Travel Grant Jadi Sorotan Usai Skandal Riset ISPPD 2026, Apa Itu Sebenarnya?

Rabu, 27 Mei 2026, 21:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dugaan pemalsuan identitas dan fabrikasi riset oleh sejumlah warga negara Indonesia dalam forum ilmiah internasional ISPPD 2026 ikut menyeret perhatian publik pada istilah travel grant. Fasilitas bantuan perjalanan akademik tersebut disebut-sebut menjadi salah satu motif di balik dugaan kecurangan yang terjadi dalam konferensi internasional di Kopenhagen itu.

Kasus ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah akademisi Indonesia mengungkap dugaan adanya riset palsu dan identitas fiktif yang digunakan dalam presentasi ilmiah. Para pelaku diduga ingin memperoleh travel grant dan penghargaan riset dari berbagai konferensi internasional.

Ket. Foto: Skandal Akademik yang Dilakukan WNI di Forum Ilmiah Internasional ISPPD 2026. — Sumber: Istimewa

Lalu, sebenarnya apa itu travel grant dan mengapa program ini sangat diminati para peneliti?

Apa Itu Travel Grant?

Travel grant merupakan bantuan dana yang diberikan kepada akademisi, mahasiswa, atau peneliti untuk menghadiri konferensi ilmiah. Program ini biasanya menanggung biaya perjalanan seperti tiket pesawat, akomodasi hotel, hingga biaya registrasi acara.

Tujuan utama travel grant adalah membantu peneliti yang memiliki keterbatasan finansial agar tetap bisa mempresentasikan hasil riset mereka di forum internasional. Dengan adanya bantuan tersebut, peserta tidak perlu mengeluarkan biaya pribadi yang besar untuk menghadiri konferensi.

Program seperti ini cukup umum diberikan oleh universitas, asosiasi ilmiah, hingga organisasi internasional.

Siapa yang Bisa Mendapatkan Travel Grant?

Secara umum, travel grant lebih banyak ditujukan kepada akademisi muda dan peneliti yang masih berada di tahap awal karier. Selain itu, mahasiswa pascasarjana yang aktif melakukan penelitian juga menjadi salah satu kelompok penerima prioritas.

Tak hanya itu, akademisi dari negara berkembang atau negara berpenghasilan rendah juga sering mendapat perhatian khusus dalam program ini. Tujuannya agar akses terhadap forum ilmiah global tidak hanya dinikmati peneliti dari negara maju.

Beberapa organisasi internasional bahkan menyediakan kuota khusus bagi peserta dari kawasan Global South atau negara berkembang.

Syarat Mendapatkan Dana Hibah Perjalanan

Meski setiap konferensi memiliki aturan berbeda, ada beberapa syarat umum yang biasanya harus dipenuhi peserta untuk memperoleh travel grant.

Salah satunya adalah status aktif sebagai mahasiswa atau peneliti di institusi resmi. Selain itu, peserta juga diwajibkan benar-benar mempresentasikan hasil risetnya dalam konferensi, bukan sekadar hadir sebagai audiens.

Sebagian penyelenggara juga mewajibkan peserta menjadi anggota organisasi ilmiah tertentu sebelum mengajukan travel grant.

Peserta umumnya harus mengirim proposal pengajuan lengkap dengan rincian biaya perjalanan, hotel, dan registrasi konferensi. Setelah acara selesai, laporan penggunaan dana serta bukti pengeluaran juga wajib diserahkan kepada penyelenggara.

Besaran Dana Bisa Capai Puluhan Juta Rupiah

Nominal travel grant berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing organisasi atau konferensi. Beberapa program menyediakan bantuan hingga ribuan dolar Amerika.

Sebagai contoh, salah satu universitas di Amerika Serikat memberikan bantuan perjalanan hingga USD2.000 atau sekitar Rp35 juta untuk satu peserta penelitian.

Dana tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan utama seperti tiket perjalanan dan hotel. Namun, beberapa biaya seperti uang harian, bahan bakar, atau sewa kendaraan umumnya tidak termasuk dalam tanggungan.

Pencairan dana pun sering kali baru dilakukan setelah peserta benar-benar hadir dan menyelesaikan kewajiban administrasi konferensi.

Jadi Sorotan Usai Dugaan Skandal Riset

Program travel grant sebenarnya dibuat untuk mendukung perkembangan dunia akademik dan memperluas akses peneliti terhadap forum internasional. Namun, kasus dugaan pemalsuan riset di ISPPD 2026 membuat fasilitas ini ikut menjadi sorotan publik.

Dosen Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, yang turut mengungkap kasus tersebut menilai tindakan curang demi mendapatkan fasilitas perjalanan justru merugikan nama baik akademisi Indonesia secara keseluruhan.

Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai kredibilitas peneliti Indonesia di mata komunitas ilmiah internasional.

  • Travel Grant
  • Skandal Akademik

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.