Modus Love Scamming yang Libatkan Fabiola Elizabeth Eks Istri Reza SMASH, Korban Dibuat Jatuh Hati Lalu Kehilangan Rp41 Miliar

Ket. Fabiola Elizabeth mantan istri Reza Smash ditetapkan sebagai tersangka kasus love scamming.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Kasus dugaan penipuan internasional yang menyeret Fabiola Elizabeth Agnes, mantan istri personel boyband SMASH, Reza Anugrah, terus menjadi sorotan publik. Polisi mengungkap jaringan tersebut menggunakan modus love scamming yang dikombinasikan dengan investasi kripto palsu untuk menguras uang para korban hingga mencapai Rp41 miliar.

Dalam skema yang diduga dijalankan secara terorganisir ini, para pelaku tidak langsung menawarkan investasi kepada calon korban. Mereka terlebih dahulu membangun hubungan emosional dan kepercayaan melalui media sosial sebelum mengarahkan korban untuk menanamkan uang mereka pada platform trading kripto yang ternyata tidak pernah ada.

Modus Love Scamming Fabiola Elizabeth

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Himawan Susanto Saragih, menjelaskan sindikat tersebut memiliki pembagian tugas yang rapi. Tim marketing menjadi garda terdepan untuk mencari dan menyaring calon korban potensial dari berbagai negara.

Para pelaku menggunakan akun media sosial dengan identitas dan foto-foto menarik untuk memancing perhatian target. Korban yang menunjukkan ketertarikan kemudian diajak berkomunikasi secara intens agar terjalin kedekatan emosional.

Menariknya, sasaran utama sindikat ini bukanlah warga Indonesia, melainkan korban dari luar negeri. Setelah proses pendekatan berjalan dan korban mulai percaya, barulah sosok Fabiola diduga mengambil peran untuk memperkuat keyakinan korban.

Menurut polisi, Fabiola Elizabeth bertugas melakukan panggilan video dengan calon korban yang masih ragu atau belum bersedia menginvestasikan uangnya. Kehadirannya dianggap mampu meningkatkan tingkat kepercayaan karena korban merasa sedang berinteraksi dengan sosok nyata.

"Jadi marketing itu untuk menjerat korban. Mereka akan menyortir calon korban yang butuh diyakinkan, maka F yang akan maju melayani video call. Itu supaya korban berinvestasi," ujar Kombes Himawan.

Pemilihan Fabiola Elizabeth untuk menjalankan peran tersebut bukan tanpa alasan. Polisi menyebut perempuan yang dikenal sebagai model itu dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu membangun hubungan personal dengan calon korban.

Setelah kedekatan emosional terbentuk, korban kemudian mulai diarahkan untuk menanamkan dana secara bertahap ke platform investasi kripto yang diklaim menguntungkan. Janji keuntungan besar dalam waktu singkat menjadi umpan utama yang digunakan para pelaku.

Dalam banyak kasus love scamming, korban biasanya tidak hanya tergiur keuntungan finansial, tetapi juga terpengaruh oleh hubungan emosional yang telah dibangun sebelumnya. Karena merasa percaya dan memiliki kedekatan khusus dengan pelaku, mereka akhirnya rela mentransfer uang dalam jumlah besar tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan menunjukkan sindikat tersebut beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, jaringan ini berhasil menjaring sekitar 5.000 target potensial.

Dari jumlah tersebut, setidaknya 133 orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami kerugian akibat investasi kripto palsu yang ditawarkan. Total dana yang berhasil dikumpulkan oleh sindikat tersebut disebut mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp41 miliar.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang diawali dengan pendekatan personal melalui media sosial.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal secara online, terlebih jika mulai mengajak berinvestasi atau meminta transfer dana dengan berbagai alasan.

Kasus ini kembali menjadi bukti bahwa modus love scamming kini semakin canggih. Pelaku tidak hanya memanfaatkan rayuan dan hubungan emosional, tetapi juga menggabungkannya dengan investasi bodong untuk memperbesar peluang mendapatkan keuntungan dari para korban yang lengah.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN