Melaney Ricardo Jawab Tudingan Tak Punya Empati karena Tak Beri Fee Transport Korban Penipuan Marwah Katering

Ket. Melaney Ricardo angkat bicara soal tak beri fee korban Marwah Catering yang datang ke podcastnya.

Doc: Kolase foto TikTok/@melaney_ricardo

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Melaney Ricardo kembali menjadi sorotan publik setelah mendapat kritik terkait kehadiran korban penipuan Marwah Katering dalam podcast yang dipandunya.

Sejumlah warganet menilai Melaney kurang menunjukkan empati karena tidak memberikan uang transport atau fee kepada para korban yang datang untuk menceritakan pengalaman mereka.

Menanggapi tudingan tersebut, Melaney memberikan penjelasan mengenai kebijakan yang selama ini diterapkan dalam program podcastnya.

Ia mengungkapkan bahwa tidak semua narasumber mendapatkan kompensasi yang sama. Dalam beberapa kesempatan, ada tamu yang memang diberikan uang transport sebagai bentuk bantuan atau dukungan.

Melaney menyebut beberapa nama yang pernah menerima uang transport dari timnya, di antaranya Arya Khan serta anak dari Pinkan Mambo.

Menurutnya, keputusan untuk memberikan bantuan transportasi biasanya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing narasumber.

Namun, untuk korban penipuan Marwah Katering, Melaney mengaku tidak memberikan fee maupun uang transport.

Keputusan tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sebagian netizen beranggapan bahwa para korban yang tengah menghadapi kesulitan seharusnya mendapat bantuan, setidaknya untuk biaya perjalanan menuju lokasi syuting.

Menjawab kritik yang muncul, Melaney menjelaskan bahwa kehadiran korban dalam podcast tersebut dilandasi kepentingan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Sebagai podcaster, ia membutuhkan informasi, berita, serta narasumber yang dapat menjelaskan secara langsung sebuah peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik.

Sementara itu, dari sisi narasumber, podcast dinilai dapat menjadi wadah untuk menyampaikan cerita dan menyebarkan informasi mengenai kejadian yang mereka alami kepada masyarakat luas.

Dengan demikian, menurut Melaney, ada manfaat yang diterima oleh kedua pihak tanpa harus selalu melibatkan pemberian fee.

"Karna masing-masing pihak punya kepentingan, aku sebagai podcaster butuh berita, butuh narasumber. Nah dari pihak narasumber juga butuh display dan tempat untuk menyebarkan informasi dan berita kejadian yang baru saja menimpa mereka," jelas Melaney.

Ia juga menegaskan bahwa selama proses komunikasi hingga pelaksanaan rekaman, para korban penipuan Marwah Katering tidak pernah meminta bayaran atau fee tertentu.

Karena tidak ada permintaan tersebut, tim podcast pun tidak menyiapkan kompensasi khusus bagi mereka.

Pernyataan Melaney ini memunculkan beragam reaksi dari publik. Ada yang memahami alasan tersebut dan menilai hubungan antara podcaster dan narasumber memang tidak selalu berbasis pembayaran.

Namun, ada pula yang tetap beranggapan bahwa bantuan transportasi bisa menjadi bentuk kepedulian kepada para korban yang tengah menghadapi persoalan berat.

Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, penjelasan Melaney memberikan gambaran mengenai pertimbangan di balik kebijakan podcastnya serta alasan mengapa tidak semua narasumber menerima kompensasi yang sama.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN