, bakteri dan kotoran yang ada di dalamnya bisa menyebar ke jaringan kulit di sekitarnya.

Akibatnya, jerawat justru bisa menjadi lebih besar, lebih merah, dan lebih lama sembuh. Tak hanya itu, risiko munculnya bekas kehitaman, jaringan parut, serta infeksi juga meningkat secara signifikan.

Banyak orang menganggap memencet jerawat hanyalah masalah sepele. Padahal, tindakan tersebut dapat membuka jalan bagi bakteri untuk masuk lebih dalam ke dalam kulit. Jika infeksi berkembang, proses penyembuhannya bisa menjadi jauh lebih rumit dibandingkan jerawat biasa.

Risiko Serius yang Mengintai

Meski jarang terjadi, infeksi pada area hidung dan sekitarnya tidak boleh dianggap remeh. Dalam beberapa kasus, infeksi yang berasal dari jerawat yang dipencet dapat menyebar dan memicu gangguan kesehatan yang lebih serius.

Dermatolog Dr. Alok Vij, MD, menjelaskan bahwa infeksi pada wajah berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang membutuhkan penanganan medis segera.

Pada kasus yang sangat langka, infeksi di area wajah bahkan dapat memicu trombosis sinus kavernosa septik, yaitu terbentuknya gumpalan darah pada sinus kavernosa yang berada di dekat otak. Kondisi tersebut tergolong serius dan berpotensi mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Selain itu, memencet jerawat juga dapat menyebabkan:
- Peradangan yang semakin parah
- Bekas jerawat menghitam (hiperpigmentasi)
- Munculnya jaringan parut permanen
- Infeksi bakteri pada kulit
- Proses penyembuhan yang lebih lama

Karena itu, para ahli menegaskan bahwa menahan diri untuk tidak memencet jerawat adalah pilihan terbaik demi menjaga kesehatan kulit.

Cara Aman Mengatasi Jerawat di Bawah Hidung

Jika jerawat di bawah hidung terasa sangat mengganggu, ada beberapa cara yang lebih aman untuk membantu mempercepat penyembuhan tanpa harus memencetnya.

1. Kompres Hangat
Gunakan kain bersih yang telah direndam air hangat, lalu tempelkan pada area jerawat selama 10 hingga 15 menit. Metode ini membantu melunakkan isi jerawat dan mempercepat proses penyembuhan secara alami.

2. Gunakan Plester Jerawat
Plester jerawat atau acne patch dapat menjadi solusi praktis untuk melindungi jerawat dari sentuhan tangan. Selain itu, produk ini juga membantu menyerap cairan dan kotoran dari jerawat yang sudah terbuka sehingga risiko infeksi bisa berkurang.

3. Konsultasi ke Dokter Kulit
Jika jerawat terasa sangat nyeri, membesar, atau muncul menjelang acara penting, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit. Dokter dapat memberikan penanganan yang lebih aman dan efektif, seperti suntikan kortison atau pemberian obat tertentu untuk mempercepat penyembuhan.

Pada akhirnya, meski terlihat sepele, memencet jerawat di bawah hidung bukanlah langkah yang bijak. Kesabaran dan perawatan yang tepat jauh lebih aman dibandingkan mengambil risiko yang dapat meninggalkan bekas atau bahkan memicu masalah kesehatan yang lebih serius.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN