JAKARTA, KUCANTIK.COM - Siapa sangka, berbagai gangguan kulit yang muncul di permukaan wajah maupun tubuh, dari jerawat sampai rosacea ternyata bisa berakar dari dalam tubuh, tepatnya dari kondisi usus sendiri. Banyak orang hanya fokus mengganti skincare atau mencoba perawatan mahal, padahal biang kerok sebenarnya bisa jadi berada di dalam gut yang sedang tidak seimbang.
Semua ini dijelaskan melalui konsep yang dikenal sebagai The Brain Gut Skin Axis, hubungan kompleks antara otak, usus, dan kulit. Ketiganya saling memengaruhi, dan saat salah satunya terganggu, efeknya bisa terlihat pada kesehatan kulit.
Apa Itu The Brain Gut Skin Axis?
The Brain Gut Skin Axis adalah mekanisme saling terhubung antara microbiome dalam usus, kondisi mental, dan kesehatan kulit. Microbiome yang dimaksud adalah komunitas mikroorganisme (bakteri, jamur, virus, archaea) yang menjaga keseimbangan tubuh. Jika microbiome usus sehat, kulit dan otak juga cenderung berfungsi optimal.
Sebaliknya, saat stres meningkat atau pola makan berantakan, keseimbangan microbiome bisa terganggu dan memicu peradangan yang akhirnya muncul dalam bentuk masalah kulit. Penelitian The Gut Microbiome as a Major Regulator of the Gut Skin Axis bahkan menunjukkan bahwa probiotik dapat membantu mencegah atau mengurangi jerawat dan psoriasis.
Masalah Kulit yang Dipicu Usus Bermasalah
1. Jerawat
Banyak yang sudah mencoba berbagai skincare dan perawatan canggih, namun jerawat tak kunjung hilang. Itu karena jerawat sangat berkaitan dengan kesehatan pencernaan. Ketidakseimbangan microbiome usus dapat memicu peradangan yang muncul sebagai breakout di kulit. Memperbaiki pola makan dan memperhatikan kondisi usus bisa jauh lebih efektif dibanding menggonta-ganti skincare.
2. Eksim
Eksim muncul dengan ciri kulit sangat kering, gatal, dan ruam merah. Tak hanya dipengaruhi genetik atau lingkungan, eksim juga dapat terjadi ketika microbiome usus tidak stabil. Bakteri tertentu melepaskan racun yang merusak skin barrier, sehingga memicu iritasi.
3. Psoriasis
Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit berlebih. Kondisi ini juga terkait dengan imunitas dan microbiome. Saat keseimbangan usus terganggu, peradangan dapat meningkat dan memperburuk gejala psoriasis.
4. Vitiligo
Vitiligo ditandai bercak putih akibat hilangnya pigmen. Meski faktor utama berasal dari genetik dan autoimun, microbiome tetap berperan karena ketidakseimbangan usus dapat memicu reaksi imun dan inflamasi. Probiotik membantu menenangkan respons imun tersebut.
5. Ketombe
Meski terlihat sederhana, ketombe ternyata juga dipengaruhi microbiome. Penelitian menemukan bahwa mereka yang mengalami ketombe punya ketidakseimbangan mikroorganisme di usus dan kulit kepala. Probiotik dapat membantu mengurangi pH kulit kepala, memperkuat skin barrier, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik.
6. Rosacea
Rosacea ditandai kulit memerah seperti terbakar, terutama pada wajah. Penelitian menunjukkan bahwa penderita rosacea sering mengalami gangguan usus seperti radang usus dan pertumbuhan bakteri berlebih. Artinya, memperbaiki microbiome dapat membantu meredakan gejalanya.
Sebelum Cantiks terburu-buru menyalahkan skincare atau cuaca, cek dulu kondisi usus dan microbiome. Karena kulit yang sehat ternyata dimulai dari dalam tubuh. Bila ingin mengetahui kondisi microbiome kulit atau usus lebih akurat, Cantiks bisa melakukan pemeriksaan seperti Biome Scan untuk melihat akar permasalahannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk 6 Masalah Kulit yang Berasal dari Usus, Bukan Salah Skincare! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!