Kuasa Hukum Ungkap Alasan Ruben Onsu Hentikan Nafkah Anak Selama Enam Bulan, Disebut Bentuk Protes karena Tak Bertemu Buah Hati

Ket. Ruben Onsu buka suara soal nafkah anak

Doc: Instagram/@ruben_onsu

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perseteruan pasca perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan.

Kali ini, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkap alasan di balik keputusan kliennya yang disebut tidak memberikan nafkah anak selama enam bulan terakhir.

Sebelumnya, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Simon, menyampaikan bahwa Ruben sudah tidak lagi memberikan nafkah anak sejak akhir tahun 2025.

Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai tanggapan dari publik karena menyangkut kewajiban seorang ayah terhadap anak-anaknya.

Menanggapi tudingan tersebut, Minola Sebayang menjelaskan bahwa keputusan Ruben bukanlah karena ingin menghindari tanggung jawab.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk protes yang sengaja dilakukan karena Ruben merasa haknya sebagai ayah tidak terpenuhi.

Minola mengatakan, selama ini Ruben tetap menjalankan berbagai kewajiban finansial yang bahkan disebut melebihi apa yang seharusnya diberikan.

Namun di sisi lain, ia merasa kesulitan untuk bertemu dan menjalin hubungan dengan anak-anaknya.

“Ruben berpikir, kewajibanku kubayar bahkan melampaui apa yang seharusnya, tapi hak tidak aku dapat. Jadi dia ingin menunjukkan aksi protes bahwa dirinya juga bisa tidak melaksanakan kewajibannya,” ujar Minola dalam sebuah wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.

Menurut Minola, persoalan yang terjadi tidak bisa hanya dilihat dari enam bulan terakhir.

Ia menilai publik perlu memahami perjalanan panjang yang dialami Ruben setelah berpisah dari Sarwendah.

Dalam pandangannya, ada hak-hak sebagai orang tua yang selama ini tidak diperoleh oleh kliennya.

Lebih lanjut, Minola juga menyinggung berbagai bentuk dukungan finansial yang selama bertahun-tahun diberikan Ruben kepada keluarga.

Ia menyebut banyak kebutuhan yang tetap ditanggung, bahkan setelah hubungan rumah tangga keduanya berakhir.

“Lupa yang bertahun-tahun tidak dipertemukan dengan anak? Lupa kantong plastik sampah juga dibiayai? Lupa asuransinya, meski sudah tidak lagi jadi istri, tetap dibayarkan?” ungkap Minola.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti berbagai permintaan tambahan yang disebut sering diajukan atas nama kebutuhan anak-anak.

Menurutnya, beberapa pengeluaran yang seharusnya tidak lagi menjadi tanggung jawab Ruben setelah perceraian masih tetap diminta dengan alasan untuk kepentingan buah hati mereka.

Minola bahkan mencontohkan persoalan tiket konser yang menurutnya sempat menjadi perdebatan. Ia menilai hal-hal semacam itu seharusnya tidak terus dijadikan polemik di ruang publik.

Di sisi lain, persoalan utama yang ingin disampaikan Ruben, kata Minola, bukan semata-mata soal uang.

Yang lebih penting adalah keinginannya untuk tetap memiliki hubungan yang baik dengan anak-anaknya. Kuasa hukum tersebut mengungkapkan bahwa Ruben dikabarkan sudah tidak bertemu dengan buah hatinya sejak Desember 2025.

Karena itu, penghentian nafkah selama enam bulan disebut sebagai bentuk protes atas kondisi yang dirasakannya.

Kini, Ruben melalui tim hukumnya berharap haknya sebagai seorang ayah dapat dihormati, sebagaimana dirinya selama ini berupaya memenuhi berbagai kewajiban terhadap anak-anaknya.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN