- Home
-
- Entertainment
-
- Kronologi Boikot Starbuc...
Kronologi Boikot Starbucks Korea usai Promo 'Tank Day', Picu Kontroversi Besar
Jum'at, 22 Mei 2026, 16:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Starbucks Korea tengah dihantam gelombang boikot setelah meluncurkan promosi bertajuk âTank Dayâ tepat pada 18 Mei 2026.
Tanggal tersebut merupakan hari peringatan Gerakan Demokratisasi Gwangju 1980, salah satu tragedi paling sensitif dalam sejarah perjuangan demokrasi Korea Selatan.
Promosi itu pun memicu kemarahan publik karena dinilai menyinggung luka sejarah dan mengingatkan pada kekerasan rezim militer Chun Doo-hwan.
Kecaman terus meluas hingga menyeret aktivis, politisi, dan markas pusat Starbucks di Amerika Serikat. Bahkan, CEO Starbucks Korea dilaporkan dicopot dari jabatannya setelah tekanan publik semakin besar.
Simak kronologi lengkap boikot Starbucks Korea usai promosi âTank Dayâ yang kini menjadi sorotan internasional, Bela!
Promosi âTank Dayâ picu kemarahan publik Korea Selatan
Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea menggelar promosi untuk seri tumbler âTankâ pada 18 Mei dengan slogan âTank Dayâ. Kombinasi antara tanggal â5/18â dan kata âTankâ langsung memicu kritik luas karena dianggap merujuk pada kendaraan lapis baja militer yang digunakan untuk menumpas demonstrasi warga sipil saat tragedi Gwangju 1980.
Banyak warga menilai promosi itu sangat tidak sensitif karena diluncurkan tepat pada hari peringatan tragedi nasional. Seruan boikot terhadap Starbucks Korea dan Shinsegae Group pun bermunculan hanya beberapa jam setelah promosi dirilis.
Koalisi Memorial Gwangju-Jeonnam bahkan menyebut kampanye tersebut sebagai ejekan yang jelas-jelas berniat jahat. Kelompok itu juga menilai promosi tersebut mencerminkan kesadaran sejarah manajemen yang bias yang dibungkus dalam strategi pemasaran.
Tragedi Gwangju jadi luka sejarah yang sangat sensitif
Peristiwa Gwangju pecah pada 18 Mei 1980 ketika rezim militer Korea Selatan mengerahkan pasukan untuk membubarkan demonstrasi mahasiswa yang menolak darurat militer. Dalam operasi selama sekitar 10 hari, tentara menggunakan bayonet, tongkat, hingga peluru tajam terhadap warga sipil.
Kelompok korban memperkirakan ratusan orang tewas dalam tragedi tersebut. Peristiwa itu kemudian menjadi simbol perjuangan demokrasi Korea Selatan dan masih diperingati setiap tahun sebagai hari bersejarah nasional.
Karena itulah, penggunaan kata âTankâ dalam promosi Starbucks dianggap membangkitkan trauma kolektif masyarakat Korea Selatan. Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, turut mengecam keras kampanye tersebut melalui media sosial X.
Ia mengatakan âBagaimana mungkin ada acara âMay 18 Tank Dayâ yang mengejek perjuangan berdarah para korban dan warga?â
Lee juga mempertanyakan bagaimana promosi seperti itu bisa dibuat di tengah sensitivitas sejarah yang begitu besar di Korea Selatan.
Frasa âGebrak Mejaâ dinilai singgung kasus penyiksaan aktivis
Kemarahan publik semakin meluas setelah promosi Starbucks Korea juga menggunakan frasa âBang on the deskâ atau âGebrak meja ituâ. Kalimat tersebut mengingatkan masyarakat pada kasus kematian aktivis mahasiswa Park Jong-chul pada 1987.
Saat itu, rezim militer mencoba menutupi kematian Park akibat penyiksaan dengan klaim kontroversial âKami menggebrak meja, lalu dia terkejut dan mati.â
Pernyataan tersebut kemudian menjadi simbol kebohongan dan kekejaman rezim militer Korea Selatan setelah fakta penyiksaan akhirnya terungkap ke publik. Banyak warga menilai penggunaan frasa serupa dalam promosi Starbucks sangat tidak pantas dan melukai keluarga korban perjuangan demokrasi.
Kontroversi ini juga kembali menyeret perhatian pada sejumlah sikap politik Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, yang sebelumnya pernah menuai kritik karena unggahan bernada antikomunisme dan kedekatannya dengan kelompok konservatif kanan di Korea Selatan.
CEO Starbucks Korea dicopot, markas besar AS minta maaf
Tekanan publik yang terus membesar membuat Starbucks Korea menarik promosi tersebut hanya beberapa jam setelah diluncurkan. Shinsegae Group langsung melakukan investigasi internal dan mengambil langkah tegas terhadap manajemen perusahaan.
Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, dilaporkan memecat CEO Starbucks Korea Son Jung-hyun serta mencopot eksekutif yang menangani kampanye tersebut.
Seorang pejabat Shinsegae mengatakan âDia menganggap masalah ini sangat serius dan mengambil tindakan ekstrem dengan memecat CEO tersebut.â
Kontroversi ini kemudian menarik perhatian media internasional hingga akhirnya markas pusat Starbucks di Amerika Serikat turun tangan dan menyampaikan permintaan maaf resmi. Dalam pernyataannya, Starbucks menyebut insiden itu sebagai âInsiden pemasaran yang tidak dapat diterima.â
Perusahaan juga mengakui bahwa kampanye tersebut telah menyebabkan luka mendalam bagi korban tragedi Gwangju, keluarga korban, serta masyarakat yang menghormati perjuangan demokrasi Korea Selatan.
Selain menghentikan kampanye sepenuhnya, Starbucks menyatakan investigasi menyeluruh masih terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
- Starbucks Korea Diboikot
- Starbucks Korea Promo Tank Day
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.