Drama Perfect Crown Dituding Distorsi Sejarah, Tim Produksi Langsung Minta Maaf

Ket. Byeon Woo Seok dalam Drama Korea Perfect Crown

Doc: Koreaboo

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Drama Korea Perfect Crown tengah menjadi perbincangan hangat setelah salah satu adegannya menuai kritik tajam dari penonton. Serial populer tersebut dituding melakukan distorsi sejarah dalam episode terbaru yang menampilkan prosesi penobatan raja.

Kontroversi mulai ramai dibahas di media sosial setelah episode 11 tayang pada Jumat, 15 Mei. Banyak penonton Korea Selatan menilai detail dalam adegan penobatan kerajaan tidak sesuai dengan fakta sejarah dan dianggap sensitif terhadap isu kedaulatan negara.

Adegan tersebut memperlihatkan sang raja mengenakan Guryu Myeollyugwan, yaitu variasi mahkota kerajaan yang digunakan pada era Joseon dalam kondisi tertentu. Atribut itu diketahui berkaitan dengan masa ketika protokol kerajaan Korea mendapat pengaruh kuat dari Dinasti Ming dan Qing di Tiongkok.

Tidak hanya soal mahkota kerajaan, sorotan juga tertuju pada seruan “Cheonse” yang diteriakkan para pejabat istana dalam adegan tersebut. Dalam sejarah Korea, seruan itu memiliki makna khusus karena sering digunakan dalam upacara kerajaan kuno sebagai bentuk penghormatan terhadap kekaisaran lain.

Bagi sebagian penonton Korea Selatan, penggunaan dua elemen tersebut dianggap sangat sensitif. Banyak yang menilai adegan itu seolah menggambarkan Korea berada dalam posisi tidak sepenuhnya berdaulat, sehingga dinilai tidak cocok digunakan dalam drama fiksi berlatar monarki modern Korea.

Polemik tersebut dengan cepat memicu perdebatan besar di berbagai platform media sosial dan forum online. Tidak sedikit penonton yang mengkritik tim produksi karena dianggap kurang melakukan riset sejarah sebelum memasukkan elemen budaya kerajaan ke dalam cerita drama.

Beberapa komentar warganet bahkan menyebut adegan tersebut membuka luka lama terkait sejarah dan identitas budaya Korea. Penonton menilai simbol kerajaan dan istilah tertentu tidak seharusnya digunakan secara sembarangan, terlebih dalam drama populer yang ditonton publik internasional.

Setelah gelombang kritik semakin besar, tim produksi Perfect Crown akhirnya merilis pernyataan resmi kepada publik. Mereka menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengakui adanya kekurangan dalam proses peninjauan sejarah selama produksi drama berlangsung.

“Ini adalah tim produksi Perfect Crown. Kami dengan tulus memohon maaf kepada semua yang menonton drama ini atas kekhawatiran yang ditimbulkan karena masalah yang melibatkan pembentukan dunia cerita dan akurasi sejarah,” isi pernyataan resmi tim produksi Perfect Crown, seperti diberitakan The Chosun Daily.

Tim produksi juga menegaskan bahwa mereka memahami kritik dari penonton terkait penggunaan Guryu Myeollyugwan dan seruan “Cheonse” dalam adegan penobatan tersebut. Mereka mengaku serius menanggapi anggapan bahwa adegan itu telah merendahkan simbol kedaulatan Korea.

“Kami serius menanggapi kritik penonton bahwa adegan penobatan yang menampilkan Guryu Myeollyugwan dan seruan ‘Cheonse’ telah merendahkan status kedaulatan negara,” sambungnya.

Dalam klarifikasinya, pihak produksi mengakui kurang teliti saat meneliti perubahan budaya dan adat istana sepanjang sejarah Korea. Mereka menyebut drama tersebut memang mengusung konsep sejarah alternatif, namun tetap seharusnya lebih berhati-hati ketika menyentuh elemen sejarah nyata.

"Masalah ini muncul karena tim produksi tidak memeriksa dengan cukup cermat perubahan adat istiadat istana sepanjang sejarah. Sebagai drama romansa dengan elemen sejarah alternatif, kami seharusnya mempertimbangkan secara mendalam bagian-bagian yang bersinggungan dengan konteks sejarah nyata, namun kami kurang dalam peninjauan tersebut," terangnya.

Tim produksi juga memastikan akan segera melakukan revisi terhadap adegan yang dipermasalahkan. Perubahan tersebut disebut akan diterapkan pada penayangan ulang, layanan video on demand, hingga platform OTT.

"Kami akan merevisi audio dan subtitle adegan terkait sesegera mungkin dalam penayangan ulang, VOD, dan OTT. Sekali lagi, kami meminta maaf kepada penonton. Ke depannya kami akan bekerja lebih keras dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar untuk membalas kepercayaan pemirsa," pungkasnya.

Meski menuai kontroversi, Perfect Crown masih menjadi salah satu drama Korea dengan perhatian besar dari publik. Namun kasus ini membuat banyak penonton kembali menyoroti pentingnya akurasi sejarah dalam produksi drama, terutama yang membawa unsur budaya dan kerajaan Korea.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN