Ngidam Makanan Asin Tanda Hamil Anak Laki-laki, Mitos atau Fakta? Ini Kata Dokter Obgyn

Ket. Ilustrasi ibu hamil.

Doc: freepik.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Banyak anggapan yang beredar di masyarakat bahwa jenis makanan yang diinginkan oleh ibu hamil atau fenomena ngidam dapat menjadi petunjuk mengenai jenis kelamin bayi yang sedang dikandung.

Salah satu kepercayaan lama yang paling populer menyebutkan bahwa jika ibu hamil mendambakan makanan tertentu, hal itu menandakan gender bayi laki-laki atau perempuan.

Kepercayaan ini bahkan masih dipegang teguh oleh sebagian orang hingga saat ini. Namun, apakah asumsi tersebut valid secara medis atau sekadar mitos belaka?

Menurut mitos yang berkembang, ibu hamil yang mengidam makanan dengan cita rasa asin, gurih, atau hidangan tinggi protein kemungkinan besar sedang mengandung bayi laki-laki.

Sebaliknya, jika lidah lebih condong menginginkan camilan manis atau cokelat, hal itu sering dikaitkan dengan kehamilan bayi perempuan. Untuk meluruskan simpang siur informasi ini, dunia kedokteran memiliki penjelasan ilmiah tersendiri yang berbasis pada riset kesehatan janin.

Penjelasan Medis: Hubungan Antara Ngidam dan Jenis Kelamin Janin

Dokter spesialis kebidanan dan ginekologi yang bersertifikasi ABOG, dr. Priya Patel, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian konklusif yang membuktikan bahwa ngidam makanan dapat menjadi prediktor akurat untuk menebak jenis kelamin bayi.

Hasrat kuat terhadap jenis makanan tertentu selama masa kehamilan sebenarnya lebih dipengaruhi oleh fluktuasi hormon dan perubahan kebutuhan nutrisi tubuh ibu hamil, bukan karena faktor genetik janin.

Secara biologis, jenis kelamin bayi sudah ditentukan secara mutlak sejak proses pembuahan terjadi, yaitu ketika sel sperma bertemu dengan sel telur.

Pada momen tersebut, janin menerima 23 kromosom dari masing-masing orang tua yang langsung menentukan jenis kelamin, warna mata, warna rambut, hingga potensi kecerdasan anak.

Meskipun organ reproduksi janin mulai terbentuk pada minggu ke-11 kehamilan, karakteristik fisik tersebut baru bisa diidentifikasi dengan jelas beberapa minggu setelahnya.

Mengupas 3 Mitos Ngidam yang Kerap Dikaitkan dengan Bayi Laki-Laki

Meskipun kebetulan tebakan ngidam bisa terasa benar dengan peluang 50:50, para ahli mengategorikan ciri-ciri berikut sebagai mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah:

1. Mengidam Makanan Asin dan Gurih

Mitos: Menginginkan keripik kentang, acar, mi instan, atau makanan berempah tajam adalah tanda hamil anak laki-laki.

Fakta Medis: Para ahli dari The Bump menyatakan bahwa dorongan ini murni dipicu oleh perubahan hormon yang memengaruhi indra penciuman dan perasa, serta pemenuhan emosional, bukan karena pengaruh jenis kelamin bayi.

2. Intensitas Mual (Morning Sickness) yang Lebih Ringan

Mitos: Ibu yang mengandung anak laki-laki diklaim jarang mengalami mual muntah yang parah di pagi hari.

Fakta Medis: Tingkat keparahan mual sangat bervariasi pada setiap individu dan setiap fase kehamilan. Kondisi ini sepenuhnya bergantung pada sensitivitas tubuh terhadap hormon kehamilan, bukan indikator gender janin.

3. Mengidam Daging Merah atau Protein Tinggi

Mitos: Dorongan kuat untuk mengonsumsi telur atau daging merah dianggap sebagai sinyal janin laki-laki.

Fakta Medis: Keinginan ini merupakan sinyal alami dari tubuh yang sedang membutuhkan asupan zat besi atau protein tambahan guna mendukung volume darah dan perkembangan jaringan plasenta.

Alasan Ilmiah Mengapa Ibu Hamil Mengalami Ngidam

Fenomena ngidam diperkirakan dialami oleh sekitar 50 hingga 90 persen wanita hamil. Merujuk pada data medis yang dihimpun oleh Parents, para ahli menduga kondisi ini dipicu oleh empat faktor utama:

  1. Lonjakan dan ketidakseimbangan hormon kehamilan.

  2. Perubahan sensitivitas pada indra penciuman dan pengecap rasa.

  3. Kebutuhan tubuh akan zat gizi atau nutrisi spesifik.

  4. Faktor psikologis, kondisi emosional, serta pengaruh budaya lokal.

2 Metode Paling Akurat untuk Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Bagi orang tua yang ingin mengetahui jenis kelamin calon buah hati secara akurat dan valid, dunia kedokteran menyarankan dua metode ilmiah berikut:

  • Pemeriksaan Ultrasonografi (USG): Metode paling umum yang aman digunakan untuk mendeteksi visual alat kelamin janin secara optimal pada usia kehamilan memasuki 18 hingga 20 minggu.

  • Tes NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing): Skrining genetik melalui pemeriksaan sampel darah ibu untuk menganalisis DNA bebas sel (cfDNA) milik janin. Tes canggih ini bahkan sudah bisa mendeteksi kromosom seks bayi sejak usia kehamilan 10 minggu.

Meskipun menebak jenis kelamin bayi lewat pola ngidam makanan manis atau asin menjadi bagian yang menyenangkan dan menghibur selama menjalani masa kehamilan, sains telah membuktikan bahwa hal tersebut sepenuhnya hanyalah mitos.

Memastikan pemenuhan gizi seimbang yang sehat jauh lebih krusial bagi tumbuh kembang janin daripada berfokus pada arti di balik makanan yang diidamkan.

Apakah Cantiks memiliki pengalaman unik terkait mitos ngidam ini yang ternyata meleset atau justru kebetulan tepat dengan jenis kelamin anakmu? 

Bagaimana cara kamu menyikapi berbagai mitos kehamilan yang berkembang di lingkungan sekitar? Yuk, tuliskan cerita, tanggapan, atau opinimu di kolom komentar bawah!

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN