Jennifer Coppen Ungkap Perjuangan Bangkit Setelah Kepergian Dali Wassink: Sempat Alami Anxiety dan Panic Attack Parah

Ket. Mendiang Dali Wassink dan Jennifer Coppen

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dua tahun setelah kepergian sang suami, Dali Wassink, Jennifer Coppen akhirnya berbicara lebih terbuka mengenai masa-masa terberat yang pernah ia hadapi.

Aktris dan kreator konten berusia 24 tahun itu mengaku sempat berada di titik terendah dalam hidupnya setelah kehilangan pasangan yang dicintainya secara mendadak.

Jennifer menikah dengan Dali pada 10 Oktober 2023. Namun kebahagiaan rumah tangga mereka tidak berlangsung lama. Dali meninggal dunia pada 18 Juli 2024 akibat kecelakaan sepeda motor tunggal di Bali.

Kejadian tersebut menjadi pukulan besar bagi Jennifer yang saat itu masih memiliki banyak rencana masa depan bersama suaminya.

Dalam sebuah podcast bersama Cinta Laura yang tayang di kanal YouTube Paraswara pada Sabtu (30/5/2026), Jennifer menceritakan bagaimana dirinya sempat merasa kehilangan arah hidup setelah ditinggal pergi oleh Dali.

Ia mengaku sempat berpikir bahwa hidupnya telah berakhir dan tidak lagi memiliki kekuatan untuk menjalani hari-hari seperti biasa.

“Jujur waktu awal kehilangan suami aku, aku sempat mikir kayak this is it. Like this is the end of me,” ungkap Jennifer.

Rasa duka yang mendalam membuatnya mengalami gangguan kecemasan hingga panic attack yang cukup parah.

Kondisi mental tersebut bahkan memengaruhi kemampuannya menjalankan peran sebagai seorang ibu bagi putrinya, Kamari.

Jennifer mengenang masa ketika dirinya lebih banyak mengurung diri di kamar dan sulit melakukan aktivitas sederhana.

Ia mengaku tidak sanggup berinteraksi dengan orang lain, bahkan untuk menemui anaknya sendiri. Selama masa tersebut, Kamari banyak dibantu oleh pengasuh serta ibu mertua Jennifer.

“Aku bahkan nggak bisa ngelihat anak aku. Jadi anak aku tuh dibantuin nanny dan ibu mertua. Aku cuman di kamar nangis, enggak bisa keluar kasur, mandi aja takut,” kenangnya.

Menurut Jennifer, kehilangan Dali tidak hanya menghadirkan kesedihan, tetapi juga rasa takut yang terus menghantuinya. Kepergian suaminya secara tiba-tiba membuatnya sering memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dalam hidup.

Ia merasa cemas memikirkan masa depan Kamari apabila suatu saat dirinya juga meninggal dunia.

Ketakutan tersebut menjadi salah satu pemicu munculnya anxiety yang berkepanjangan. Namun seiring berjalannya waktu, Jennifer perlahan berusaha menerima kenyataan dan menemukan kembali alasan untuk bangkit.

Kehadiran Kamari menjadi salah satu sumber kekuatan terbesar yang membantunya melewati masa sulit tersebut.

Kini, setelah dua tahun berlalu, Jennifer mengaku masih merindukan Dali, tetapi ia memilih untuk melanjutkan hidup dengan cara yang lebih positif. Ia ingin menjadi sosok ibu yang kuat bagi putrinya sekaligus menghormati kenangan indah yang pernah dibangun bersama sang suami.

Kisah Jennifer Coppen menjadi gambaran bahwa proses berduka tidak pernah mudah. Namun dengan dukungan keluarga, waktu, dan kemauan untuk terus melangkah, seseorang tetap dapat menemukan harapan di tengah kehilangan yang begitu besar.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN